Fakta Unik Tentang Israel Tak Banyak Diketahui

Israel, yang dimana adalah negara yang dimana nasibnya sendiri  tak ubahnya seperti seorang artis yang  dimana sering melakukan sebuah skandal berat dan dimana pada akhirnya menjadi salah satu negara yang punya banyak haters. Indonesia,negara kita ini yang dimana juga jadi salah satu dari pembenci Israel yang dimana bersama dengan negara-negara lain. Buktinya dimana terlihat dari masyarakat kita yang dimana sebagian nantinya akan langsung terpancing amarahnya jika begitu membahas Israel. Ya, negara ini sendiri yang dimana adalah salah satu negara yang memang penuh  dengan kontroversial. Dimulai yaitu sejak mereka menempati sebuah wilayah  yang ada di Palestina sampai dimana  terakhir adalah melakukan  sebuah kekejamannya  terhadap masyarakatnya.

Fakta Unik Tentang Israel Tak Banyak Diketahui

Namun dimana demikian Israel yang dimana juga pernah melakukan beberapa hal-hal baik terutama juga bagi umat muslim. Salah satunya yaitu ketika pengadilan yang ada di negara itu yang  dimana memutuskan untuk menghukum warganya yang dimana ketahuan menggambar sebuah karikatur Nabi Muhammad. Tak hanya ini, ternyata ada banyak sekali fakta-fakta yang sangat menarik tentang agen sbobet terpercaya dan negara kecil satu ini. Fakta-fakta tersebut juga tidak banyak diketahui, Penasaran? Inilah beberapa fakta tentang Israel. 

Arab Bahasa Resmi Kedua Setelah Hebrew

Cukup mengejutkan dimana jika nantinya anda mengetahui tentang fakta yang satu  ini yang dimana ketika anda melihat Israel yang dimana begitu dibenci oleh kebanyakan  orang yang ada di negara-negara di timur tengah. Tapi faktanya ternyata memang demikian. Orang-orang Israel yang ternyata memakai bahasa Arab yang dimana bahas ini sendiri di gunakan sebagai bahasa resmi  mereka selain  bahasa Hebrew. Meskipun bangsa Arab dan juga Israel yang dimana kerap berkonfrontasi, ternyata negara kecil itu  yang dimana juga menggunakan bahasa Arab sebagai salah satu dari  bahasa nasional.

Di Israel sendiri dimana ada semacam sebuah akademi khusus yang dimana tujuannya adalah untuk dapat mempelajari bahasa Arab. Akademi ini sendiri adalah sebuah akademi yang dibangun pada tahun 2007 lalu yang dimana dengan ketua pertamanya yaitu adalah Prof. Mahmoud Ghanayem. Di dalam sebuah praktiknya, bahasa ini  sendiri dipelajari dengan cara yang sangat mendalam. Mulai dari sebuah struktur, sejarah, terminologi, bacaan, ejaan dan juga mengadaptasikannya dengan sebuah teknologi komputer. Tak hanya mempelajari sebuah bahasanya, di sini juga dimana para anak didiknya juga  dimana diharuskan untuk dapat mempelajari kultur Arab yang ada dimana hal ini semua diajarkan lewat literatur. Hal ini sendiri yang akhirnya menyebabkan mereka juga sedikit banyak kemudian mempelajari Islam.

Einstein Ditawari Jadi Pemimpin Israel

Dilihat dari urutan keluarganya,  dimana sudah dipastikan Einstein adalah seorang keturunan Yahudi. Bagaimanapun kita yang memang tidak menyukai bangsa ini, namun  dimana sedikit banyak mereka  yang memang telah menghasilkan orang-orang yang sangat cerdas yang menjadi orang yang penemunya juga ikut kita nikmati saat ini. Einstein sendiri adalah seorang yang sangat berpengaruh di dalam dunia. Berkatnya, dimana berbagai disiplin keilmuan yang sudah berhasil ditemukan.

Membahas sebuah hubungan Einstein yang ada dengan Israel, keduanya yang dimana ternyata punya keterikatan yang yang juga sangat erat. Diketahui, negara ini sendiri yang dimana pernah menginginkan sang ilmuwan yang sangat cerdas tersebut untuk jadi pemimpin alias menjadi seorang presiden. Uniknya, Einstein  yang dimana bisa langsung menjabat tanpa perlu  dipilih lewat pemilu atau juga apa pun, alias dirinya pada saat itu ditawari begitu saja. Namun Einstein menolak tawaran tersebut sekali seumur hidup dengan cara yang  halus dan juga memutuskan untuk tetap tinggal  dan juga berada di Amerika saja.

Pengadilan Israel Menghukum Warganya Menghina Nabi Muhammad

Dari kabar yang  dimana juga sering muncul dan juga ada di televisi atau media yang lain, digambarkan jika Israel  yang dimana adalah salah satu negara yang sangat bertentangan dengan Islam. Keduanya menjadi negara yang dimana  sering berkonfrontasi dalam semua hal apapun. Orang-orang Muslim yang biasanya akan dapat langsung terpancing amarahnya  dimana begitu membahas tentang Israel. Bukti lain juga Israel yang dimana juga sangat tidak menyukai Muslim dan hal tersebut dimana juga bisa dilihat dari sebuah kelakuan mereka yang dimana ada beberapa waktu lalu yang ada terhadap penduduk asli dari Palestina. Keras dan juga tanpa ampun. Meskipun demikian, dimana ternyata Israel sendiri adalah sebuah negara yang pernah melakukan satu hal yang cukup membuat seluruh umat Muslim yang di dunia sedikit menyunggingkan senyum.

Sama seperti halnya orang Muslim yang dimana tak menyukai Israel, orang-orang sana yang dimana juga tak begitu suka dengan Islam. Mereka bahkan juga sempat melakukan sebuah penghinaan yang dimana sangat menyakitkan terhadap Islam. Pada tahun 1997 lalu, dimana  salah seorang Jews yang pada saat itu ketahuan menggambar Nabi Muhammad sebagai salah satu dari aksi kebencian. Alih-alih membiarkan hal ini, dimana kemudian  pengadilan Israel justru menjatuhkan sebuah hukuman yang berat kepada si pelakunya. Entah hal ini menjadi salah satu hal yang hanya sekedar mencari muka atau juga memang beberapa orang di negara tersebut tak suka seseorang menistakan sebuah agama, tapi yang pasti hal ini sendiri menjadi salah satu hal yang patut untuk diapresiasi.

Muslim dan Yahudi Saling Membantu

Sepertinya hal yang dikenal sangat mustahil ternyata  antara Israel dan juga umat Muslim yang dimana bisa hidup yaitu secara berdampingan dan juga saling bertoleransi antara satu hal yang lainnya. Mengingat dimana masing-masing pihak yang juga sudah menunjukkan ketidaksukaannya dengan berbagai cara termasuk juga dengan adanya perang. Sebenarnya apakah orang-orang muslim yang bisa menerima kaum yahudi dan juga sebaliknya. Ternyata yang dimana menjadi salah satu hal yang sangat bisa. Hal tersebut juga menjadi salah satu yang pernah terjadi di zaman Nabi Muhammad dulu. Tak cuma itu, dimana di era abad 19 juga pernah terjadi. Seperti yang yang juga kita tahu, Yahudi yang dimana pernah sangat dibenci pada negara Jerman, ketika pada saat itu Nazi berkuasa.Bahkan sang pemimpin Adolf Hitler yang dimana juga mencetuskan Holocaust atau juga pembantaian yang sangat besar terhadap besaran terhadap kaum Yahudi. 

Sekte di Israel Mendukung Kebebasan Palestina

Faktanya, dimana ternyata di  Israel yang kita kenal sekarang ini sangat getol sekali untuk menyerang Palestina. Tujuannya sendiri yaitu adalah  untuk dapat menguasai secara perlahan-lahan tentang wilayah yang  dimana dianggap sangat suci untuk sebuah tiga umat beragama dan juga  mengusir semua penduduk aslinya. Namun, hal tersebut yang dimana ternyata adalah sebuah hal yang tidak semua dilakukan oleh orang Israel. Ada salah satu dari sekte yang ada di sana yang dimana menentang aksi dari pemerintah yang ingin bersikeras menguasai Palestina. Kelompok ini yang bernama Neturei Karta.

Itulah beberapa fakta-fakta unik tentang negara Israel yang dimana banyak diketahui oleh orang orang. Beberapa fakta tersebut ternyata memberikan kesan yang berbeda dengan negara Israel yang kita ketahui selama ini. 

Ketahui Tentang Perang Suriah Dengan Fakta Ini!

Jauh sebelum awal mula terjadinya sebuah konflik Suriah pertama kali dimulai, dimana pada saat itu banyak orang Suriah yang dimana mengeluh tentang tingginya untuk tingkat pengangguran, korupsi yang dimana menjadi salah satu hal yang meluas, kurangnya tentang kebebasan politik dan juga tentang represi negara yang ada  di bawah Presiden Bashar al-Assad, yang  dimana pada saat itu menggantikan ayahnya, Hafez, yang dimana terjadi pada 2000. Awal mula tentang perang yang dimana terjadi di Suriah yang semuanya terjadi pada bulan Maret 2011, demonstrasi dan pro-demokrasi yang dimana terinspirasi oleh Musim Semi di wilayah Arab (Arab Spring)  yang dimana kemudian meletus di kota selatan Deraa. Awal mula dari perang Suriah yang terjadi setelah penggunaan sebuah kekuatan tentang mematikan pemerintah yang digunakan untuk menghancurkan sebuah perbedaan  yang dimana hal ini menjadi salah satu pendapat yang kemudian segera memicu sebuah demonstrasi nasional yang dimana pada saat itu menuntut pengunduran diri presiden.

Ketahui Tentang Perang Suriah Dengan Fakta Ini!

Awal mula dari penyebab konflik yang ada di Suriah sendiri yang dimana dimulai ketika sebuah kerusuhan yang memang menyebar, tindakan keras  yang juga semakin meningkat. Dimana diketahui Para pendukung oposisi yang mulai mengangkat senjata, pertama untuk membela diri dan juga  kemudian mengusir para pasukan keamanan yang ada dari daerah mereka. Assad  yang kemudian berjanji untuk menghancurkan “terorisme yang  dimana didukung oleh  pihak asing” dan juga memulihkan sebuah kontrol atas negara. Kekerasan yang sangat meningkat dengan cepat dan juga negara tersebut yang kemudian menjadi negara yang  terjerumus ke dalam perang saudara, sekaligus juga hal ini menjadi sebuah awal mula dari terjadinya  perang Suriah karena dimana ratusan brigade  yang  menjadi pemberontak dibentuk untuk dapat melawan sebuah pasukan pemerintah.

MENGAPA PERANG BERLANGSUNG BEGITU LAMA?

Pada awal mula  terjadinya perang Suriah ini  dimana menjadi lebih dari sekedar sebuah pertempuran yang ada  antara mereka yang dimana melawan Assad. Faktor kunci yang dimana telah menjadi salah satu intervensi dari kekuatan regional dan juga dunia, termasuk  juga Iran, Rusia, Arab Saudi dan juga Amerika Serikat. Awal mula tentang terjadinya sebuah perang Suriah  yang dimana hal ini sendiri terjadi dengan adanya sebuah dukungan militer, finansial dan juga politik mereka yang digunakan untuk pemerintah dan juga untuk sebuah oposisi yang dimana  telah memberi sebuah kontribusi yang ada pada sebuah intensifikasi dan juga dimana sebuah kelanjutan awal mula adanya perang Suriah tersebut dimana menjadikan Suriah sendiri sebagai medan dari pertempuran proksi. Berikut ini adalah beberapa hal yang makin memperlama keberlangsungan dari perang Suriah. 

Kepentingan ekonomi dan politik AS di Suriah

Dimana tahun 2009, Presiden Suriah sendiri yang berasal dari Bashar al-Assad  yang dimana diketahui menolak proyek pipa Qatar. Proyek pipa itu, yang dimana juga menjadi salah satu proyek yang disetujui Qatar dan juga Turki, akan mengalirkan sejumlah gas alam dari Qatar ke pasar Eropa. Pipa gas itu yang dimana nantinya akan melalui dari Arab Saudi, Yordania, Turki dan juga tentu saja Suriah. Jika proyek ini dapat berhasil, ketergantungan Eropa yang dimana atas gas alam Rusia yang dimana akan berkurang. Yang  dimana hal ini tentunya menjadi salah satu hal yang juga membuat AS dan juga barat yang dimana mereka makin marah terhadap Assad  yang dimana adalah sebuah keputusannya yang dimana hal ini sendiri menjadi salah satu hal menyetujui proyek pipa Iran.

Bagi barat dan juga beberapa sekutunya, proyek pipa Iran ini yang dimana justru akan memperkaya dan juga akan memperkuat pengaruh negara Syiah yang ada di daerah timur tengah. Secara politik, dimana rezim Bashar Al-Assad  yang dimana adalah rezim nasionalis Ba’ath  yang terakhir ada di timur tengah. Rezim ini yang dimana punya relasi yang baik dengan negara Rusia dan negara-negara nakal  lainnya yang ada di Amerika latin. Boleh dikata, rezim Al-Assad  ini yang dinama merupakan salah satu dari penghalang dominasi AS  yang ada di timur tengah. Karena itu, AS yang dimana punya kepentingan untuk dapat menggulingkan Bashar Al-Assad. Disamping untuk dapat memutus tangan-tangan dari Rusia yang ada di timur tengah, juga hal ini digunakan untuk mengisolir Iran dan juga Hezboullah.

Tujuan AS adalah “regime change” di Suriah

Sejak awal, dimana tujuan tentang campur tangan AS yang dimana ada di Suriah adalah sebuah pergantian rezim  yang dimana menjadi cara  penggulingan Assad. Tidak mengherankan, jika dimana dalam hal ini AS yang dimana juga punya andil  yang cukup besar dalam hal menciptakan  sebuah perang sipil yang ada  di Suriah. AS juga yang dimana merupakan yang paling getol memblokir setiap upaya perundingan  atau damai di negara yang berpenduduk 24 juta jiwa itu.

AS sebagai penyokong kelompok Jihadis di Suriah

Ketika Arab sebagai Spring yang dimana negara tersebut berhasil menggelinding timur tengah, AS yang dimana salah satu negara yang terlibat sebagai negara yang mendorong sebuah situasi yang serupa di Suriah. Tetapi oposisi yang dimana jalannya tidak berjalan sukses.

Akhirnya, AS yang kemudian mendorong perjuangan bersenjata. AS yang dimana kemudian turut membantu tentang lahirnya Tentara Pembebasan dari Suriah atau Free Syrian Army  yang disebut dengan FSA, yang dimana hal ini juga menjadi salah satu hal yang termasuk memberi pelatihan, persenjataan, dan juga dengan sokongan pendanaan. Bahkan, dimana untuk memperhebat serangan yang ada terhadap rezim Assad, AS  yang juga menjadi menyokong kelompok-kelompok  dari jihadis yang ada di Suriah. Termasuk juga dengan Jabhat al-Nusra, yang dimana berafiliasi dengan Al-Qaeda 

Salafis, Ikhwanul Muslimin, dan juga Al-Qaeda yang dimana diketahui  adalah sebuah kekuatan yang utama  yang digunakan untuk mendorong  terjadinya pemberontakan di Suriah, demikian yang ada di  Memo  Departemen Pertahanan AS yang pada saat itu terjadi pada Agustus 2012. Bocoran Wikileaks yang dimana berulang kali membongkar persekongkolan antara AS, Israel, Turki dan juga negara sekutu teluk seperti Saudi Arabia, Qatar, dna juga negara lainnya yang ada dalam usaha menggulingkan Assad. Makanya  dalam hal ini jangan heran, jika AS tidak pernah serius dalam menggempur ISIS.

Serangan AS membunuh warga sipil Suriah

Tanpa mengurangi sebuah keprihatinan  yang ada terhadap korban yang disebabkan oleh serangan senjata kimia yang kalau memang ada, tetapi tentang serangan koalisi yang  dimana juga dipimpin oleh AS telah menjadi salah satu yang membunuh banyak sekali warga sipil yang ada di Suriah. Menurut sebuah data  yang ada dan juga diangkat dari Airwars, dimana sebuah lembaga monitoring  yang dimana berbasis di Inggris, yang ada dan digunakan untuk bulan Maret 2017 saja, di ketahui jika jumlah warga sipil yang  dimana sudah tewas akibat serangan koalisi pimpinan AS yang ada di Suriah dan juga Irak yaitu mencapai 1.472 orang. Sedangkan untuk sepanjang Agustus dari 2014 hingga juga Maret 2017, yaitu jumlahnya yang mencapai 2.831 orang.

Itulah beberapa hal yang bisa anda ketahui tentang awal mula terjadinya perang suriah. Perang Suriah yang sudah berlangsung selama ini adalah salah satu hal yang disebabkan beberapa elit politik dan juga beberapa negara lainnya. Semoga saudara kita yang berada di sana tetap kuat dan konflik yang selesai. Terimakasih. 

Fakta Yang diKetahui Tentang Perang Suriah

Ketika pada saat Amerika Serikat (AS) akan menyerang pangkalan militer Suriah yaitu pada Jumat, 7 April 2017, hal ini tentunya menjadi salah satu hal yang mengikatkan tentang kejadian 2003. Dimana pada saat itu AS menggempur Irak dengan dalih senjata pemusnah massal. Belakangan, ini dimana setelah diketahui 174.000 rakyat Irak yang tewas akibat perang itu, tersibak sebuah fakta bahwa Irak ternyata tidak mengembangkan senjata untuk pemusnah massal. Bayangkan, ketika sebuah kebohongan telah menjadi salah satu hal yang menyebabkan kematian ratusan ribu orang dan juga menyebabkan kehancuran sebuah bangsa. Dan, ironisnya, lagi dalam hal ini tidak ada yang bertanggung-jawab.

Fakta Yang diKetahui Tentang Perang Suriah

Apa hubungannya hal ini dengan sebuah serangan rudal AS yang dilesatkan ke Suriah baru-baru ini? Jadi, pada tanggal 7 April dimana tentara AS menembakkan 60 rudal tomahawk ke arah pangkalan militer Suriah yang berada di dekat kota Homs, Suriah. Serangan militer tersebut yang dimana secara tiba-tiba itu juga punya dalih: sebagai salah satu pembalasan atas serangan senjata kimia yang beracun yang dilakukan oleh militer dari pemerintah Suriah terhadap warga sipil.

Untuk diketahui, yang dimana pada tanggal 4 April lalu, pada saat itu terjadi serangan senjata kimia yang ada di kota Khan Sheikhoun, di sebuah Provinsi Idlib, Suriah yang terjadi di barat laut, yang dimana pada saat itu menewaskan 70-an orang warga sipil. AS yang langsung menuduh pemerintahan Bashar Al-Assad sendiri dimana  sebagai pelaku serangan senjata kimia tersebut.

Sayang, tuduhan itu adalah salah satu dari pemain situs joker123 dan tuduhan yang tidak didukung banyak bukti. Dan juga ternyata ironisnya, meski belum mengantongi sebuah bukti yang kuat, AS sendiri sudah melancarkan sebuah serangan penghukuman kepada suriah. Dan hal ini sendiri menjadi salah satu hal yang tidak menutup kemungkinan, AS yang menggunakan tuduhan yang tidak berdasar itu sebagai salah satu dalih untuk membuat sebuah agresi militer yang dibuat terhadap Suriah.

Berikut ini beberapa fakta terkait dengan perang Suriah:

Satu, tuduhan senjata kimia

Tuduhan dimana ketika pemerintahan Bashar Al Assad yang dituduh menggunakan senjata kimia dalam sebuah perang bukan kali ini saja. Tuduhan hal serupa juga sudah pernah bergulir yaitu pada tahun 2013 lalu. Namun, dari sebuah hasil investigasi tim independen yang dibentuk PBB tidak adanya sebuah bukti atas sebuah tuduhan tersebut. Carla del Ponte, yang dimana merupakan salah satu anggota yang ada dari tim investigasi PBB, yang dimana malah menyebut ketika kelompok oposisi Suriah yang malah menggunakan gas sarin.

Nah, tuduhan bahwa militer dari Assad yang menggunakan senjata kimia yang dilakukan di provinsi Idlib juga ternyata minim bukti. Sebagian sumber yang dimana dipakai oleh AS sendiri hanya berasal dari satu sisi, yakni adalah penentang pemerintahan dari  Assad dan juga media-media mainstream. Dr Shajul Islam, yang dimana dirinya jadi pahlawan dalam sebuah pemberitaan serangan senjata kimia ini, adalah salah satu orang bermasalah. Dia juga ternyata pernah terlibat penculikan dan juga penyiksaan dua jurnalis asing yang ada di Suriah yaitu pada tahun 2012. Dia juga ternyata diduga terkait dengan kelompok teroris jihad yang ada di Suriah.

Dokter inilah yang dimana dirinya melaporkan kejadian serangan gas yang dirinya bilang terjadi lewat kicauan-kicauannya di twitter. Bayangkan, dalam sebuah situasi dan juga serangan gas berbahaya dan juga pada saat situasi serba darurat, si dokter ini masih sempat-sempatnya main twitter. Foto dan juga video yang sempat diunggah oleh dokter dan juga paramedis soal serangan senjata kimia itu juga beberapa janggal. Beberapa foto yang dimana menunjukkan tim penyelamat tidak menggunakan sebuah sarung tangan dan juga menggunakan masker penghalau racun gas. Tentunya hal tersebut menjadi salah satu yang Aneh bukan?

Yang menarik juga dimana hasil dari analisa video yang ada dari Dokter Swedia untuk sebuah Hak Asasi Manusia atau (SWEDE). Menurut penyelidikan dimana analisa mereka, sebagian anak-anak yang sudah ditangani di dalam video itu yang sudah tidak bernyawa. Cara penyelamatannya juga yang non-medis dan juga kontra-produktif. Disamping itu juga dimana analisa suara dalam video tersebut yang juga janggal. Terkesan posisi korban yang juga diatur sedemikian rupa dengan sebuah  keperluan pengambilan gambar video itu.

White Helmet bukan pejuang kemanusiaan

White Helmet (WH), relawan dokter dan juga paramedis yang dimana menjadi pahlawan sekaligus juga seorang mesin propaganda isu serangan gas kimia ini, juga merupakan orang organisasi bermasalah. WH diketahui jiga dimana sangat pro-pemberontak dan juga anti-Assad. InfoWars menyebut WH yang dimana dirinya adalah jaringan Al-Qaeda yang juga didanai oleh George Soros dan juga pemerintah Inggris. WH, atau yang dimana sering juga dinamai Syria Civil Defense (SCD), yang dibentuk oleh seorang bekas militer Inggris, yaitu James Le Mesurier. Le Mesurier yang dirinya sendiri terkait dengan perusahaan militer swasta yang semacam Blackwater dan juga DynCorp.

Organisasi ini sendiri ternyata juga menerima dana 23 juta USD dari AS. Jutaan dollar yang juga didapat dari George Soros, Belanda dan juga Inggris. Juga dimana mereka mendapat sebuah fasilitas perlengkapan dan kendaraan yang mereka dapat dari Turki. Jadi, dimana jangan heran, ketika terjadi sebuah isu serangan senjata kimia yang ada di Idlib, Turki juga ternyata ikut cerewet. Beberapa foto dan juga video menunjukkan yang dimana beberapa personil white helmet yang terkait juga dengan beberapa kelompok jihadis, termasuk juga Front Al-Nusra, dan jaringan Al-Qaeda di Suriah.

Seorang dari anggota WH pernah mengumbar sebuah senyum di depan kamera usai dirinya memenggal leher seorang anak laki-laki. Media-media barat, yang  dimana juga sudah memang sejak awal anti-Assad, yang berperan besar dalam hal membesarkan WH. Sampai-sampai film mereka yang ada di Netflix mendapat sebuah hadiah film dokumenter terbaik di Academy Award dan juga masuk ke dalam nominasi Oscar.

Oposisi Suriah yang akan diuntungkan oleh serangan senjata kimia

Sebelum sebuah kejadian ini, pemerintahan Bashar Al-Assad yang dimana juga sedang di ujung kemenangan. Akhir 2016 lalu, dimana pada saat itu pasukan militer yang memang pemerintah berhasil untuk dapat merebut kembali Aleppo, yang dimana merupakan salah satu dari kota terbesar yang ada di Suriah, dari beberapa tangan pemberontak. Sebaliknya, ketika posisi oposisi dan juga kelompok dalam jihad yang dimana memang makin terjepit. Artinya, untuk dapat memukul habis mereka, pemerintah Al-Assad yang dimana tidak perlu menggunakan sebuah serangan gas kimia yang juga justru dimana akan mengundang sebuah  reaksi kemarahan internasional.

Tentu saja, kalau pemerintah Suriah yang memang benar menggunakan senjata kimia untuk dapat menghabisi lawannya yang dimana sudah lemas dan juga terjepit, itu tindakan yang menang sangat konyol. Sebab, hal tersebut merupakan sebuah tindakan konyol itu justru yang nantinya akan membuat Suriah sendiri akan digebuk ramai-ramai.

Itulah beberapa fakta yang ada tentang konflik yang ada di Timur Tengah, konflik yang berkepanjangan tersebut memang menjadi salah satu konflik yang juga menjadi salah satu yang mendapat banyak perhatian dari dunia. Semoga konflik tersebut dapat segera selesai.

Seperti Apa Wajah Timur Tengah

Pada tahun  2019, konflik lama yang ada di Timur Tengah akan menjadi sebuah konflik yang bertahan dan  juga muncul beberapa konflik baru. Perkembangan besar yang ada di negara Timur Tengah yang terjadi pada tahun 2019 sebagian besar konflik tersebut ditentukan oleh enam beberapa masalah utama seperti halnya: konflik di Suriah dan juga di Yaman, krisis Teluk, konflik Palestina-Israel, dan juga konflik persaingan regional. Ketika kita memulai pada tahun kesepuluh setelah dimulainya semua pemberontakan Arab, sayangnya, dalam hal tersebut hanya ada sedikit harapan bahwa akan terjadi perdamaian, transisi ke demokrasi, dan juga sebuah stabilitas di daerah Timur Tengah.  Tahun 2019 tidak terlalu membawa banyak sekali perubahan yang sedang berlangsung dan tidak mungkin cepat dapat terselesaikan. Beberapa bahkan mungkin juga menjadi lebih buruk dan juga konflik yang baru juga sudah banyak bermunculan. Dalam pergolongan yang sedang berkelanjutan ini Amerika serikat tentunya juga akan memainkan peran yang paling penting. Perselisihan politik di antara Presiden Donald Trump dan juga pemerintah Washington, khususnya, juga untuk kemungkinan-kemungkinan yang akan menentukan sebuah arah dan juga kebijakan luar negeri AS pada kawasan tersebut kawasan tersebut.

Diharapkan pada tahun yang akan datang seperti yang diungkapkan oleh penasihat Robert Mueller sendiri yang menyebut akan lebih banyak hasil yang menyedihkan yang menyedihkan terhadap beberapa dugan dan juga campur tangan antara Rusia khususnya pada pemilihan presiden 2016. Oleh karena itu, Trump  sendiri kemungkinan akan berusaha untuk dapat mengalihkan beberapa perhatian publik dengan cara mengambil sebuah keputusan yang dramatis tentang beberapa kebijakan luar negeri yang ada di Timur Tengah yang nantinya akan menjadi sasaran termudah.

Konflik Timur Tengah & Wajah Timur Tengah Saat Ini

Pada akhir tahun 2018 sendiri ada indikasi yang jelas tentang masalah ini seperti keputusan mengejutkan dari presiden Amerika Serikat pada pertengahan Desember yaitu untuk menarik lebih dari 2000 tentara Amerika Serikat dari laut Suriah secara luas dipandang sebagai salah satu upaya untuk menenangkan basis dukungannya emang kalo mengkonsolidasi sebuah kekuasaan dan juga mengendalikan pemerintah yang tidak setuju dengannya. Terlepas dari hal itu terus berlangsungnya perubahan kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang pada saat itu diprediksi sebagai perkembangan besar di timur tengah pada tahun 2019 sebagian besar hal tersebut akan ditentukan oleh beberapa masalah utama konflik seperti yang terjadi di Suriah dan Yaman, krisis Teluk, konflik Palestina-Israel, dan juga konflik persaingan regional. Dalam artikel ini akan dijabarkan satu persatu konflik yang terjadi di timur tengah kita tahu bahwa kesenjangan yang terjadi di timur tengah adalah salah satu masalah sosial yang hingga saat ini masih belum dapat terselesaikan.

KONFLIK SURIAH

Terlepas dari beberapa kekalahan oposisi Suriah dengan perebutan kembali wilayah oleh para pasukan yang pro rezim pada tahun 2018, konflik di Suriah yang menjadi salah satu situs sbobet sendiri masih jauh dari kata selesai. Bahkan lebih dari 40% wilayah Suriah masih belum di bawah kendali pemerintah Suriah. Penarikan pasukan Amerika serikat dari Suriah timur laut yang kaya akan sekali dengan minyak, gas, dan air kemungkinan nantinya akan memicu persaingan antara kekuatan eksternal utama dalam konflik seperti halnya Turki, Rusia, dan juga Iran. Ini juga kemungkinan akan mempengaruhi perjanjian zona Demiliterisasi yang mencegah serangan serangan besar terhadap beberapa kubu oposisi pada September lalu. Konflik yang terjadi di Suriah mungkin memasuki Fase baru perang proksi di mana Amerika Serikat memberikan Turki tanggung jawab untuk memblokir Iran di wilayah yang ingin dievakuasi. Penarikan pasukan Amerika Serikat juga akan merangsang pendekatan Israel yang lebih agresif kepada Suriah. Setelah terjadinya penarikan tentara Amerika Serikat Israel harus mengandalkan upaya sendiri untuk dapat melawan pengaruh Iran di Suriah dan akan berusaha untuk menekankan kegiatan militernya di wilayah Suriah.

Namun, Israel akan menghadapi satu tantangan besar yaitu Rusia yang mengendalikan wilayah udara Suriah. Pada bulan September sebuah insiden melibatkan jet tempur milik Israel menyebabkan jatuhnya sebuah pesawat Pengintai Rusia kematian anaknya beranggotakan 15 orang. Hal ini tentunya membuat marah Rusia, sejauh ini menolak untuk melanjutkan koordinasi militernya dengan Israel meningkatkannya ketegangan antara pemain asing utama di Suriah kemungkinan juga akan menunda lebih banyak solusi politik dari konflik tersebut. Sejauh ini trio Astana yang terdiri dari Rusia Turki dan juga Iran telah gagal untuk menyepakati pembentukan sebuah komite konstitusi sekarang dengan penarikan pasukan Amerika Serikat dari Suriah peluang untuk terbentuknya kesepakatan telah menjadi lebih sempit. Bahkan seluruh proses Astana bisa runtuh negosiasi perdamaian yang dipimpin oleh PBB Akan menemukan jalan buntu. Dengan penarikan Amerika Serikat juga berarti bahwa secara efektif meninggalkan sekutu Kurdi. Ini kemungkinan akan menghasilkan peningkatan drastis dalam hubungan Turki dan Amerika Serikat dan memulai kembali aliansi mereka di Suriah ini kemungkinan akan mengecewakan Rusia, yang kemungkinan akan meningkatkan ketergantungan pada milisi Iran untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Amerika Serikat Di timur laut Suriah. Penataan kembali juga bisa membawa jpg dengan serangan militer Turki, lebih dekat ke Rusia dibanding rezim Suriah.

PERANG DI YAMAN

Lepas dari kesepakatan gencatan senjata di kota pelabuhan dan juga kemajuan penting yang dibuat dalam negosiasi antara pihak pihak yang bertikai di Swedia, penyelesaian dari konflik empat tahun itu kemungkinan akan lama terwujudnya. Memang dengan melemahnya posisi Houthi setelah mengalami kehilangan Wilayah mereka selama dua tahun terakhir dan tekanan besar yang dihadapi kepemimpinan Saudi dapat menghentikan perang setelah terbunuhnya jurnalis saudi Jamal Khashoggi, mungkin untuk mempermudah utusan PBB, Martin Griffiths, untuk dapat menyatukan pihak-pihak yang bertikai di Swedia.

Namun kedua belah pihak masih yakin bahwa mereka dapat menang secara militer. Kaum Houthi Berfikir bahwa saudara sendiri pada akhirnya harus tunduk kepada tekanan internasional, untuk menghentikan para enam meninggalkan upaya mereka di Yaman. Koalis Yang dipimpin oleh saudi disisi lain juga yakin bahwa kemajuan baru baru ini terutama di Hodeidah pada akhirnya akan memaksakan mereka untuk menerima persyaratan untuk dapat mengakhiri perang. Jalan sendiri juga masih tidak mau membantu untuk mencapai penyelesaian akhir Iran masih berupaya agar sau di dapat menghentikan serangan di Yaman sehingga mereka tidak akan memiliki sumber daya untuk menangani kegiatan fron lain di timur tengah. Iran juga dapat memanfaatkan konflik Yaman ini sebagai salah satu cara untuk tawar menawar dalam kesepakatan besar untuk mencabut aksi Amerika Serikat dan menyelamatkan rencana Rencana Aksi Komprehensif Gabungan lah penarikan yang dilakukan Trump pada Mei lalu.

KRISIS TELUK

Terlepas dari upaya untuk mediasi yang dilakukan Kuwait yang luas dan meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat terhadap Arab Saudi tidak akan ber indikasi bahwa krisis teluk akan berakhir dalam waktu dekat. Pada awal Desember, Arab Saudi sendiri menolak untuk membahas krisis pada KTT GCC terakhir yang di lakukan di Riyadh, dimana Qatar sendiri hanya mengirim sebuah delegasi tingkat rendah. Keempat negara yang memblokade yaitu Arab Saudi, Bahrin dan juga Mesir percaya bahwa waktu di pihak akhirnya bahwa Qatar sendiri akhirnya akan menerima tuntutan mereka Qatar. Keempat negara yang memblokade (Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir) percaya bahwa waktu ada di pihak mereka dan Qatar pada akhirnya akan menerima tuntutan mereka. Qatar Sendiri akhirnya berpikir bahwa hal itu dapat mengatasi blokade dan menunggu keempat negara menyadari bahwa mereka sebenarnya membunuh diri mereka sendiri.

Itulah beberapa konflik kesenjangan yang terjadi di timur tengah hingga tahun 2020 seperti sekarang ini masih banyak konflik dan terus juga bermunculan konflik konflik baru di daerah timur tengah yang belum dapat terselesaikan. Tentunya hal ini bukan hanya sebagai salah satu masalah global tapi juga masalah sosial yang tentunya harus dapat diselesaikan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Kesenjangan Beda Kehidupan Dunia Barat & Timur Tengah

Kita semua tau kehidupan timur tengah sendiri yang menjadi salah satu bagian yang masih terdapat beberapa perang. Antara kemewahan dengan sebuah kepiluan dan juga kehancuran. Perang di negara timur tengah yang hingga kini tidak menemukan sebuah titik terang dna juga terus berlanjut. Membuat orang-orang yang tinggal khususnya di suriah dna negara terdampak perang sendiri jauh dari kata nyaman dan sejahtera. Dimana mereka selalu hidup dengan rasa takut dengan rasa cemas karena bukan tidak mungkin mereka menjadi korban dari peperangan yang dapat terjadi kapan saja.

Kesenjangan di Timur Tengah

Seperti beberapa karya yang digabungkan dalam dua sisi berbeda membuat seolah ada kesenjangan yang sangat berbeda di antara dunia barat dan juga yang terjadi di Timur Tengah. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa kesenjangan antara kehidupan masyarakat barat dengan juga Timur tengah. Dengan sebuah perbedaan yang sangat kontras orang dapat melihat kesenjangan yang sangat jelas. Seperti halnya beber[a hal di bawah ini

Peperangan Timur Tengah

Anak-anak yang mengalami atau menjadi korban peperangan yang ada di timur tengah tentunya hidupnya akan tak layak tidak seperti anak-anak lainnya. Mereka biasanya harus berjuang untuk dapat bertahan hidup dan menghindari perang agar tetap dapat melanjutkan hidup. Berbeda sekali dengan di wilayah barat dimana anak-anak dapat hidup dengan nyaman dan tenang. Karena wilayah tersebut tidak terdampak perang.

Anak Menjadi Prajurit di Medan Perang

Anak-anak yang hidup dan juga berada di wilayah contohnya seperti Gaza sudah mengambil pilihan untuk dapat menjadi perajurit perang. Anak-anak yang menjadi prajurit di medan perang dengan menggunakan senjata yang mematikan. Dimana mereka harus mengorbankan ka waktu belajar dan juga bermain mereka. Sangat berbeda dengan anak-anak yang ada di negara lain yang dapat melakukan berbagai macam aktifitas yang mereka sukai tanpa adanya hal berbau kekerasan yang dapat mereka rasakan.

Kota yang Menyeramkan

Jika di tempat lainya terdapat hamparan warna-warni dengan berbagai macam keindahan yang ada tanpa adanya hal-hal yang mengerikan dan juga dapat mengancam nyawa. Dibandingkan dengan ribuan senjata api di setiap sudut kota yang dapat mencelakai siapa saja mereka yang lengah atau yang berusaha melawan. Hal ini tentunya akan sangat kontras jika harus dibandingkan. Dimana masyarakat kehilangan kesan kota yang indah dan nyaman menjadi suatu tempat yang mengerikan.

Tempat Bermain yang Nyaman

Ketika beberapa anak di negara yang sedang mengalami dampak perang harus bermain di kondisi yang tidak memungkinanan di bebera bagian kendaraan perang yang digunakan, hal ini tentunya akan sangat berbahaya dan juga sangat mengancam nyawa mereka. Namun, mereka tentunya tidak mempunyai pilihan lainnya sebab mereka sudah kehilangan tempat bermain mereka dan digantikan dengan medan tempur. Berbeda dengan beberapa anak yang dapat duduk dan bermain di tempat yang layak dan juga aman seperti halnya di taman bermain dengan beberapa orang teman.

Hak Pelajar yang Direnggut

Ketika pendidikan menjadi salah satu hal yang penting di setiap negara, dimana beberapa orang dapat merasakan bangga dan dapat meraih pendidikan yang sempurna seperti halnya mendapatkan piala academy award. Sedangkan beberapa anak di negara lain harus bertahan hidup dan mengorbankan pendidikan mereka, bahkan banyak anak-anak di daerah perang tidak dapat membaca, karena putusnya pendidikan di sana diakibatkan oleh perang. Yang anak-anak tersebut dapat lakukan adalah mengacungkan senjata perang sebagai salah satu bentuk perlawanan dan juga kebanggaannya.

Kelaparan

Banyak sekali anak-anak yang negaranya mengalami konflik mengalami masalah kelaparan dan juga kemiskinan. Dimana tidak tercukupinya nutrisi yang seharusnya mereka peroleh dalam masa pertumbuhan anak-anak. Akibatnya hal tersebut menyebabkan mereka tidak dapat tumbuh dengan baik, karena hak mereka di terenggut habis karena sebuah peperangan. Bahkan tinggal di barak pengungsian pun tidak menjadi suatu hal yang baik untuk mereka. Banyak sekali anak-anak yang kekurangan gizi atau tidak tumbuh dengan sempurna. Berbeda dengan anak di tempat lainnya yang dapat mencukupi hidupnya dengan nutrisi dan dapat tumbuh menjadi sempurna.

Liburan yang Tak Pernah Ada

Ketika gambaran sebuah roket yang hendak diluncurkan menjadi suatu hal yang menyedihkan dengan gambaran para imigran yang akan liburan ke negara lain dengan sangat menyenangkan. Hal ini menjadi sebuah kesenjangan yang tentunya sangat jauh untuk dirasakan. Dimana di beberapa negara terdampak perang sendiri jangankan untuk pergi berlibur untuk meninggalkan tempat tersebut pun akan sangat sulit. Berbeda dengan beberapa orang di tempat lain yang dapat pergi kemanapun yang mereka inginkan tanpa terhalang oleh apapun.

Nasib yang Berbeda

Digambarkan seperti beberapa model yang sedang berjalan diatas catwalk dengan memamerkan beberapa kemawawan dan juga keindahan. Bertolak belakang dimana beberapa orang di tempat terpisah memanjang dengan nasib yang begitu memilukan. Disaat beberapa orang dapat menggunakan kebebasan mereka untuk dapat berekspresi dimana hal ini tidak dapat di lakukan di Timur tengah di tengah konflik yang sedang berlangsung saat ini.

Kebebasan Meraih Pendidikan

Kebebasan untuk dapat meraih sebuah pendidikan yang tak bisa dirasakan di negara tempat orang-orang yang tinggal di negara rawan konflik. Sehingga beberapa pernikahan di usia dini dapat saja terjadi, karena tidak adanya lagi pilihan untuk dapat meraih pendidikan selanjutnya. Dimana kebanyakan mimpi mereka harus dikubur dalam-dalam terutama dalam hal untuk meraih sebuah pendidikan. Tentunya hal ini sangat terbalik dengan mereka yang umumnya tinggal di dengar maju dan mempunyai berbagai macam pilihan dan hak untuk dapat mengejar pendidikan yang mereka inginkan tanpa adanya hambatan dan juga intimidasi yang datang.

Melakukan Hal yang Diinginkan

Tentunya gaya hidup orang-orang barat yang akan berbeda dengan orang yang hidup di Timur Tengah. Beberapa orang yang biasanya melakukan banyak hal yang mereka inginkan, umumnya mereka akan bebas menentukan banyak pilihan yang diinginkan. Berbeda dengan beberpa orang yang hidup di daerah yang rawan dengan konflik dalam ketakutan karena mereka akan selalu diawasi dan juga dicurigai tentunya hal tersebut menjadi satu hal yang tidak aman yang mereka dapatkan

Kesimpulan

Beberapa potret di atas adalah suatu cara yang dapat digunakan untuk mendorong perubahan sosial di dunia yang sekarang sedang mengalami sebuah pergolakan. Dimana beberapa orang di Timur Tengah menjalani hidup mereka dengan cara yang sangat memprihatinkan. Semoga dengan pembahasan di atas tentang potret sebuah kesenjangan sosial yang berbeda antara masyarakat Timur tengah dan juga negara-negara yang sedang dilanda konflik bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pada setiap individu untuk lebih peka dengan apa yang terjadi di Timur Tengah yang pada saat ini sedang dilanda perang.

Mencaritahu Faktor Dari Konflik Di Timur Tengah!!

Jika berbicara masalah konflik, maka akan sangat identik dengan apa yang selalu terjadi di Timur Tengah. apalagi, belom lama ini Amerika Serikat melakukan serangan terhadap Jendral Iran. Yang dimana hal ini menambah catatan baru pada buku sejarah negara Iran sekaligus wilayah yang ada di Timur Tengah di mata dunia. Sebenarnya hampir semua negara selalu mengalami yang namanya konflik, namun bukan mengacu pada peperangan yang terjadi diantara negaranya itu. Misalnya saja jika di Timur Tengah terjadi Konflik yang mengacu pada mempecah belah negara dikarenakan banyaknya kepentingan politik dan perebutan kekuasaan saja. Namun beda hal lagi jika konflik yang kita bahas ialah konflik yang ada di Indonesia. Pasalanya jika membawa konflik yang ada di Timur Tengah sana ke Indonesia maka hal yang akan terjadi ialah konfliknya akan sangat ideologis sekali.

Bisa saja selain itu akan menyangkut sektarian, lalu antar agama yang ada, atau aliran-aliran agama yang di jalankan. Namun, dalam hal ini bukan menjadi alasan utama kita dalam melihat terjadinya konflik politik yang ada di Timur Tengah sana. Tetapi, harus melihat secara jangkauan luas atau Global agar tetap murni dari sudut pandang apapun itu.

Menelisik Awal Wilayah Timur Tengah

Jika bermain-main dengan yang namanya catatan bersejarah, maka Kawasan dari Timur Tengah ini memanglah memiliki yang namanya akar utama dan juga menjadi salah satu tempat peradaban tua yang ada di dunia. Dari dulu, memang kawasan inilah yang menjadi pusatnya perhatian semua orang. Bahkan menurut cerita, Adam dan juga Hawa diturunkan di bumi tepat di kawasan Timur Tengah yang banyak sudah dikenal oleh orang-orang muslim ialah “ Jabal Rahmah “. Dan kebudayaan yang sangatlah terkenal disana adalah beberapa sungai yang sangatlah terkenal. Dan dari sistem sunagi inilah yang memberikan sebuah hidup bagi peradaban-peradaban besar yang ada di Timur Tengah pad saat Islam belum masuk ke kawasan tersebut.

Jadi sudah tahu dong, ada banyak alasan sudah mengapa kawasan di Timur Tengah ini dari dulu sampai sekarang ini menjadi kawasan yang sangatlah penting. Salah satunya adalah kawasan penghubung yakni 3 benua yang sudah terkenal ; Asia, Afrika, serta Eropa. Lalu, bagaimana bisa timbulnya konflik ini ?.. lahirnya sebuah konflik ini di picu sekali awalnya pada keberagaman penduduk dan juga latar belakang dari kawasan Timur Tengah ini. termadsuk pada aliran agama yang ada  serta pengaruh dari Ideologi itu sendiri. Sedikit cerita tambahan saja, bahwasannya pemicu dari konflik ini juga bisa berasal dari Jalur Laut yang memang menunjukan superioritas militer, yang termasuk kepada pengangkutan Ekspor minyak yang terjadi dari negara-negara yang ada di Timur Tengah sana.

Faktor Yang Mendasari Pemicu Utama Ketegangan

Ketegangan yang selalu muncul di wilayah Tiamur Tengah ini memang di landasi oleh banyaknya faktor yang ada di dalamnya. Diaman, konflik pemicu ini sendiri datang dari kawasan Timur Tengah murni dan juga ada yang datang dari luar kawasan yang juga ikut berkepentingan di dalamnya. Poin utama yang bisa menjabarkan ini semua terletak pada ke strategisan posisi kawasan yang memang mendasari penghubung bagi jalur  ekonomi perdagangan serta pertahan global dari ke 3 benua yang sudah mimin kasih tahu di atas tadi.

Dan Faktor lainnya yang memicu ialah berasal dari keanekaragaman yang ada, terjabarkan oleh faktor berikut ini :

# Geografis Dari Timur Tengah

Dari sini saja su8dah bisa menimbulkan perbedaan dari sisi wilayah. Dimana terdapat wilayah yang luas dan juga sempit sehingga hadirlah pemicu yang mendominasi ini. termasuk lagi pada pendekatan regional yang memang tak jarang memicu akan ketegangan dari kawasan yang ada di Timur Tengah. Seperti halnya mencakup kawasan Arab yang lebih inti. Maka, kalian akan melihat betapa banyaknya konflik yang sudah terjadi di kawasan-kawasan tersebut.

# Masalah Mengenai Kepemilikan Air

Air Tawar atau juga Air Laut ini memicu adanya sebuah konflik yang mengakibatkan Keterbatasan pada Akses airnya. Nah, dari perbatasan inilah yang permasalahkan oleh konflik yang terjadi di Timur Tengah ( Potensi akan kekayaan air lautnya, lalu air mineralnya, beberapa pulau-pulau yang ada di sekitarnya serta pendapatan dari kepemilikan laut yang ada). Itu yang bisa memicu terjadinya konflik dari sisi kepemilikan air laut. Namun berbeda lagi untuk air tawar, yang dimana ini bisa menjadi akses air bersih, lalu untuk irigasi suatu lahan, serta sebagai alat untuk pembangkit listrik.

# Keanekaragaman Agama

Sebenanrnya bukan hanya pada agama saja, namun sudah menjadi akar budaya dan juga suku kabilah yang ada. Seperti yang sudah di jelaskan di atas, bbahwasannya tercatat dari sejarah konfliknya juga berada pada peradaban besar yang mencakup beberapa wilayah Sungai sebagai nafas hidup peradaban besar tersebut. dan dari sinilah, muncul sekali berbagai madcam ras yang ada. Dimana ras ini terdiri dari Ras Semit dengan Ras Gabungan.

Golongan ras Semit ini memang di khsusukan untuk golongan Arab. Dan untuk golongan Ras Gabungan, maka akan munculnya negara seperti Turki, lalu memiliki unsur negara Mongolia, dan ada juga Kurdi. Dan kalau dilihat dari agama pun bisa memciu konflik yang ada di sna. Yang dimana konflik jelas antar agama ini terjadi pada agama Yahudi, Islam serta Kristen. Jika bisa disikapi dengan benar, keberagaman ini akan menimbulkan suatu hasil yang sangat psotif. Dan jika salah pada penafsiran atau pemahaman maka yang akan terjadi ialah pemicu bagi adanya konflik di kawasan tersebut.

# Ekonomi Pun Mendasari

Jika sebelumnya adalah keberagaman pada budayanya, maka saat ini konflik akan terjadi pada keanekaragaman dari Ekonominya. Dilihat langsunglah dari tingkatan kemakmuran yang dimiliki oleh suatu negara. Ntah itu dari kaya dan miskinnya, lalu sumber daya yang dimiliki oleh negaranyalah yang dapat memicu ketegangan yang spesifik dari tiap negara yang ada.

# Keberagaman Nilai Ideologi

Peranan dari edeologi pun ikut adil sebagai faktor untuk memciu terjadinya sebuah ketegangan yang ada. Terdapat Pan Islamisme, OKI serta Liga Arab lah yang merespon negara Israel muncul di snaa. Sekularisme, Komunisme dan Zionisme, yang menjadi aliran-aliran nyang timbul di kawasan Timur Tengah. perbedaan darfi Ideologi pun juga terjadi dari adanya kegamaan yang terpecah belah seperti Islam, Kristen, serta Yahudi yang emnimbul berbagai aliran keagamaan seperti Sunni-Syiah dan juga beberapa lainnya.

Faktor-faktor inilah yang jelas menjadi pemicu utama dari adanya ketegangan yang sering kmuncul di Kawasan Timur Tengah. meskipun nantinya akan berujung pada perbedaan kepentingan dan juga sudut pandang yang akan bermuaraa pada ekpresi politik. Yang akan dilihat dari Individunya atau perorangan, berkelompok atau sekalipun dengan adanya Negara.

Catatan Kritis SBY , Iran – Amerika Serikat

Berbicara penuh mengenai kesenjangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah, pasti tidak akan ada habisnya. Permasalaha ekonomi, serta peperangan yang terus menerus digencarkan oleh beberapa kawasan konflik yang ada di Negara Timur Tengah ini pun sudah menjadi konsumsi publik alias, sudah diketahui oleh publik di berbagai negara  mengenai kesenjangan Timur Tengah ini. diantaranya yang sedang hangat-hangatnya di perbincangkan akhir-akhir ini ialah mengenai kesenjangan geopolitik yang mempengaruhi situasi Global oleh negara Amerika dan juga Iran, pasca terjadinya pembunuhan Qassem Soleiman, sang Jendral terhormat dan ternama di Iran. Dimana Jendral ini termasuk pemimpin dari Elite Iran.

Selepas terjadinya pembunuhan tersebut, Iran pun tak terima dan gencar terhadap pengiriman Rudal yang dimiliki oleh negara tersebut. khusu lagi dikirimkan ke Markas Militer Amerika yang berada di Irak.

Catatan Kritis Global Iran dengan Amerika Serikat

Bagaimana ini bisa terjadi ?

Apa yang memicu hal tersebut ?

Adakah tanggapan dari sang presiden yakni Donald Trump atas masalah ini ?

Masalah ini lebih meniti kecatatan sejarah yang terjadi antara kedua negara tersebut. selain itu, Trump sendiri selaku presiden Amerika Serikat mengatakan dalam konferensi persnya tidak ada korban jiwa.

Lantas, nasib Indonesia selanjutnya bagaimana ?

Peperangan dunia ke 3 terlaksana, apakah Indonesia mendapatkan dampaknya ?..

Untuk Indonesia sendiri, mantan presiden RI ke-6 kita yakni Pak Susilo Bambang Yudhoyono atau kerap di sapa dengan pak SBY, angkat bicara mengenai pemikiran kritisnya terhadap Iran dengan Amerika. Kurang lebihnya catatan itu seperti ini.

Catatan Kritis Bersuara , SBY

# Catatan : Mengenai 3 Trillions Dollar War

Pak SBY sendiri selaku Doktor Ekonomi Politik Pedesaan, mengatakan dalam catatannya tersebut “ Mengapa, Donald Trump ini harus melakukan eksekusi terhadap Qassem Soleimani di Iran ? “ ..

Diambil dari buku berjudul The Three Trillion Dollar War 2008 oleh Prof. Stiglitz dan juga Linda Bilmes, mengenai peperangan Iran itu, dihargai 3 triliun dolar. Penggelinciran yang terjadi pada Saddam Hussein serta perebutan Irak ini sudah dalam kontrol negara Amerika Serikat yang terhitung mahal. Prof tersebut menuliskan patokan harganya dari 1 hingga 2 triliun dolar adanya. Jika bisa dikumpulkan secara full atau penuh semua, uang para taipan yang ada di Indonesia ini tidak akan sanggup untuk membiayai perang Iran itu.

Sebagai salah satu mantan Menteri Energi, pak SBY pasti sudah sangat paham akan siapa saja bandar-bandar perang Amerika di Irak itu. Serta mengetahui bagaimana penguasaan ladang-ladang minyak serta gas bumi yang membangun ISIS agar dapat menguasai ladang-ladang minyak tak hanya yang ada di Irak, namun juga berada di Suriah ( yang masih masuk kedalam kawasan Timur Tengah ) ditengahi oelh peperangan , bagaimana Food for Oil Polici itu bisa menangani krisis dalam membiayai peperangan.

Dengan Saddam lengser, otomatis Islam Sunni akan tergantikan atas rezim-rezim yang lebih dominan ke syiah. Maka, penetrasi yang dilakukan oleh Iran ke Irak pun semakin besar. Inilah yang membuat Trump panik, dan menilai sebagai salah satu ancaman besar yang terjadi. Jika saja hal itu benar terjadi, Trump takut akan kehilangan kepercayaan bandar minyak tersebut dan “ bye bye.. “ Trump di periode ke 2 akan hilang.

# Catatan : Imperium

Perang yang besar bukan hanya terjadi oleh 3 faktor yang sudah pak SBY sebutkan sebelumnya ( Miskalkulasi, pemimpin yang eratic, serta nasionalisme yang ekstrem ). Namun, hal ini lebih di perkuat dengan adanya bangsa dan juga kepemimpinannya ingin membangun sebuah Imperium. Yakni terdiri dari Imperium Romawi, Imperium Kristen romawi, Kalifah Islam serta Kolonialisme barat yang ditambahkan adanya semangat OBOR. Ini menjadi salah  satu contoh diman adanya sebuah kekuasaan yang bersifat besar untuk menguasai yang lemah.

Seperti halnya kekuasaan Amerika -> Timur Tengah yang berlangsung puluhan tahun dengan menggantikan sekutunya. Lalu disusul dengan Eropa , pasca oerang dunia 2 melalui keributan-keributan di Timur Tengah yang eskalasinya selalu terkontrol oleh Amerika Serikat.

Namun, beberapa tahun yang lalu Trump sendiri pernah kisruh dengan pemimpin Eropa dalam pertemuan NATO. Yang dimana Trump meminta sebuah iuran pengamanan dunia yang dibebankan kepada anggota NATO yang harus dinaikan biaya tersebut.  sikap Trump ini sendiri melumpuhkan adanya ISIS yang awal sekali dibesarkan oleh Amerika untuk menghadapi adanya pengaruh Rusia – Iran – Suriah yang justru malah memperburuk situasi tersebut. pasalnya, Iran serta Suriah tanpa ISIS pun juga sudah semakin kuat di Timur Tengah sana. Jika ini berlangsung, maka Imperium di Amerika dan Barat akan hancur sehancur hancurnya.

Lantas, terjadilah pembunuhan Jendral Qassem Soleimani yang dimana termasuk kedalam pembunuhan terencana dan juga presisi. Ini menjadi sebuah perang dari keharusan Amerika demi mempertahankan Imperium kekuasaanya.

# Catatan : Mengenai Atas Keterkaitan Dengan Indonesia

Pak SBY sendiri sempat menuliskan bahwasannya “ dunia sudah  diambang perang dengan tanpa melihat pentingnya sebuah kalimat satupun bagi Indonesia “..

Sejarah telah mencatat sebelumnya, bahwasannya Indonesia sendiri mendapatkan kemerdekaan karena adanya perang dunia Kedua. Tanpa dibantu ambisi Jepang dalam membangun Imperium Asia Raya, bisa dipastikan Pak Sukarno dan lainnya masih hidup di pengasingan.  Keterkaitan ini yang menyangkut ke negara Indonesia, bukan berarti harus ikut juga dalam menciptakan perang dunia ataupun berperan dalam mengikuti perdamaian dunia. Namun, disini tugasnya yakni kita harus bisa melihat apakah perang yang sebenarnya tidak memiliki kepastian ini memiliki sebuah manfaat untuk negeri ini ?.. atau jsutru hanya membuat buruk situasi yang artinya berdampak negatiof saja ?..

Pasti dengan situasi memanas di Timur Tengah, akan ada dampak yang di peroleh negara Indonesia. Yakni ;

  • Harga minyak akan menaik, karena negara kita termasuk kedalam negara net importir besar untuk perminyakan. Ototmatis, rakyat semakin dibuat susah dengan adanya kenaikan BBM ini.
  • Pertumbuhan ekonomi akan bertambah buruk dari hari ke harinya.
  • Ketegangan terjadi diantara kehidupan minoritas Syiah yang semakin membesar adanya.

Jika melihat lagi analisa yang dibuat oleh pak SBY, maka dalam hal Militernya, siapakah yang mungkin menjadi terorisnya ?

Lalu, jika benar terjadi, situasi kondisi di Indonesia sendiri seperti apa ?

Bisa kita yakini, bahwasannya situasi Timur Tengah ini memang akan sampai ke Indonesia. Dikarenakan, Islam Milita Indonesia akan memanfaatkan kekuatan anti RRC yang berada di Asia Tenggara yang merupakan sekutu dari Amerika Serikat. Sebagai salah satu fakta pendukungnya ialah, Rezim yang memiliki kecenderunagn terhadap RRC dan umat Islam dalam hal ini tidak mendapatkan kebijakan soal keuntungan politik. Apalagi amsalah pemerataan ekonomi,masih tidak akan mendapatkan akses tersebut.

Semoga dengan adanya catatan kritis dari Pak SBY ini , bisa membuat kita sadar akan situasi dunia yang semakin hari semakin kalut dalam dunia globalnya.

Perang Dunia III, Berpengaruhkah Dengan Indonesia ?

Jika berbicara mengenai negara Timur Tengah, pastinya ada keterkaitan mengenai perang Dunia ke 3 yang sedang digencarkan antara Amerika Serikat dengan Iran. Dimana telah terjadi pembunuhan Jendral Qassem dari Iran , Timur tengah oleh negara Amerika. Yang semula isu, ternyata berbuah fakta dan sudah menjadi viral di seluruh media yang ada di negara ini. Timur Tengah sendiri merupakan suatu wilayah yang bisa dilihat secara politis dan juga budaya masih masuk kedalam Benua Asia. Pusat dari Timur Tengah ini yakni Laut Mediterania dan juga Teluk Persia.

Amerika Dengan Iran

Mengulas sedikit perkara yang sedang dihadapi oleh Timur Tengah dengan Amerika, termasuk kedalam kesenjangan di situasi Global ini. dimana sudah di nilai dalam situasi bahaya. Banyak sudah pemerintahan kita yang memikirkan, dampak-dampak yang akan terjadi jika perang dunia ke 3 ini di langsungkan antara Iran dengan Amerika Serikat pasca terjadinya pembunuhan Jendral besar di Iran yakni Qassem. Tanpa terkecuali, mantan presiden kita pak SBY atau Susilo Bambang Yudhoyono pun membuat viral semua kalangan dengan menuliskan pemikiran beliau mengenai situasi Global yang sedang terjadi akhir-akhir ini. dimana dirinya viral dalam tulisannya Perang Besar Bisa Saja Terjadi Dikarenakan Miskalkulasi, Pemimpin Yang Eratik serta Nasionalisme Yang Ekstrim”.

Dengan viralnya tulisan itu, bukan berarti tak ada maksud, justru tulisan yang dibuat oleh pak SBY ini sudah dilatarbelakangi pada kasus pembunuhan Jendral Qassem Soleimani atas order dari Presiden Amerika, Siapa lagi kalau bukan Donald Trump. Hal ini lantas saja membuat semua rakyat Iran marah besar terhadap negara Amerika, pasalnya Jendral ini merupakan Jendral paling penting di Iran dan juga memiliki peranan penting dalam mengurusi pasukan Elite Iran, dan pasukan Quds , Iran ini benar-benar marah besar hingga ingin mengadakan balas dendam ke Amerika Serikat. Lantas, jika ini benar terjadi, apakah ada dampak yang akan Indonesia terima nantinya ?…

Penganalisaan Pak Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY )

Dari salah satu sumber yang mimin baca, yakni telah menceritakan, adanya suatu penganalisaan yang dilakukan oleh pak SBY mengenai situasi Global ini. diantara penganalisaan itu menghasilkan sebuah gambaran seperti :

# Adanya suatu gejolak sosial global

yang digagasi oleh 30 negara lebih untuk melawan pemerintahannya itu. Ini menjadi salah satu topik ancaman yang sangat serius sebagai situasi sebelum terjadinya kasus Qassem Soleimani itu terjadi. Pasca terjadinya pembunuhan, barulah semuanya kian memanas bagi geopolitik di Timur Tengah. mengapa disebutkan geopolitik Timur Tengah memanans ? .. hal ini disangkutkan kepada sosial di Timur Tengah, tepatnya di Iran, mencakup begitu luas. Yang didalamnya terdapat berbagai kawan maupun lawan yang sampai detik ini masih terlibat adanya konflik dengan negara tersebut.

Diantaranya yakni Rusia, Turki, Israel, Suriah, Arab Saudi, Libya, Mesir, Qatar, Afghanistan, Yaman serta NATO. Kalian bisa bayangkan, jika benar-benar semua negara itu masuk dan ikut berpartisipasi dalam peperangan tersebut, apa yang akan terjadi ?… jelas, Perang Dunia Ke III lah Yang Akan muncul, membuat situasi di berbagai negara menjadi panik termasuk Indonesia.

# Dalam hal ini, pak SBY

pun juga tidak begitu saja dengan mudahnya percaya akan krisis yang dialami saat ini akan menimbulkan suatu peperangan yang besar. Namun dalam hal ini pak SBY angkat tangan, dan menyerahkan langsung kepada Jendral-Jendral besar di Amerika Serikat, Irak dan juga Iran yang memutuskan hal tersebut. “ lalu, bagaimana dengan pemimpin-pemimpin di dunia lain?”…. DO NOTHING. Karena belum tahu akan kepastian terjadinya perang atau tidak. Kurang lebih pak SBY mengutarakannya seperti itu.

# Menurtu pak SBY sendiri

perang dunia yang ke I ini dilandasi oleh “Kecelakaan Sejarah “ atau dikenal dengan Unexpected Accident.  Sedangkan untuk perang dunia ke II dilandasi oleh “ strategic miscalculation” atau bisa diartikan sebagai salah satu perang terbuka diantara kedua negara ini bukanlah menjadi salah satu pilihan utama saja. Dimana serangan ini dilakukan secara dadakan oleh Negara Jepang dulu ke Pearl Harbour, USA. Yang menyebabkan macan tidur kembali bangun.

Perang ini dalam waktu kedepan, akan mempengaruhi miskalkulasi yang terjadi oleh para politisi serta Jendral yang ada di Amerika atau juga Iran. Termasuk kepada faktor lainnya, mengenai ada tidak kah aksi yang tidak bisa diduga akan terjadi dimana aset-aset militer yang ada di Amerika atau dimanapun berada kemungkinan untuk diserang. Hal ini biasanya dilakukan dengan tanpa adanya sepengetahuan Jendral di Iran dan juga Amerika.

# Faktor Kepemimpinan

Yakni Erraticl yang berarti kegelisahan atau tanggung jawab yang kurang dan juga gemar akan terjadinya perang yang menjadi pemicu utamanya. Pak SBY sendiri juga berdoa, agar kiranya nanti pemimpin Iran dan juga Donald Trump ini lebih mengedepankan untuk memilih jalan Diplomasi saja. Namun, hal ini tidak bia dianggap enteng juga oleh negara Iran. Bahwasannya negara tersebut terasa terhina atas kematian sang Jendral Qassem Soleiman. Sang pemimpin besar bagi Elite Iran. Namun, Beliau juga mengutarakan bahwasannya Amerika Serikat juga pernah merasakan hal terhina itu dengan terjadinya sebuah penyanderaan bagi 52 warga Amerika kurun waktu 4 ratus 4 puluh 4 hari (444) di Teheran, 1979 – 1981.

Dunia masih dikatakan dalam kondisi panas saat ini, sebab akibat adanya Gelombang Nasionalisme, Populisme, Rasisme serta Radikalisme yang tinggi dan juga kuat. Tren sejarahnya memang begitu, dan kita tidak bisa menyalah sebuah negara atas terjadinya hal-hal tersebut. SBY sendiri sempat mengutarakan bahwasannya Nasionalisme negara yang ada saat ini berkurang, dan berbeda pada saat zamannya dulu memerintah yang dimana semuanya serba senang akan berdialog dan juga diplomasi. Untuk saat ini ?… sudah bisa terbaca sikonnya, bahwa tidak ada semua hal yang dulu terjadi dimasa pak SBY ini.

# 3 Faktor dari luar

Terlihat dari diluarnya 3 faktor yang saling berkaitan yakni : faktor Miskalkulasi, Faktor pemimpin yang Eratik, serta faktor adanya Nasionalisme yang Ekstrim. Hal ini, Pak SBY pun melihat Trump dan juga Ayatollah Khamenei, menyadari adanya sebuah beban yang terlalu berat jika keduanya itu menyatakan adanya sebuah perang. Ini semua bisa dilihat baik dari dampak pada ratusan juta rakyat kedua negara tersebut maupun semua yang ada di kawasan Timur Tengah. pak SBY disini pun juga yakin pada mereka akan rasional serta nilai “ Bermoral “ yang bisa memungkinkan atau malah sangat memingkinkan lagi ketegangan ingin akan berujung kepada great deal atau  sebuah kesepakatan besar yang benar-benar strategi dan juga adil dalam sebuah Take and Give.

Nah, kira-kira begitulah analisa yang di buat oleh pak SBY yang bisa mimin sampaikan. Semoga artikel ini bisa membantu menambah wawawsan kalian mengenai Gejolak Politik yang ada di Negara Timur Tengah ini.