Perang Dunia III, Berpengaruhkah Dengan Indonesia ?

Jika berbicara mengenai negara Timur Tengah, pastinya ada keterkaitan mengenai perang Dunia ke 3 yang sedang digencarkan antara Amerika Serikat dengan Iran. Dimana telah terjadi pembunuhan Jendral Qassem dari Iran , Timur tengah oleh negara Amerika. Yang semula isu, ternyata berbuah fakta dan sudah menjadi viral di seluruh media yang ada di negara ini. Timur Tengah sendiri merupakan suatu wilayah yang bisa dilihat secara politis dan juga budaya masih masuk kedalam Benua Asia. Pusat dari Timur Tengah ini yakni Laut Mediterania dan juga Teluk Persia.

Amerika Dengan Iran

Mengulas sedikit perkara yang sedang dihadapi oleh Timur Tengah dengan Amerika, termasuk kedalam kesenjangan di situasi Global ini. dimana sudah di nilai dalam situasi bahaya. Banyak sudah pemerintahan kita yang memikirkan, dampak-dampak yang akan terjadi jika perang dunia ke 3 ini di langsungkan antara Iran dengan Amerika Serikat pasca terjadinya pembunuhan Jendral besar di Iran yakni Qassem. Tanpa terkecuali, mantan presiden kita pak SBY atau Susilo Bambang Yudhoyono pun membuat viral semua kalangan dengan menuliskan pemikiran beliau mengenai situasi Global yang sedang terjadi akhir-akhir ini. dimana dirinya viral dalam tulisannya Perang Besar Bisa Saja Terjadi Dikarenakan Miskalkulasi, Pemimpin Yang Eratik serta Nasionalisme Yang Ekstrim”.

Dengan viralnya tulisan itu, bukan berarti tak ada maksud, justru tulisan yang dibuat oleh pak SBY ini sudah dilatarbelakangi pada kasus pembunuhan Jendral Qassem Soleimani atas order dari Presiden Amerika, Siapa lagi kalau bukan Donald Trump. Hal ini lantas saja membuat semua rakyat Iran marah besar terhadap negara Amerika, pasalnya Jendral ini merupakan Jendral paling penting di Iran dan juga memiliki peranan penting dalam mengurusi pasukan Elite Iran, dan pasukan Quds , Iran ini benar-benar marah besar hingga ingin mengadakan balas dendam ke Amerika Serikat. Lantas, jika ini benar terjadi, apakah ada dampak yang akan Indonesia terima nantinya ?…

Penganalisaan Pak Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY )

Dari salah satu sumber yang mimin baca, yakni telah menceritakan, adanya suatu penganalisaan yang dilakukan oleh pak SBY mengenai situasi Global ini. diantara penganalisaan itu menghasilkan sebuah gambaran seperti :

# Adanya suatu gejolak sosial global

yang digagasi oleh 30 negara lebih untuk melawan pemerintahannya itu. Ini menjadi salah satu topik ancaman yang sangat serius sebagai situasi sebelum terjadinya kasus Qassem Soleimani itu terjadi. Pasca terjadinya pembunuhan, barulah semuanya kian memanas bagi geopolitik di Timur Tengah. mengapa disebutkan geopolitik Timur Tengah memanans ? .. hal ini disangkutkan kepada sosial di Timur Tengah, tepatnya di Iran, mencakup begitu luas. Yang didalamnya terdapat berbagai kawan maupun lawan yang sampai detik ini masih terlibat adanya konflik dengan negara tersebut.

Diantaranya yakni Rusia, Turki, Israel, Suriah, Arab Saudi, Libya, Mesir, Qatar, Afghanistan, Yaman serta NATO. Kalian bisa bayangkan, jika benar-benar semua negara itu masuk dan ikut berpartisipasi dalam peperangan tersebut, apa yang akan terjadi ?… jelas, Perang Dunia Ke III lah Yang Akan muncul, membuat situasi di berbagai negara menjadi panik termasuk Indonesia.

# Dalam hal ini, pak SBY

pun juga tidak begitu saja dengan mudahnya percaya akan krisis yang dialami saat ini akan menimbulkan suatu peperangan yang besar. Namun dalam hal ini pak SBY angkat tangan, dan menyerahkan langsung kepada Jendral-Jendral besar di Amerika Serikat, Irak dan juga Iran yang memutuskan hal tersebut. “ lalu, bagaimana dengan pemimpin-pemimpin di dunia lain?”…. DO NOTHING. Karena belum tahu akan kepastian terjadinya perang atau tidak. Kurang lebih pak SBY mengutarakannya seperti itu.

# Menurtu pak SBY sendiri

perang dunia yang ke I ini dilandasi oleh “Kecelakaan Sejarah “ atau dikenal dengan Unexpected Accident.  Sedangkan untuk perang dunia ke II dilandasi oleh “ strategic miscalculation” atau bisa diartikan sebagai salah satu perang terbuka diantara kedua negara ini bukanlah menjadi salah satu pilihan utama saja. Dimana serangan ini dilakukan secara dadakan oleh Negara Jepang dulu ke Pearl Harbour, USA. Yang menyebabkan macan tidur kembali bangun.

Perang ini dalam waktu kedepan, akan mempengaruhi miskalkulasi yang terjadi oleh para politisi serta Jendral yang ada di Amerika atau juga Iran. Termasuk kepada faktor lainnya, mengenai ada tidak kah aksi yang tidak bisa diduga akan terjadi dimana aset-aset militer yang ada di Amerika atau dimanapun berada kemungkinan untuk diserang. Hal ini biasanya dilakukan dengan tanpa adanya sepengetahuan Jendral di Iran dan juga Amerika.

# Faktor Kepemimpinan

Yakni Erraticl yang berarti kegelisahan atau tanggung jawab yang kurang dan juga gemar akan terjadinya perang yang menjadi pemicu utamanya. Pak SBY sendiri juga berdoa, agar kiranya nanti pemimpin Iran dan juga Donald Trump ini lebih mengedepankan untuk memilih jalan Diplomasi saja. Namun, hal ini tidak bia dianggap enteng juga oleh negara Iran. Bahwasannya negara tersebut terasa terhina atas kematian sang Jendral Qassem Soleiman. Sang pemimpin besar bagi Elite Iran. Namun, Beliau juga mengutarakan bahwasannya Amerika Serikat juga pernah merasakan hal terhina itu dengan terjadinya sebuah penyanderaan bagi 52 warga Amerika kurun waktu 4 ratus 4 puluh 4 hari (444) di Teheran, 1979 – 1981.

Dunia masih dikatakan dalam kondisi panas saat ini, sebab akibat adanya Gelombang Nasionalisme, Populisme, Rasisme serta Radikalisme yang tinggi dan juga kuat. Tren sejarahnya memang begitu, dan kita tidak bisa menyalah sebuah negara atas terjadinya hal-hal tersebut. SBY sendiri sempat mengutarakan bahwasannya Nasionalisme negara yang ada saat ini berkurang, dan berbeda pada saat zamannya dulu memerintah yang dimana semuanya serba senang akan berdialog dan juga diplomasi. Untuk saat ini ?… sudah bisa terbaca sikonnya, bahwa tidak ada semua hal yang dulu terjadi dimasa pak SBY ini.

# 3 Faktor dari luar

Terlihat dari diluarnya 3 faktor yang saling berkaitan yakni : faktor Miskalkulasi, Faktor pemimpin yang Eratik, serta faktor adanya Nasionalisme yang Ekstrim. Hal ini, Pak SBY pun melihat Trump dan juga Ayatollah Khamenei, menyadari adanya sebuah beban yang terlalu berat jika keduanya itu menyatakan adanya sebuah perang. Ini semua bisa dilihat baik dari dampak pada ratusan juta rakyat kedua negara tersebut maupun semua yang ada di kawasan Timur Tengah. pak SBY disini pun juga yakin pada mereka akan rasional serta nilai “ Bermoral “ yang bisa memungkinkan atau malah sangat memingkinkan lagi ketegangan ingin akan berujung kepada great deal atau  sebuah kesepakatan besar yang benar-benar strategi dan juga adil dalam sebuah Take and Give.

Nah, kira-kira begitulah analisa yang di buat oleh pak SBY yang bisa mimin sampaikan. Semoga artikel ini bisa membantu menambah wawawsan kalian mengenai Gejolak Politik yang ada di Negara Timur Tengah ini.