Fakta Yang diKetahui Tentang Perang Suriah

Ketika pada saat Amerika Serikat (AS) akan menyerang pangkalan militer Suriah yaitu pada Jumat, 7 April 2017, hal ini tentunya menjadi salah satu hal yang mengikatkan tentang kejadian 2003. Dimana pada saat itu AS menggempur Irak dengan dalih senjata pemusnah massal. Belakangan, ini dimana setelah diketahui 174.000 rakyat Irak yang tewas akibat perang itu, tersibak sebuah fakta bahwa Irak ternyata tidak mengembangkan senjata untuk pemusnah massal. Bayangkan, ketika sebuah kebohongan telah menjadi salah satu hal yang menyebabkan kematian ratusan ribu orang dan juga menyebabkan kehancuran sebuah bangsa. Dan, ironisnya, lagi dalam hal ini tidak ada yang bertanggung-jawab.

Fakta Yang diKetahui Tentang Perang Suriah

Apa hubungannya hal ini dengan sebuah serangan rudal AS yang dilesatkan ke Suriah baru-baru ini? Jadi, pada tanggal 7 April dimana tentara AS menembakkan 60 rudal tomahawk ke arah pangkalan militer Suriah yang berada di dekat kota Homs, Suriah. Serangan militer tersebut yang dimana secara tiba-tiba itu juga punya dalih: sebagai salah satu pembalasan atas serangan senjata kimia yang beracun yang dilakukan oleh militer dari pemerintah Suriah terhadap warga sipil.

Untuk diketahui, yang dimana pada tanggal 4 April lalu, pada saat itu terjadi serangan senjata kimia yang ada di kota Khan Sheikhoun, di sebuah Provinsi Idlib, Suriah yang terjadi di barat laut, yang dimana pada saat itu menewaskan 70-an orang warga sipil. AS yang langsung menuduh pemerintahan Bashar Al-Assad sendiri dimana  sebagai pelaku serangan senjata kimia tersebut.

Sayang, tuduhan itu adalah salah satu dari pemain situs joker123 dan tuduhan yang tidak didukung banyak bukti. Dan juga ternyata ironisnya, meski belum mengantongi sebuah bukti yang kuat, AS sendiri sudah melancarkan sebuah serangan penghukuman kepada suriah. Dan hal ini sendiri menjadi salah satu hal yang tidak menutup kemungkinan, AS yang menggunakan tuduhan yang tidak berdasar itu sebagai salah satu dalih untuk membuat sebuah agresi militer yang dibuat terhadap Suriah.

Berikut ini beberapa fakta terkait dengan perang Suriah:

Satu, tuduhan senjata kimia

Tuduhan dimana ketika pemerintahan Bashar Al Assad yang dituduh menggunakan senjata kimia dalam sebuah perang bukan kali ini saja. Tuduhan hal serupa juga sudah pernah bergulir yaitu pada tahun 2013 lalu. Namun, dari sebuah hasil investigasi tim independen yang dibentuk PBB tidak adanya sebuah bukti atas sebuah tuduhan tersebut. Carla del Ponte, yang dimana merupakan salah satu anggota yang ada dari tim investigasi PBB, yang dimana malah menyebut ketika kelompok oposisi Suriah yang malah menggunakan gas sarin.

Nah, tuduhan bahwa militer dari Assad yang menggunakan senjata kimia yang dilakukan di provinsi Idlib juga ternyata minim bukti. Sebagian sumber yang dimana dipakai oleh AS sendiri hanya berasal dari satu sisi, yakni adalah penentang pemerintahan dari  Assad dan juga media-media mainstream. Dr Shajul Islam, yang dimana dirinya jadi pahlawan dalam sebuah pemberitaan serangan senjata kimia ini, adalah salah satu orang bermasalah. Dia juga ternyata pernah terlibat penculikan dan juga penyiksaan dua jurnalis asing yang ada di Suriah yaitu pada tahun 2012. Dia juga ternyata diduga terkait dengan kelompok teroris jihad yang ada di Suriah.

Dokter inilah yang dimana dirinya melaporkan kejadian serangan gas yang dirinya bilang terjadi lewat kicauan-kicauannya di twitter. Bayangkan, dalam sebuah situasi dan juga serangan gas berbahaya dan juga pada saat situasi serba darurat, si dokter ini masih sempat-sempatnya main twitter. Foto dan juga video yang sempat diunggah oleh dokter dan juga paramedis soal serangan senjata kimia itu juga beberapa janggal. Beberapa foto yang dimana menunjukkan tim penyelamat tidak menggunakan sebuah sarung tangan dan juga menggunakan masker penghalau racun gas. Tentunya hal tersebut menjadi salah satu yang Aneh bukan?

Yang menarik juga dimana hasil dari analisa video yang ada dari Dokter Swedia untuk sebuah Hak Asasi Manusia atau (SWEDE). Menurut penyelidikan dimana analisa mereka, sebagian anak-anak yang sudah ditangani di dalam video itu yang sudah tidak bernyawa. Cara penyelamatannya juga yang non-medis dan juga kontra-produktif. Disamping itu juga dimana analisa suara dalam video tersebut yang juga janggal. Terkesan posisi korban yang juga diatur sedemikian rupa dengan sebuah  keperluan pengambilan gambar video itu.

White Helmet bukan pejuang kemanusiaan

White Helmet (WH), relawan dokter dan juga paramedis yang dimana menjadi pahlawan sekaligus juga seorang mesin propaganda isu serangan gas kimia ini, juga merupakan orang organisasi bermasalah. WH diketahui jiga dimana sangat pro-pemberontak dan juga anti-Assad. InfoWars menyebut WH yang dimana dirinya adalah jaringan Al-Qaeda yang juga didanai oleh George Soros dan juga pemerintah Inggris. WH, atau yang dimana sering juga dinamai Syria Civil Defense (SCD), yang dibentuk oleh seorang bekas militer Inggris, yaitu James Le Mesurier. Le Mesurier yang dirinya sendiri terkait dengan perusahaan militer swasta yang semacam Blackwater dan juga DynCorp.

Organisasi ini sendiri ternyata juga menerima dana 23 juta USD dari AS. Jutaan dollar yang juga didapat dari George Soros, Belanda dan juga Inggris. Juga dimana mereka mendapat sebuah fasilitas perlengkapan dan kendaraan yang mereka dapat dari Turki. Jadi, dimana jangan heran, ketika terjadi sebuah isu serangan senjata kimia yang ada di Idlib, Turki juga ternyata ikut cerewet. Beberapa foto dan juga video menunjukkan yang dimana beberapa personil white helmet yang terkait juga dengan beberapa kelompok jihadis, termasuk juga Front Al-Nusra, dan jaringan Al-Qaeda di Suriah.

Seorang dari anggota WH pernah mengumbar sebuah senyum di depan kamera usai dirinya memenggal leher seorang anak laki-laki. Media-media barat, yang  dimana juga sudah memang sejak awal anti-Assad, yang berperan besar dalam hal membesarkan WH. Sampai-sampai film mereka yang ada di Netflix mendapat sebuah hadiah film dokumenter terbaik di Academy Award dan juga masuk ke dalam nominasi Oscar.

Oposisi Suriah yang akan diuntungkan oleh serangan senjata kimia

Sebelum sebuah kejadian ini, pemerintahan Bashar Al-Assad yang dimana juga sedang di ujung kemenangan. Akhir 2016 lalu, dimana pada saat itu pasukan militer yang memang pemerintah berhasil untuk dapat merebut kembali Aleppo, yang dimana merupakan salah satu dari kota terbesar yang ada di Suriah, dari beberapa tangan pemberontak. Sebaliknya, ketika posisi oposisi dan juga kelompok dalam jihad yang dimana memang makin terjepit. Artinya, untuk dapat memukul habis mereka, pemerintah Al-Assad yang dimana tidak perlu menggunakan sebuah serangan gas kimia yang juga justru dimana akan mengundang sebuah  reaksi kemarahan internasional.

Tentu saja, kalau pemerintah Suriah yang memang benar menggunakan senjata kimia untuk dapat menghabisi lawannya yang dimana sudah lemas dan juga terjepit, itu tindakan yang menang sangat konyol. Sebab, hal tersebut merupakan sebuah tindakan konyol itu justru yang nantinya akan membuat Suriah sendiri akan digebuk ramai-ramai.

Itulah beberapa fakta yang ada tentang konflik yang ada di Timur Tengah, konflik yang berkepanjangan tersebut memang menjadi salah satu konflik yang juga menjadi salah satu yang mendapat banyak perhatian dari dunia. Semoga konflik tersebut dapat segera selesai.