Ketahui Tentang Perang Suriah Dengan Fakta Ini!

Jauh sebelum awal mula terjadinya sebuah konflik Suriah pertama kali dimulai, dimana pada saat itu banyak orang Suriah yang dimana mengeluh tentang tingginya untuk tingkat pengangguran, korupsi yang dimana menjadi salah satu hal yang meluas, kurangnya tentang kebebasan politik dan juga tentang represi negara yang ada  di bawah Presiden Bashar al-Assad, yang  dimana pada saat itu menggantikan ayahnya, Hafez, yang dimana terjadi pada 2000. Awal mula tentang perang yang dimana terjadi di Suriah yang semuanya terjadi pada bulan Maret 2011, demonstrasi dan pro-demokrasi yang dimana terinspirasi oleh Musim Semi di wilayah Arab (Arab Spring)  yang dimana kemudian meletus di kota selatan Deraa. Awal mula dari perang Suriah yang terjadi setelah penggunaan sebuah kekuatan tentang mematikan pemerintah yang digunakan untuk menghancurkan sebuah perbedaan  yang dimana hal ini menjadi salah satu pendapat yang kemudian segera memicu sebuah demonstrasi nasional yang dimana pada saat itu menuntut pengunduran diri presiden.

Ketahui Tentang Perang Suriah Dengan Fakta Ini!

Awal mula dari penyebab konflik yang ada di Suriah sendiri yang dimana dimulai ketika sebuah kerusuhan yang memang menyebar, tindakan keras  yang juga semakin meningkat. Dimana diketahui Para pendukung oposisi yang mulai mengangkat senjata, pertama untuk membela diri dan juga  kemudian mengusir para pasukan keamanan yang ada dari daerah mereka. Assad  yang kemudian berjanji untuk menghancurkan “terorisme yang  dimana didukung oleh  pihak asing” dan juga memulihkan sebuah kontrol atas negara. Kekerasan yang sangat meningkat dengan cepat dan juga negara tersebut yang kemudian menjadi negara yang  terjerumus ke dalam perang saudara, sekaligus juga hal ini menjadi sebuah awal mula dari terjadinya  perang Suriah karena dimana ratusan brigade  yang  menjadi pemberontak dibentuk untuk dapat melawan sebuah pasukan pemerintah.

MENGAPA PERANG BERLANGSUNG BEGITU LAMA?

Pada awal mula  terjadinya perang Suriah ini  dimana menjadi lebih dari sekedar sebuah pertempuran yang ada  antara mereka yang dimana melawan Assad. Faktor kunci yang dimana telah menjadi salah satu intervensi dari kekuatan regional dan juga dunia, termasuk  juga Iran, Rusia, Arab Saudi dan juga Amerika Serikat. Awal mula tentang terjadinya sebuah perang Suriah  yang dimana hal ini sendiri terjadi dengan adanya sebuah dukungan militer, finansial dan juga politik mereka yang digunakan untuk pemerintah dan juga untuk sebuah oposisi yang dimana  telah memberi sebuah kontribusi yang ada pada sebuah intensifikasi dan juga dimana sebuah kelanjutan awal mula adanya perang Suriah tersebut dimana menjadikan Suriah sendiri sebagai medan dari pertempuran proksi. Berikut ini adalah beberapa hal yang makin memperlama keberlangsungan dari perang Suriah. 

Kepentingan ekonomi dan politik AS di Suriah

Dimana tahun 2009, Presiden Suriah sendiri yang berasal dari Bashar al-Assad  yang dimana diketahui menolak proyek pipa Qatar. Proyek pipa itu, yang dimana juga menjadi salah satu proyek yang disetujui Qatar dan juga Turki, akan mengalirkan sejumlah gas alam dari Qatar ke pasar Eropa. Pipa gas itu yang dimana nantinya akan melalui dari Arab Saudi, Yordania, Turki dan juga tentu saja Suriah. Jika proyek ini dapat berhasil, ketergantungan Eropa yang dimana atas gas alam Rusia yang dimana akan berkurang. Yang  dimana hal ini tentunya menjadi salah satu hal yang juga membuat AS dan juga barat yang dimana mereka makin marah terhadap Assad  yang dimana adalah sebuah keputusannya yang dimana hal ini sendiri menjadi salah satu hal menyetujui proyek pipa Iran.

Bagi barat dan juga beberapa sekutunya, proyek pipa Iran ini yang dimana justru akan memperkaya dan juga akan memperkuat pengaruh negara Syiah yang ada di daerah timur tengah. Secara politik, dimana rezim Bashar Al-Assad  yang dimana adalah rezim nasionalis Ba’ath  yang terakhir ada di timur tengah. Rezim ini yang dimana punya relasi yang baik dengan negara Rusia dan negara-negara nakal  lainnya yang ada di Amerika latin. Boleh dikata, rezim Al-Assad  ini yang dinama merupakan salah satu dari penghalang dominasi AS  yang ada di timur tengah. Karena itu, AS yang dimana punya kepentingan untuk dapat menggulingkan Bashar Al-Assad. Disamping untuk dapat memutus tangan-tangan dari Rusia yang ada di timur tengah, juga hal ini digunakan untuk mengisolir Iran dan juga Hezboullah.

Tujuan AS adalah “regime change” di Suriah

Sejak awal, dimana tujuan tentang campur tangan AS yang dimana ada di Suriah adalah sebuah pergantian rezim  yang dimana menjadi cara  penggulingan Assad. Tidak mengherankan, jika dimana dalam hal ini AS yang dimana juga punya andil  yang cukup besar dalam hal menciptakan  sebuah perang sipil yang ada  di Suriah. AS juga yang dimana merupakan yang paling getol memblokir setiap upaya perundingan  atau damai di negara yang berpenduduk 24 juta jiwa itu.

AS sebagai penyokong kelompok Jihadis di Suriah

Ketika Arab sebagai Spring yang dimana negara tersebut berhasil menggelinding timur tengah, AS yang dimana salah satu negara yang terlibat sebagai negara yang mendorong sebuah situasi yang serupa di Suriah. Tetapi oposisi yang dimana jalannya tidak berjalan sukses.

Akhirnya, AS yang kemudian mendorong perjuangan bersenjata. AS yang dimana kemudian turut membantu tentang lahirnya Tentara Pembebasan dari Suriah atau Free Syrian Army  yang disebut dengan FSA, yang dimana hal ini juga menjadi salah satu hal yang termasuk memberi pelatihan, persenjataan, dan juga dengan sokongan pendanaan. Bahkan, dimana untuk memperhebat serangan yang ada terhadap rezim Assad, AS  yang juga menjadi menyokong kelompok-kelompok  dari jihadis yang ada di Suriah. Termasuk juga dengan Jabhat al-Nusra, yang dimana berafiliasi dengan Al-Qaeda 

Salafis, Ikhwanul Muslimin, dan juga Al-Qaeda yang dimana diketahui  adalah sebuah kekuatan yang utama  yang digunakan untuk mendorong  terjadinya pemberontakan di Suriah, demikian yang ada di  Memo  Departemen Pertahanan AS yang pada saat itu terjadi pada Agustus 2012. Bocoran Wikileaks yang dimana berulang kali membongkar persekongkolan antara AS, Israel, Turki dan juga negara sekutu teluk seperti Saudi Arabia, Qatar, dna juga negara lainnya yang ada dalam usaha menggulingkan Assad. Makanya  dalam hal ini jangan heran, jika AS tidak pernah serius dalam menggempur ISIS.

Serangan AS membunuh warga sipil Suriah

Tanpa mengurangi sebuah keprihatinan  yang ada terhadap korban yang disebabkan oleh serangan senjata kimia yang kalau memang ada, tetapi tentang serangan koalisi yang  dimana juga dipimpin oleh AS telah menjadi salah satu yang membunuh banyak sekali warga sipil yang ada di Suriah. Menurut sebuah data  yang ada dan juga diangkat dari Airwars, dimana sebuah lembaga monitoring  yang dimana berbasis di Inggris, yang ada dan digunakan untuk bulan Maret 2017 saja, di ketahui jika jumlah warga sipil yang  dimana sudah tewas akibat serangan koalisi pimpinan AS yang ada di Suriah dan juga Irak yaitu mencapai 1.472 orang. Sedangkan untuk sepanjang Agustus dari 2014 hingga juga Maret 2017, yaitu jumlahnya yang mencapai 2.831 orang.

Itulah beberapa hal yang bisa anda ketahui tentang awal mula terjadinya perang suriah. Perang Suriah yang sudah berlangsung selama ini adalah salah satu hal yang disebabkan beberapa elit politik dan juga beberapa negara lainnya. Semoga saudara kita yang berada di sana tetap kuat dan konflik yang selesai. Terimakasih.