Apakah ada Alasan Kenapa Perang Saudara di Arab Tidak Akan Pernah Berakhir? 2

Artikel ini melanjutkan artikel yang sebelumnya, dimana dengan secara singkat akan kami jelaskan kembali mengenai perang saudara yang ada di Arab, dalam kondisi ini perang antar saudara tidak akan mudah untuk berakhir bahkan ada yang mengatakan bahwa perang ini tidak akan pernah berakhir, karena rezim telah memberikan peluang untuk warga Arab sendiri pun bisa berperang antar saudara, karena rezim ini yang paling berkuasa di antara polisi nasional yang ada disana sehingga dalam hal inilah yang tidak bisa dikatakan untuk berhenti berperang antar saudara.

Identitas sipil pada era liberal ini pun menjadi Kontradiksi pada era liberal seperti ada pada kesenjangan ekonomi yang terjadi pada masyarakat yang ada disana, hal apapun dapat dengan mudah dimanipulasi pada sistem parlementer dan juga pemerintahan yang hanya untuk menguntungkan para kaum elit itu adalah menjadikan sebuah alasan di balik kejatuhannya dan juga perlucutannya oleh rezim dengan menggunakan otoriter dan populis yang ada di Arab. Mereka akan merebut paksa kekuasaan yang ada dengan cara apapun itu misalnya dengan cara kudeta yang kebanyakan itu akan bisa dijabarkan langsung menggunakan sebuah ikatan partisan. Bahkan dengan adanya rezim tradisionalis, legitimasi mereka dibangun dengan atas struktur yang memiliki beberapa keberpihakan yang telah mengendap lama dan melindungi sistem politik yang ada di wilayah sana.

Melucuti Domain Publik

Dari paruh kedua pada abad ke-20 hingga abad sekarang ini, ada negara-negara Arab yang melakukan ekspansi dan juga dengan mudah  mengambil alih sebuah kendali atas masyarakat nya melalui nasionalisasi seperti yang sering dilakukan oleh rezim populis atau melalui monopoli sumber kemakmuran yang ada di negara lain. Dengan cara itu, negara dengan mudah mulai menguasai mpo slot online terbaru perekonomian dan memberangus ruang publik itu. Semua orang yang ada di sana menjadi sandera keamanan nasional. Negara akan menjadi eksekutor kekuasaan, kemakmuran dan juga pada status sosialnya, meski kontrol nya itu ada pada negara itu sendiri hanya mungkin melalui sebuah ikatan partisan atau kekeluargaan.

Dengan melucuti sebuah domain publik seperti pers yang sangat bebas dan sistem parlementer yang ada, negara mulai menghancurkan ruang yang dimana ada sebuah identitas sipil dan nasional yang bisa saja untuk diayomi dan juga bisa untuk dikembangkan di luar lingkup kelompok sosial yang ada. Yang terakhir itu sudah mencakup kehidupan yang dilakukan sehari-hari dengan bertetangga, di klub-klub atau jejaring pertemanan yang ada juga dengan mudah menjadi ruang lingkup dari kelompok sosial dan ini meliputi kontak langsung atau ada sebuah lingkaran yang telah mendukung bisnis yang ada saat itu, yang sebaliknya itu akan ada berdasarkan melalui afiliasi kekeluargaan dan sektarian.

Hal ini sangat bertentangan dengan lingkup harian kelompok sosial yang ada di sekitarnya karena sangat berbeda dengan kelompok sosial yang ada, identitas yang sudah modern ini akan sangat terasa lebih terkesan lebih abstrak lagi, tidak memiliki sebuah berbentuk dan yang tidak biasa. Identitas ini akan langsung mengusung semangat yang sangat”kolektif” atau individu yang selalu sendiri hal ini pula yang membuatnya menjadi tidak termasuk kedalam hubungan sosial sehari-hari. “Bangsa” adalah salah satu contoh dari sebuah fenomena yang terjadi pada saat ini, yang paling terutama itu dengan seruan kolektif imajiner yang menggerakan hubungan masyarakat sekitar dengan aktifitas sehari-hari mereka. Hal ini sama seperti kata Benedict Anderson, memiliki sebuah identitas yang modern itu akan hanya ada jika kalian mulai dikembangkan di sepanjang lingkup yang sangat domain pada publik.

Teori ini sudah dibuktikan bahwa benar dari sudut pandang kelas, meskipun hal ini hanya bisa untuk disimak dalam konteks pergulatan yang terjadi di kelas itu sendiri. Terlebih lagi, jika identitas kelas hanya dapat bisa berperan jika untuk didukung oleh logika saja dan juga dengan kemerdekaan ekonomi yang ada, kecuali hal ini diganti dengan sistem kenegaraan yang akan menghasilkan sebuah keuntungan untuk pemerataan kemakmuran sekitarnya, hal ini bertransformasi dengan cara menjamin kemakmuran yang kalian miliki dan membeli kesetiaan yang ada pada orang lain dengan sangat mudah mungkin hal ini tidak akan pernah ada atau bahkan ada tetapi akan sangat sulit untuk didapatkan.

Dengan menggunakan aturan seperti memonopoli perekonomian masyarakat, negara yang dalam tradisi Arab ini akan menjadi jalur untuk menuju kemakmuran yang akan didapatkan oleh kelas yang modern. Kesejahteraan ini hanya bisa dicapai melalui negara dengan menggunakan  bentuk kontrak kerja atau memiliki sebuah izin ekspor dan juga impor, atau bahkan akan dilakukan mengamankan jabatan yang ada dari pemerintahan yang membuka peluang korupsi yang besar. Pada jenis interaksi yang seperti semacam ini memperkuat lagi suatu hubungan persaudaraan yang sudah diwakili oleh jejaring klientel di antara para pejabat pemerintah dan lingkarannya untuk mencapai sebuah kesuksesan yang sudah diharapkan oleh banyak nya orang yang berpikir demikian.

Negara Arab, entah itu dalam perannya akan menjamin kemakmuran atau akan menjamin populis, hal ini lah yang tidak pernah bisa untuk dianggap sebagai negara yang sudah modern dalam konteks normal, karena dimana masyarakat madani sedang berusaha untuk membangun sebuah bangsa yang sebenarnya yang baik dan benar menurut pandangan orang madani. 

Inilah ada Beberapa aktor yang Utama pada Perang Suriah

Bashar al Assad

Presiden Suriah Bashar al Assad ini bersama dengan rezim di Damaskus adalah penyebab yang paling utama dengan mulainya pecahnya perang saudara yang dimulai pada tahun 2011. Banyak rakyat yang tak puas atas kepemimpinannya selama 4 tahun silam sedang menggelar berbagai aksi protes kepadanya dan yang dijawab menggunakan tembakan peluru tajam. Dengan menggunakannya sumbu peledak perang ini lah yang menewaskan beberapa remaja yang telah menggambar grafiti bahwa mereka anti Assad di tahanan aparat keamanan sekitar.

Pemberontak yang ada di Suriah

Mereka mulai menampakan diri pada kelompok oposisi. Dalam kenyataannya yang sebenarnya itu mereka adalah kelompok militan yang mempunyai berbagai macam agenda, dan sangat kebetulan mereka memiliki satu sasaran, yaitu dengan menumbangkan rezim Bashar al Assad. Kelompok ini itu yang paling menonjol yaitu kelompok Free Syrian Army, serta Front al Nusra yang merupakan dari cabangnya al Qaeda di Suriah. Akibat terjadinya perang saudara ini, ada banyak orang kurang lebih sekitar 300.000 orang yang tewas dan ada lebih dari 12 juta warga Suriah mengungsi karena sedang ada peperangan di suriah hal ini yang dapat mereka lakukan untuk mengurangi korban jiwa lagi.

Islamic State atau IS

Walaupun kelompok ini baru muncul pada awal tahun 2014, IS ini merupakan sebuah kelompok yang bersenjata paling kuat dan juga yang paling ditakuti di Timur Tengah. Pada kelompok Sunni ini didukung langsung oleh pakar militer bekas pasukan yang sangat elit di Saddam Hussein dari Irak. Anggotanya itu mulai berdatangan dari berbagai negara Eropa yang ada jadi tidak hanya dari negara Timur Tengah saja yang bergabung pada kelompok Islamic State ini. Sudah ada dari berbagai kebanyakan anak muda yang mengikuti, militan, radikal, dan mempunyai keahlian pada bidang militer ataupun pada teknologi informatika. IS kini telah menguasai kawasan yang sangat luas di Suriah dan Irak.