Konflik Timur Tengah : Terjadinya Perang Irak dan Iran

Pada artikel sebelumnya, kalian sudah membaca dan sudah mengetahui bahwa Konflik di Timur Tengah juga sudah dirasakan oleh Israel dan Palestina. Dimana konfliknya sendiri menjadi sebuah perang yang begitu abadi di antara kedua negara ini. Namun ada juga beberapa artikel sebelum ini, kalian melihat konflik Perang Irak dan Iran. namun kali ini kami akan lebih spesifik lagi memberitahukan adanya peperangan di antara kedua negara tersebut. 

Dulu waktu jaman sekolah, kalian senang enggak sih sama yang namanya pelajaran Sejarah ? …. Bila senang, mungkin masih ada nih di bayangan kalian bagaimana perang Irak dan Iran ini bisa terjadi. Perang ini dimulai pada awal tahun 1980 sampai dengan tahun 1988 silam. Dulunya di tahun 1980 sudah terjadi sebuah peperangan antara Negara Irak dan juga Negara Iran. konflik Timur Tengah ini sudah terjadi sekitar 8 tahun lamanya. Dimulai dari tahun 1980 sampai berakhir di tahun 1988. Jika ada perang, pastinya akan ada sebab mengapa perang tersebut bisa terjadi. Jadi kalian tahu dong, bahwa pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai konflik Timur Tengah yang terjadi antara Irak dan Iran. 

Latar Belakang Terjadinya konflik Irak dan Iran 

Dari situs ruangguru.com, disini kami menemukan adanya ringkasan atas latar belakang mengenai terjadinya peperangan pada konflik Irak dan Iran di Timur Tengah. Ringkasan ini sendiri sudah terdiri atas beberapa faktor seperti halnya : 

  • Terdapat sebuah keinginan dari Irak dan iran yang memang ingin menguasai sungai Shatt Al Arab. dimana Sungai Shatt Al Arab ini menjadi sebuah jalur perairan strategis yang akan mampu memisahkan Negara Irak dan Iran menuju ke Teluk Persia. Dari sepanjang perairan ini sudah dibangun atas pelabuhan-pelabuhan besar. Selain itu, wilayah ini juga menjadi jalur ekspor minyak sehingga menjadi sebuah wilayah sengketa yang nyata. 
  • Adanya sebuah keinginan juga dari negara Irak dan Iran untuk bisa menjadi penguasa Kawasan Teluk. Hal ini juga sudah dilakukan sejak negara Inggris bisa mengakhiri sebuah keterlibatan militernya pada kawasan teluk pada tahun 1971 silam. 
  • Lalu adapun Saddam Husein yakni seorang Presiden dari Negara Irak, dimana mereka ini adalah seorang muslim dengan aliran Sunni yang mengkhawatirkan akan adanya pemberontakan Syiah di Irak. nah pemberontakan ini sudah langsung terinspirasi dari terjadinya revolusi Iran di bawah langsung dari pimpinan Ayatullah Khomeini. 
  • Kini waktu melemahnya kekuatan Iran pasca Revolusi pada tahun 1979. Saddam Husein bisa yakin bahwa keadaan Irak sedang tidak stabil setelah revolusi karena eksekusi mati bagi para perwira-perwira perang yang pro terhadap Shah Reza Pahlevi. Hal ini nyatanya mampu untuk menguntungkan invasi yang memang akan dilakukan oleh negara Irak.

Jika dilihat langsung atas beberapa faktor di atas ini, maka terjadinya perang antara Irak dan Iran mampu disebabkan oleh adanya kepentingan dan juga keinginan yang sama di dalam menguasai sebuah wilayah. Perebutan wilayah tersebut yang kemudian mampu memicu kemunculan peperangan di antara keduanya. 

Awal Jalannya Peperangan Irak dan Iran 

Bisa dikatakan ini awal berlangsungnya perang Irak dan Iran. seperti yang sudah kami berikan penjelasan diatas tadi, dimana awal peperangan di antara kedua negara tersebut pada tahun 1980 silam. Dimana pada tahun ini, sedang berlangsungnya acara Konferensi Ekonomi Internasional yang sudah diselenggarakan oleh persatuan Mahasiswa Asia di Irak. Tiba-tiba saja ada sebuah bom yang langsung meledak dan tentunya mampu dalam menggagalkan acara tersebut. 

Karena kejadian inilah, yang membuat Irak sudah menganggap bahwa Iran sedang menantang untuk Perang. Selang 5 bulan setelahnya, lebih tepat pada tanggal 4 September tahun 1980, Iran secara tiba-tiba melakukan serangan dengan lancar ke beberapa wilayah di Irak. dimana wilayah ini mencakup : Desa Khanaqin – kawasan Muzayanah – Zurbaniyah – Qata Mandali serta Kawasan Mustapha dan juga menyerang daerah Instalasi minyak Neft Khaneh. Akibat atas serangan tersebut, puluhan rakyat Irak sudah menjadi korban. 

Kemudian disini Irak tidak tinggal diam begitu saja. Tak sampai sebulan, tepatnya pada tanggal 22 September tahun 1980 Irak sudah memulai serangan balasan. Disini irak sudah mulai menghancurkan pusat-pusat persenjataan berat dan juga pelabuhan atas udara Mehrabad – Teheran – Iran. 

Irak – juga berhasil dalam menduduki Pulau Tumb Besar dan juga Tumb Kecil atas wilayah sengketa kedua negara yang sudah langsung dikuasai oleh Iran selama ratusan tahun. Serangan ini kemudian dianggap sebagai kemenangan Irak. Akan tetapi Iran tidak tinggal diam begitu saja, dimana Iran mulai kembali dalam melakukan serangan balasan ke wilayah Basra dan Wasit. 

Peran ini pun semakin berlanjut, dengan aksi saling balas  serang juga tidak bisa dihindari lagi. Sampai pada akhirnya, pada bulan April tahun 1983 Irak mampu menghancurkan sumur Minyak yang berada di Nowruz yang mana membawa dampak besar bahkan ke negara-negara tetangganya. Dampaknya juga akan sangat buruk, dimana sumber daya air di sekitar wilayah Teluk sudah benar-benar tercemar oleh minyak. Hal ini akan membuat harga air minum di wilayah ini sangat amat mahal. Bahkan dari harga satu liter air pada saat itu hampir 5 kali dari harga standar minyak mentah OPEC. beberapa negara yang terkena dampak dari ini semua adalah : Negara Qatar – Negara Kuwait – Negara Bahrain. 

PERANG IRAK DAN IRAN TAHUN 1980 – 1988

Jumlah dari Korban yang terdampak akibat perang ini sudah bisa diperkirakan sebanyak 1.000.000.Korban tewas di antara kedua belah pihak ( Irak dan Iran ) diperkirakan sebanyak 50.000 jiwa. Dimana iran sudah menjadi pihak yang menderita kerugian paling besar lagi.
Sudah diperkirakan kurang lebihnya sebanyak 50.000 sampai 100.000 orang di Kurdi atau kelompok etnis di Timur Tengah telah terbunuh oleh serangan pasukan Irak selama rangkaian kampanye militer, yang sudah diberi nama kode Anfal atau Rampasan yang sudah berlangsung pada tahun 1988 silam. 

Akhir Peperangan Irak dan Iran 

Perang yang sudah berlangsung selama 8 tahun ini ternyata tidak akan membuahkan hasil. Sebab dalam perang ini tidak ada yang mendapatkan kemenangan dan tidak ada yang bisa dikatakan kalah juga. Sampai pada akhirnya, perang bisa berakhir setelah negara iran mampu menerima sebuah Resolusi Dewan Keamanan PBB No 598 pada tahun 1988. Pada resolusi ini, Iran juga akan diminta untuk melaksanakan sebuah gencatan senjata yang ada. Hal ini akan mengacu pada perjanjian Algiers yang telah disusun sejak tahun 1975 dan sudah disepakati oleh keduanya. 

Bagi yang belum tahu, Perjanjian Algier ini merupakan sebuah pernjanjian antara Irak dan Iran yang langsung dipelopori oleh Presiden Aljazair yakni Houari Boumedienne. Perjanjiannya sendiri sudah dilaksanakan di ibukota Aljazair yakni Algiers atau bisa disebut dengan Aljir. Tujuannya agar mampu dalam meredam perselisihan di antar kedua negara tersebut. Dimana pada perjanjian ini sudah dipertemukannya petinggi dari kedua negara. Yakni Saddam hussein dari irak dan juga Shah Reza pahlevi dari iran, dimana perjanjian Algier bisa ditandatangani pada tahun 1975. 

Perjanjian Algiers pada Tahun 1975 Dari kedua negara ini akan mampu melaksanakan penentuan batas dari perairan pada dasar Konstantinopel pada tahun 1931 dan atas dasar jalur Thalweg yang sudah terletak di Shatt Al-Arab. Irak dan juga Iran setuju untuk bisa memasuki sistem kerjasama keamanan di sepanjang perbatasan. Kedua negara harus bisa bertekad melakukan pengawasan ketat dan efektif terhadap perbatasan bersama, guna mengakhiri setiap bentuk infiltrasi dalam konteks militer. Jika sudah terjadi pelanggaran atau sebuah perselisihan atas perjanjian Algiers, langsung ditunjukan negara ketiga sebagai penengah atau diselesaikan melalui mahkamah internasional.