Author: Landon Peck

Mencaritahu Faktor Dari Konflik Di Timur Tengah!!

Jika berbicara masalah konflik, maka akan sangat identik dengan apa yang selalu terjadi di Timur Tengah. apalagi, belom lama ini Amerika Serikat melakukan serangan terhadap Jendral Iran. Yang dimana hal ini menambah catatan baru pada buku sejarah negara Iran sekaligus wilayah yang ada di Timur Tengah di mata dunia. Sebenarnya hampir semua negara selalu mengalami yang namanya konflik, namun bukan mengacu pada peperangan yang terjadi diantara negaranya itu. Misalnya saja jika di Timur Tengah terjadi Konflik yang mengacu pada mempecah belah negara dikarenakan banyaknya kepentingan politik dan perebutan kekuasaan saja. Namun beda hal lagi jika konflik yang kita bahas ialah konflik yang ada di Indonesia. Pasalanya jika membawa konflik yang ada di Timur Tengah sana ke Indonesia maka hal yang akan terjadi ialah konfliknya akan sangat ideologis sekali.

Bisa saja selain itu akan menyangkut sektarian, lalu antar agama yang ada, atau aliran-aliran agama yang di jalankan. Namun, dalam hal ini bukan menjadi alasan utama kita dalam melihat terjadinya konflik politik yang ada di Timur Tengah sana. Tetapi, harus melihat secara jangkauan luas atau Global agar tetap murni dari sudut pandang apapun itu.

Menelisik Awal Wilayah Timur Tengah

Jika bermain-main dengan yang namanya catatan bersejarah, maka Kawasan dari Timur Tengah ini memanglah memiliki yang namanya akar utama dan juga menjadi salah satu tempat peradaban tua yang ada di dunia. Dari dulu, memang kawasan inilah yang menjadi pusatnya perhatian semua orang. Bahkan menurut cerita, Adam dan juga Hawa diturunkan di bumi tepat di kawasan Timur Tengah yang banyak sudah dikenal oleh orang-orang muslim ialah “ Jabal Rahmah “. Dan kebudayaan yang sangatlah terkenal disana adalah beberapa sungai yang sangatlah terkenal. Dan dari sistem sunagi inilah yang memberikan sebuah hidup bagi peradaban-peradaban besar yang ada di Timur Tengah pad saat Islam belum masuk ke kawasan tersebut.

Jadi sudah tahu dong, ada banyak alasan sudah mengapa kawasan di Timur Tengah ini dari dulu sampai sekarang ini menjadi kawasan yang sangatlah penting. Salah satunya adalah kawasan penghubung yakni 3 benua yang sudah terkenal ; Asia, Afrika, serta Eropa. Lalu, bagaimana bisa timbulnya konflik ini ?.. lahirnya sebuah konflik ini di picu sekali awalnya pada keberagaman penduduk dan juga latar belakang dari kawasan Timur Tengah ini. termadsuk pada aliran agama yang ada  serta pengaruh dari Ideologi Sbobet88 itu sendiri. Sedikit cerita tambahan saja, bahwasannya pemicu dari konflik ini juga bisa berasal dari Jalur Laut yang memang menunjukan superioritas militer, yang termasuk kepada pengangkutan Ekspor minyak yang terjadi dari negara-negara yang ada di Timur Tengah sana.

Faktor Yang Mendasari Pemicu Utama Ketegangan

Ketegangan yang selalu muncul di wilayah Tiamur Tengah ini memang di landasi oleh banyaknya faktor yang ada di dalamnya. Diaman, konflik pemicu ini sendiri datang dari kawasan Timur Tengah murni dan juga ada yang datang dari luar kawasan yang juga ikut berkepentingan di dalamnya. Poin utama yang bisa menjabarkan ini semua terletak pada ke strategisan posisi kawasan yang memang mendasari penghubung bagi jalur  ekonomi perdagangan serta pertahan global dari ke 3 benua yang sudah mimin kasih tahu di atas tadi.

Dan Faktor lainnya yang memicu ialah berasal dari keanekaragaman yang ada, terjabarkan oleh faktor berikut ini :

# Geografis Dari Timur Tengah

Dari sini saja su8dah bisa menimbulkan perbedaan dari sisi wilayah. Dimana terdapat wilayah yang luas dan juga sempit sehingga hadirlah pemicu yang mendominasi ini. termasuk lagi pada pendekatan regional yang memang tak jarang memicu akan ketegangan dari kawasan yang ada di Timur Tengah. Seperti halnya mencakup kawasan Arab yang lebih inti. Maka, kalian akan melihat betapa banyaknya konflik yang sudah terjadi di kawasan-kawasan tersebut.

# Masalah Mengenai Kepemilikan Air

Air Tawar atau juga Air Laut ini memicu adanya sebuah konflik yang mengakibatkan Keterbatasan pada Akses airnya. Nah, dari perbatasan inilah yang permasalahkan oleh konflik yang terjadi di Timur Tengah ( Potensi akan kekayaan air lautnya, lalu air mineralnya, beberapa pulau-pulau yang ada di sekitarnya serta pendapatan dari kepemilikan laut yang ada). Itu yang bisa memicu terjadinya konflik dari sisi kepemilikan air laut. Namun berbeda lagi untuk air tawar, yang dimana ini bisa menjadi akses air bersih, lalu untuk irigasi suatu lahan, serta sebagai alat untuk pembangkit listrik.

# Keanekaragaman Agama

Sebenanrnya bukan hanya pada agama saja, namun sudah menjadi akar budaya dan juga suku kabilah yang ada. Seperti yang sudah di jelaskan di atas, bbahwasannya tercatat dari sejarah konfliknya juga berada pada peradaban besar yang mencakup beberapa wilayah Sungai sebagai nafas hidup peradaban besar tersebut. dan dari sinilah, muncul sekali berbagai madcam ras yang ada. Dimana ras ini terdiri dari Ras Semit dengan Ras Gabungan.

Golongan ras Semit ini memang di khsusukan untuk golongan Arab. Dan untuk golongan Ras Gabungan, maka akan munculnya negara seperti Turki, lalu memiliki unsur negara Mongolia, dan ada juga Kurdi. Dan kalau dilihat dari agama pun bisa memciu konflik yang ada di sna. Yang dimana konflik jelas antar agama ini terjadi pada agama Yahudi, Islam serta Kristen. Jika bisa disikapi dengan benar, keberagaman ini akan menimbulkan suatu hasil yang sangat psotif. Dan jika salah pada penafsiran atau pemahaman maka yang akan terjadi ialah pemicu bagi adanya konflik di kawasan tersebut.

# Ekonomi Pun Mendasari

Jika sebelumnya adalah keberagaman pada budayanya, maka saat ini konflik akan terjadi pada keanekaragaman dari Ekonominya. Dilihat langsunglah dari tingkatan kemakmuran yang dimiliki oleh suatu negara. Ntah itu dari kaya dan miskinnya, lalu sumber daya yang dimiliki oleh negaranyalah yang dapat memicu ketegangan yang spesifik dari tiap negara yang ada.

# Keberagaman Nilai Ideologi

Peranan dari edeologi pun ikut adil sebagai faktor untuk memciu terjadinya sebuah ketegangan yang ada. Terdapat Pan Islamisme, OKI serta Liga Arab lah yang merespon negara Israel muncul di snaa. Sekularisme, Komunisme dan Zionisme, yang menjadi aliran-aliran nyang timbul di kawasan Timur Tengah. perbedaan darfi Ideologi pun juga terjadi dari adanya kegamaan yang terpecah belah seperti Islam, Kristen, serta Yahudi yang emnimbul berbagai aliran keagamaan seperti Sunni-Syiah dan juga beberapa lainnya.

Faktor-faktor inilah yang jelas menjadi pemicu utama dari adanya ketegangan yang sering kmuncul di Kawasan Timur Tengah. meskipun nantinya akan berujung pada perbedaan kepentingan dan juga sudut pandang yang akan bermuaraa pada ekpresi politik. Yang akan dilihat dari Individunya atau perorangan, berkelompok atau sekalipun dengan adanya Negara.

Catatan Kritis SBY , Iran – Amerika Serikat

Berbicara penuh mengenai kesenjangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah, pasti tidak akan ada habisnya. Permasalaha ekonomi, serta peperangan yang terus menerus digencarkan oleh beberapa kawasan konflik yang ada di Negara Timur Tengah ini pun sudah menjadi konsumsi publik alias, sudah diketahui oleh publik di berbagai negara  mengenai kesenjangan Timur Tengah ini. diantaranya yang sedang hangat-hangatnya di perbincangkan akhir-akhir ini ialah mengenai kesenjangan geopolitik yang mempengaruhi situasi Global oleh negara Amerika dan juga Iran, pasca terjadinya pembunuhan Qassem Soleiman, sang Jendral terhormat dan ternama di Iran. Dimana Jendral ini termasuk pemimpin dari Elite Iran.

Selepas terjadinya pembunuhan tersebut, Iran pun tak terima dan gencar terhadap pengiriman Rudal yang dimiliki oleh negara tersebut. khusu lagi dikirimkan ke Markas Militer Amerika yang berada di Irak.

Catatan Kritis Global Iran dengan Amerika Serikat

Bagaimana ini bisa terjadi ?

Apa yang memicu hal tersebut ?

Adakah tanggapan dari sang presiden yakni Donald Trump atas masalah ini ?

Masalah ini lebih meniti kecatatan sejarah yang terjadi antara kedua negara tersebut. selain itu, Trump sendiri selaku presiden Amerika Serikat mengatakan dalam konferensi persnya tidak ada korban jiwa.

Lantas, nasib Indonesia selanjutnya bagaimana ?

Peperangan dunia ke 3 terlaksana, apakah Indonesia mendapatkan dampaknya ?..

Untuk Indonesia sendiri, mantan presiden RI ke-6 kita yakni Pak Susilo Bambang Yudhoyono atau kerap di sapa dengan pak SBY, angkat bicara mengenai pemikiran kritisnya terhadap Iran dengan Amerika. Kurang lebihnya catatan itu seperti ini.

Catatan Kritis Bersuara , SBY

# Catatan : Mengenai 3 Trillions Dollar War

Pak SBY sendiri selaku Doktor Ekonomi Politik Pedesaan, mengatakan dalam catatannya tersebut “ Mengapa, Donald Trump ini harus melakukan eksekusi terhadap Qassem Soleimani di Iran ? “ ..

Diambil dari buku berjudul The Three Trillion Dollar War 2008 oleh Prof. Stiglitz dan juga Linda Bilmes, mengenai peperangan Iran itu, dihargai 3 triliun dolar. Penggelinciran yang terjadi pada Saddam Hussein serta perebutan Irak ini sudah dalam kontrol negara Amerika Serikat yang terhitung mahal. Prof tersebut menuliskan patokan harganya dari 1 hingga 2 triliun dolar adanya. Jika bisa dikumpulkan secara full atau penuh semua, uang para taipan yang ada di Indonesia ini tidak akan sanggup untuk membiayai perang Iran itu.

Sebagai salah satu mantan Menteri Energi, pak SBY pasti sudah sangat paham akan siapa saja bandar-bandar perang Amerika di Irak itu. Serta mengetahui bagaimana penguasaan ladang-ladang minyak serta gas bumi yang membangun ISIS agar dapat menguasai ladang-ladang minyak tak hanya yang ada di Irak, namun juga berada di Suriah ( yang masih masuk kedalam kawasan Timur Tengah ) ditengahi oelh peperangan , bagaimana Food for Oil Polici itu bisa menangani krisis dalam membiayai peperangan.

Dengan Saddam lengser, otomatis Islam Sunni akan tergantikan atas rezim-rezim yang lebih dominan ke syiah. Maka, penetrasi yang dilakukan oleh Iran ke Irak pun semakin besar. Inilah yang membuat Trump panik, dan menilai sebagai salah satu ancaman besar yang terjadi. Jika saja hal itu benar terjadi, Trump takut akan kehilangan kepercayaan bandar minyak tersebut dan “ bye bye.. “ Trump di periode ke 2 akan hilang.

# Catatan : Imperium

Perang yang besar bukan hanya terjadi oleh 3 faktor yang sudah pak SBY sebutkan sebelumnya ( Miskalkulasi, pemimpin yang eratic, serta nasionalisme yang ekstrem ). Namun, hal ini lebih di perkuat dengan adanya bangsa dan juga kepemimpinannya ingin membangun sebuah Imperium. Yakni terdiri dari Imperium Romawi, Imperium Kristen romawi, Kalifah Islam serta Kolonialisme barat yang ditambahkan adanya semangat OBOR. Ini menjadi salah  satu contoh diman adanya sebuah kekuasaan yang bersifat besar untuk menguasai yang lemah.

Seperti halnya kekuasaan Amerika -> Timur Tengah yang berlangsung puluhan tahun dengan menggantikan sekutunya. Lalu disusul dengan Eropa , pasca oerang dunia 2 melalui keributan-keributan di Timur Tengah yang eskalasinya selalu terkontrol oleh Amerika Serikat.

Namun, beberapa tahun yang lalu Trump sendiri pernah kisruh dengan pemimpin Eropa dalam pertemuan NATO. Yang dimana Trump meminta sebuah iuran pengamanan dunia yang dibebankan kepada anggota NATO yang harus dinaikan biaya tersebut.  sikap Trump ini sendiri melumpuhkan adanya ISIS yang awal sekali dibesarkan oleh Amerika untuk menghadapi adanya pengaruh Rusia – Iran – Suriah yang justru malah memperburuk situasi tersebut. pasalnya, Iran serta Suriah tanpa ISIS pun juga sudah semakin kuat di Timur Tengah sana. Jika ini berlangsung, maka Imperium di Amerika dan Barat akan hancur sehancur hancurnya.

Lantas, terjadilah pembunuhan Jendral Qassem Soleimani yang dimana termasuk kedalam pembunuhan terencana dan juga presisi. Ini menjadi sebuah perang dari keharusan Amerika demi mempertahankan Imperium kekuasaanya.

# Catatan : Mengenai Atas Keterkaitan Dengan Indonesia

Pak SBY sendiri sempat menuliskan bahwasannya “ dunia sudah  diambang perang dengan tanpa melihat pentingnya sebuah kalimat satupun bagi Indonesia “..

Sejarah telah mencatat sebelumnya, bahwasannya Indonesia sendiri mendapatkan kemerdekaan karena adanya perang dunia Kedua. Tanpa dibantu ambisi Jepang dalam membangun Imperium Asia Raya, bisa dipastikan Pak Sukarno dan lainnya masih hidup di pengasingan.  Keterkaitan ini yang menyangkut ke negara Indonesia, bukan berarti harus ikut juga dalam menciptakan perang dunia ataupun berperan dalam mengikuti perdamaian dunia. Namun, disini tugasnya yakni kita harus bisa melihat apakah perang yang sebenarnya tidak memiliki kepastian ini memiliki sebuah manfaat untuk negeri ini ?.. atau jsutru hanya membuat buruk situasi yang artinya berdampak negatiof saja ?..

Pasti dengan situasi memanas di Timur Tengah, akan ada dampak yang di peroleh negara Indonesia. Yakni ;

  • Harga minyak akan menaik, karena negara kita termasuk kedalam negara net importir besar untuk perminyakan. Ototmatis, rakyat semakin dibuat susah dengan adanya kenaikan BBM ini.
  • Pertumbuhan ekonomi akan bertambah buruk dari hari ke harinya.
  • Ketegangan terjadi diantara kehidupan minoritas Syiah yang semakin membesar adanya.

Jika melihat lagi analisa yang dibuat oleh pak SBY, maka dalam hal Militernya, siapakah yang mungkin menjadi terorisnya ?

Lalu, jika benar terjadi, situasi kondisi di Indonesia sendiri seperti apa ?

Bisa kita yakini, bahwasannya situasi Timur Tengah ini memang akan sampai ke Indonesia. Dikarenakan, Islam Milita Indonesia akan memanfaatkan kekuatan anti RRC yang berada di Asia Tenggara yang merupakan sekutu dari Amerika Serikat. Sebagai salah satu fakta pendukungnya ialah, Rezim yang memiliki kecenderunagn terhadap RRC dan umat Islam dalam hal ini tidak mendapatkan kebijakan soal keuntungan politik. Apalagi amsalah pemerataan ekonomi,masih tidak akan mendapatkan akses tersebut.

Semoga dengan adanya catatan kritis dari Pak SBY ini , bisa membuat kita sadar akan situasi dunia yang semakin hari semakin kalut dalam dunia globalnya.

Perang Dunia III, Berpengaruhkah Dengan Indonesia ?

Jika berbicara mengenai negara Timur Tengah, pastinya ada keterkaitan mengenai perang Dunia ke 3 yang sedang digencarkan antara Amerika Serikat dengan Iran. Dimana telah terjadi pembunuhan Jendral Qassem dari Iran , Timur tengah oleh negara Amerika. Yang semula isu, ternyata berbuah fakta dan sudah menjadi viral di seluruh media yang ada di negara ini. Timur Tengah sendiri merupakan suatu wilayah yang bisa dilihat secara politis dan juga budaya masih masuk kedalam Benua Asia. Pusat dari Timur Tengah ini yakni Laut Mediterania dan juga Teluk Persia.

Amerika Dengan Iran

Mengulas sedikit perkara yang sedang dihadapi oleh Timur Tengah dengan Amerika, termasuk kedalam kesenjangan di situasi Global ini. dimana sudah di nilai dalam situasi bahaya. Banyak sudah pemerintahan kita yang memikirkan, dampak-dampak yang akan terjadi jika perang dunia ke 3 ini di langsungkan antara Iran dengan Amerika Serikat pasca terjadinya pembunuhan Jendral besar di Iran yakni Qassem. Tanpa terkecuali, mantan presiden kita pak SBY atau Susilo Bambang Yudhoyono pun membuat viral semua kalangan dengan menuliskan pemikiran beliau mengenai situasi Global yang sedang terjadi akhir-akhir ini. dimana dirinya viral dalam tulisannya Perang Besar Bisa Saja Terjadi Dikarenakan Miskalkulasi, Pemimpin Yang Eratik serta Nasionalisme Yang Ekstrim”.

Dengan viralnya tulisan itu, bukan berarti tak ada maksud, justru tulisan yang dibuat oleh pak SBY ini sudah dilatarbelakangi pada kasus pembunuhan Jendral Qassem Soleimani atas order dari Presiden Amerika, Siapa lagi kalau bukan Donald Trump. Hal ini lantas saja membuat semua rakyat Iran marah besar terhadap negara Amerika, pasalnya Jendral ini merupakan Jendral paling penting di Iran dan juga memiliki peranan penting dalam mengurusi pasukan Elite Iran, dan pasukan Quds , Iran ini benar-benar marah besar hingga ingin mengadakan balas dendam ke Amerika Serikat. Lantas, jika ini benar terjadi, apakah ada dampak yang akan Indonesia terima nantinya ?…

Penganalisaan Pak Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY )

Dari salah satu sumber yang mimin baca, yakni telah menceritakan, adanya suatu penganalisaan yang dilakukan oleh pak SBY mengenai situasi Global ini. diantara penganalisaan itu menghasilkan sebuah gambaran seperti :

# Adanya suatu gejolak sosial global

yang digagasi oleh 30 negara lebih untuk melawan pemerintahannya itu. Ini menjadi salah satu topik ancaman yang sangat serius sebagai situasi sebelum terjadinya kasus Qassem Soleimani itu terjadi. Pasca terjadinya pembunuhan, barulah semuanya kian memanas bagi geopolitik di Timur Tengah. mengapa disebutkan geopolitik Timur Tengah memanans ? .. hal ini disangkutkan kepada sosial di Timur Tengah, tepatnya di Iran, mencakup begitu luas. Yang didalamnya terdapat berbagai kawan maupun lawan yang sampai detik ini masih terlibat adanya konflik dengan negara tersebut.

Diantaranya yakni Rusia, Turki, Israel, Suriah, Arab Saudi, Libya, Mesir, Qatar, Afghanistan, Yaman serta NATO. Kalian bisa bayangkan, jika benar-benar semua negara itu masuk dan ikut berpartisipasi dalam peperangan tersebut, apa yang akan terjadi ?… jelas, Perang Dunia Ke III lah Yang Akan muncul, membuat situasi di berbagai negara menjadi panik termasuk Indonesia.

# Dalam hal ini, pak SBY

pun juga tidak begitu saja dengan mudahnya percaya akan krisis yang dialami saat ini akan menimbulkan suatu peperangan yang besar. Namun dalam hal ini pak SBY angkat tangan, dan menyerahkan langsung kepada Jendral-Jendral besar di Amerika Serikat, Irak dan juga Iran yang memutuskan hal tersebut. “ lalu, bagaimana dengan pemimpin-pemimpin di dunia lain?”…. DO NOTHING. Karena belum tahu akan kepastian terjadinya perang atau tidak. Kurang lebih pak SBY mengutarakannya seperti itu.

# Menurtu pak SBY sendiri

perang dunia yang ke I ini dilandasi oleh “Kecelakaan Sejarah “ atau dikenal dengan Unexpected Accident.  Sedangkan untuk perang dunia ke II dilandasi oleh “ strategic miscalculation” atau bisa diartikan sebagai salah satu perang terbuka diantara kedua negara ini bukanlah menjadi salah satu pilihan utama saja. Dimana serangan ini dilakukan secara dadakan oleh Negara Jepang dulu ke Pearl Harbour, USA. Yang menyebabkan macan tidur kembali bangun.

Perang ini dalam waktu kedepan, akan mempengaruhi miskalkulasi yang terjadi oleh para politisi serta Jendral yang ada di Amerika atau juga Iran. Termasuk kepada faktor lainnya, mengenai ada tidak kah aksi yang tidak bisa diduga akan terjadi dimana aset-aset militer yang ada di Amerika atau dimanapun berada kemungkinan untuk diserang. Hal ini biasanya dilakukan dengan tanpa adanya sepengetahuan Jendral di Iran dan juga Amerika.

# Faktor Kepemimpinan

Yakni Erraticl yang berarti kegelisahan atau tanggung jawab yang kurang dan juga gemar akan terjadinya perang yang menjadi pemicu utamanya. Pak SBY sendiri juga berdoa, agar kiranya nanti pemimpin Iran dan juga Donald Trump ini lebih mengedepankan untuk memilih jalan Diplomasi saja. Namun, hal ini tidak bia dianggap enteng juga oleh negara Iran. Bahwasannya negara tersebut terasa terhina atas kematian sang Jendral Qassem Soleiman. Sang pemimpin besar bagi Elite Iran. Namun, Beliau juga mengutarakan bahwasannya Amerika Serikat juga pernah merasakan hal terhina itu dengan terjadinya sebuah penyanderaan bagi 52 warga Amerika kurun waktu 4 ratus 4 puluh 4 hari (444) di Teheran, 1979 – 1981.

Dunia masih dikatakan dalam kondisi panas saat ini, sebab akibat adanya Gelombang Nasionalisme, Populisme, Rasisme serta Radikalisme yang tinggi dan juga kuat. Tren sejarahnya memang begitu, dan kita tidak bisa menyalah sebuah negara atas terjadinya hal-hal tersebut. SBY sendiri sempat mengutarakan bahwasannya Nasionalisme negara yang ada saat ini berkurang, dan berbeda pada saat zamannya dulu memerintah yang dimana semuanya serba senang akan berdialog dan juga diplomasi. Untuk saat ini ?… sudah bisa terbaca sikonnya, bahwa tidak ada semua hal yang dulu terjadi dimasa pak SBY ini.

# 3 Faktor dari luar

Terlihat dari diluarnya 3 faktor yang saling berkaitan yakni : faktor Miskalkulasi, Faktor pemimpin yang Eratik, serta faktor adanya Nasionalisme yang Ekstrim. Hal ini, Pak SBY pun melihat Trump dan juga Ayatollah Khamenei, menyadari adanya sebuah beban yang terlalu berat jika keduanya itu menyatakan adanya sebuah perang. Ini semua bisa dilihat baik dari dampak pada ratusan juta rakyat kedua negara tersebut maupun semua yang ada di kawasan Timur Tengah. pak SBY disini pun juga yakin pada mereka akan rasional serta nilai “ Bermoral “ yang bisa memungkinkan atau malah sangat memingkinkan lagi ketegangan ingin akan berujung kepada great deal atau  sebuah kesepakatan besar yang benar-benar strategi dan juga adil dalam sebuah Take and Give.

Nah, kira-kira begitulah analisa yang di buat oleh pak SBY yang bisa mimin sampaikan. Semoga artikel ini bisa membantu menambah wawawsan kalian mengenai Gejolak Politik yang ada di Negara Timur Tengah ini.