Category: Timur Tengah

Apakah ada Alasan Kenapa Perang Saudara di Arab Tidak Akan Pernah Berakhir? 2

Artikel ini melanjutkan artikel yang sebelumnya, dimana dengan secara singkat akan kami jelaskan kembali mengenai perang saudara yang ada di Arab, dalam kondisi ini perang antar saudara tidak akan mudah untuk berakhir bahkan ada yang mengatakan bahwa perang ini tidak akan pernah berakhir, karena rezim telah memberikan peluang untuk warga Arab sendiri pun bisa berperang antar saudara, karena rezim ini yang paling berkuasa di antara polisi nasional yang ada disana sehingga dalam hal inilah yang tidak bisa dikatakan untuk berhenti berperang antar saudara.

Identitas sipil pada era liberal ini pun menjadi Kontradiksi pada era liberal seperti ada pada kesenjangan ekonomi yang terjadi pada masyarakat yang ada disana, hal apapun dapat dengan mudah dimanipulasi pada sistem parlementer dan juga pemerintahan yang hanya untuk menguntungkan para kaum elit itu adalah menjadikan sebuah alasan di balik kejatuhannya dan juga perlucutannya oleh rezim dengan menggunakan otoriter dan populis yang ada di Arab. Mereka akan merebut paksa kekuasaan yang ada dengan cara apapun itu misalnya dengan cara kudeta yang kebanyakan itu akan bisa dijabarkan langsung menggunakan sebuah ikatan partisan. Bahkan dengan adanya rezim tradisionalis, legitimasi mereka dibangun dengan atas struktur yang memiliki beberapa keberpihakan yang telah mengendap lama dan melindungi sistem politik yang ada di wilayah sana.

Melucuti Domain Publik

Dari paruh kedua pada abad ke-20 hingga abad sekarang ini, ada negara-negara Arab yang melakukan ekspansi dan juga dengan mudah  mengambil alih sebuah kendali atas masyarakat nya melalui nasionalisasi seperti yang sering dilakukan oleh rezim populis atau melalui monopoli sumber kemakmuran yang ada di negara lain. Dengan cara itu, negara dengan mudah mulai menguasai mpo slot online terbaru perekonomian dan memberangus ruang publik itu. Semua orang yang ada di sana menjadi sandera keamanan nasional. Negara akan menjadi eksekutor kekuasaan, kemakmuran dan juga pada status sosialnya, meski kontrol nya itu ada pada negara itu sendiri hanya mungkin melalui sebuah ikatan partisan atau kekeluargaan.

Dengan melucuti sebuah domain publik seperti pers yang sangat bebas dan sistem parlementer yang ada, negara mulai menghancurkan ruang yang dimana ada sebuah identitas sipil dan nasional yang bisa saja untuk diayomi dan juga bisa untuk dikembangkan di luar lingkup kelompok sosial yang ada. Yang terakhir itu sudah mencakup kehidupan yang dilakukan sehari-hari dengan bertetangga, di klub-klub atau jejaring pertemanan yang ada juga dengan mudah menjadi ruang lingkup dari kelompok sosial dan ini meliputi kontak langsung atau ada sebuah lingkaran yang telah mendukung bisnis yang ada saat itu, yang sebaliknya itu akan ada berdasarkan melalui afiliasi kekeluargaan dan sektarian.

Hal ini sangat bertentangan dengan lingkup harian kelompok sosial yang ada di sekitarnya karena sangat berbeda dengan kelompok sosial yang ada, identitas yang sudah modern ini akan sangat terasa lebih terkesan lebih abstrak lagi, tidak memiliki sebuah berbentuk dan yang tidak biasa. Identitas ini akan langsung mengusung semangat yang sangat”kolektif” atau individu yang selalu sendiri hal ini pula yang membuatnya menjadi tidak termasuk kedalam hubungan sosial sehari-hari. “Bangsa” adalah salah satu contoh dari sebuah fenomena yang terjadi pada saat ini, yang paling terutama itu dengan seruan kolektif imajiner yang menggerakan hubungan masyarakat sekitar dengan aktifitas sehari-hari mereka. Hal ini sama seperti kata Benedict Anderson, memiliki sebuah identitas yang modern itu akan hanya ada jika kalian mulai dikembangkan di sepanjang lingkup yang sangat domain pada publik.

Teori ini sudah dibuktikan bahwa benar dari sudut pandang kelas, meskipun hal ini hanya bisa untuk disimak dalam konteks pergulatan yang terjadi di kelas itu sendiri. Terlebih lagi, jika identitas kelas hanya dapat bisa berperan jika untuk didukung oleh logika saja dan juga dengan kemerdekaan ekonomi yang ada, kecuali hal ini diganti dengan sistem kenegaraan yang akan menghasilkan sebuah keuntungan untuk pemerataan kemakmuran sekitarnya, hal ini bertransformasi dengan cara menjamin kemakmuran yang kalian miliki dan membeli kesetiaan yang ada pada orang lain dengan sangat mudah mungkin hal ini tidak akan pernah ada atau bahkan ada tetapi akan sangat sulit untuk didapatkan.

Dengan menggunakan aturan seperti memonopoli perekonomian masyarakat, negara yang dalam tradisi Arab ini akan menjadi jalur untuk menuju kemakmuran yang akan didapatkan oleh kelas yang modern. Kesejahteraan ini hanya bisa dicapai melalui negara dengan menggunakan  bentuk kontrak kerja atau memiliki sebuah izin ekspor dan juga impor, atau bahkan akan dilakukan mengamankan jabatan yang ada dari pemerintahan yang membuka peluang korupsi yang besar. Pada jenis interaksi yang seperti semacam ini memperkuat lagi suatu hubungan persaudaraan yang sudah diwakili oleh jejaring klientel di antara para pejabat pemerintah dan lingkarannya untuk mencapai sebuah kesuksesan yang sudah diharapkan oleh banyak nya orang yang berpikir demikian.

Negara Arab, entah itu dalam perannya akan menjamin kemakmuran atau akan menjamin populis, hal ini lah yang tidak pernah bisa untuk dianggap sebagai negara yang sudah modern dalam konteks normal, karena dimana masyarakat madani sedang berusaha untuk membangun sebuah bangsa yang sebenarnya yang baik dan benar menurut pandangan orang madani. 

Inilah ada Beberapa aktor yang Utama pada Perang Suriah

Bashar al Assad

Presiden Suriah Bashar al Assad ini bersama dengan rezim di Damaskus adalah penyebab yang paling utama dengan mulainya pecahnya perang saudara yang dimulai pada tahun 2011. Banyak rakyat yang tak puas atas kepemimpinannya selama 4 tahun silam sedang menggelar berbagai aksi protes kepadanya dan yang dijawab menggunakan tembakan peluru tajam. Dengan menggunakannya sumbu peledak perang ini lah yang menewaskan beberapa remaja yang telah menggambar grafiti bahwa mereka anti Assad di tahanan aparat keamanan sekitar.

Pemberontak yang ada di Suriah

Mereka mulai menampakan diri pada kelompok oposisi. Dalam kenyataannya yang sebenarnya itu mereka adalah kelompok militan yang mempunyai berbagai macam agenda, dan sangat kebetulan mereka memiliki satu sasaran, yaitu dengan menumbangkan rezim Bashar al Assad. Kelompok ini itu yang paling menonjol yaitu kelompok Free Syrian Army, serta Front al Nusra yang merupakan dari cabangnya al Qaeda di Suriah. Akibat terjadinya perang saudara ini, ada banyak orang kurang lebih sekitar 300.000 orang yang tewas dan ada lebih dari 12 juta warga Suriah mengungsi karena sedang ada peperangan di suriah hal ini yang dapat mereka lakukan untuk mengurangi korban jiwa lagi.

Islamic State atau IS

Walaupun kelompok ini baru muncul pada awal tahun 2014, IS ini merupakan sebuah kelompok yang bersenjata paling kuat dan juga yang paling ditakuti di Timur Tengah. Pada kelompok Sunni ini didukung langsung oleh pakar militer bekas pasukan yang sangat elit di Saddam Hussein dari Irak. Anggotanya itu mulai berdatangan dari berbagai negara Eropa yang ada jadi tidak hanya dari negara Timur Tengah saja yang bergabung pada kelompok Islamic State ini. Sudah ada dari berbagai kebanyakan anak muda yang mengikuti, militan, radikal, dan mempunyai keahlian pada bidang militer ataupun pada teknologi informatika. IS kini telah menguasai kawasan yang sangat luas di Suriah dan Irak.

Apakah ada Alasan Kenapa Perang Saudara di Arab Tidak Akan Pernah Berakhir?

Perang saudara yang ada di Arab merujuk pada konteks pada kelompok yang ingin hidup melalui sebuah ikatan yang kekeluargaan dan juga antar suku. Sebab itu jugalah menurut dari Morris Ayek, seorang cendekiawan yang berasal dari Suriah, mengatakan bahwa perang yang ada di Timur tengah ini tidak akan pernah berakhir sampai kapanpun.

Dunia Arab ini berdetak dengan sebuah ritme antar perang saudara, di Suriah dan juga Irak, bahkan ada dari Libya, yaman dan juga dari Somalia. Sebelumnya itu ada Libanon, Sudan dan juga ada Aljazair. Perang pernah sempat berhenti lalu kemudian mulai berkecamuk kembali. Dan contoh yang paling ekstrim nya itu ada sebuah fenomena ini mungkin dapat dikatakan sebagai perang saudara juga yang mulai berkepanjangan di Lebanon.

 Bahkan ada sebuah keterangan dan juga ada stabilitas yang terkadang itu tercipta terkadang perang dingin yaitu saudara yang dilancarkan oleh rezim sang penguasa terhadap rakyatnya. Karena sebuah kestabilitasan dan juga keamanan yang ada di dunia Arab ini hanyalah sebuah kekuasaan yang akan mengandalkan polisi rahasia dan juga militer yang ia miliki.

Konsep dari Arab itu sendiri adalah sebuah perang saudara akan merujuk kepada sebuah tali persaudaraan, sangat berbeda dengan yang di Inggris atau juga di negara Jerman yang akan merajuk kepada perang antar negara bukan antar saudara. Pada konsep tersebutlah sebuah endapan dari sebuah perdebatan yang sedang marak terjadi pada tahun 1990-an ada sebuah gagasan yaitu “masyarakat madani” sebagai sebuah perantara antar individu dan juga negara, bentuk dari sebuah partai-partai dan juga sebagai politik, serta dengan adanya serikat buruh atau dengan organisasi kemasyarakatan yang ada.

Dalam sebuah skenario yang ada di Arab, sebuah entitas akan berfungsi untuk menjembatani rakyatnya dan juga pemerinta nya adalah sebuah suku yang ada pada negara itu, dan juga akan ada klan atau sebuah institusi keagamaan, yang semuanya itu sudah berhubungan dalam sebuah ikatan kekeluargaan yang dimilikinya, bukanlah sebuah struktur sipil atau juga institusi yang sudah modern. Untuk sebuah alasan memiliki sebuah konsep komunitas yang dibuat untuk saling membedakan dengan sebuah fenomena masyarakat madani yang telah hilang atau bahkan baru seumur jagung ketika ia ada di negara Timur Tengah. Ada sebuah perdebatan tentang adanya masyarakat madani dan juga sebuah komunitas yang saat itu dijadikan semata-mata fenomena yang ada di Arab.

Disini pun, ada sebuah keunikan dari bahasa Arab – meski memiliki sebuah istilah tersebut akan tetapi sangat serupa dalam bahasa lain – hal ini sangat berguna ketika memahami sebuah perang saudara yang ada di Arab sebagai perang antara entitas sosial yang ada pada saat itu. Istilah perang saudara ini jika ada di bahasa Rusia, Perancis, Spanyol, Yunani dan lainnya adalah perang antara warga negara. Ada sebuah kelompok-kelompok yang mengidentifikasikan dirinya melalui ideologi dan institusi modern untuk membidik kemenangan dan juga ideologi-ideologi panutannya.

Sebaliknya pada perang saudara Arab adalah sebuah terjadinya konflik antara sanak saudara. Pasalnya itu ada sebuah kelompok sosial yang sangat cenderung untuk menjadi partisan, entah itu memiliki sifat sektarian, kesukuan, kepartaian atau bisa juga etnis. Perbedaan itu sangatlah penting antara dua jenis konflik ini adalah bahwa perang saudara Arab yang tidak akan ada memiliki akhir dari sebuah perang tersebut. Di dunia non-Arab, konflik akan berakhir ketika salah satu nya itu adalah ketika ideologinya itu terkalahkan, sementara yang ada di bangsa Arab, kemenangan itu tidak memungkinkan untuk menutup cerita. Kaum Sunni, Syiah, Alawit dan kaum Kristen akan tetap selalu ada, sama juga seperti bangsa Arab, Kurdi atau Sudan Selatan mereka itu akan tetap sama tidak akan ada yang berubah.

Motor Konflik Berupa sebuah Ikatan Sosial

Satu-satunya sebuah poin yang ada dalam perang saudara yang ada di Arab ini adalah sebuah wilayah dari kekuasaan yang bisanya itu sudah didominasi dengan warlord yang sudah menggunakan hidup sebagai sebuah pengorbanan untuk perang sebagai untuk sumber kemakmuran, dan juga melakukan pemaksaan dan penjarahan. Hal ini sangat berbeda dengan perang saudara yang berada di negara lain atau ditempat tempat lain, yang dimana dari kedua pihak ini akan selalu bertikai dan juga membidik pertumbuhan ekonomi mereka untuk menjadi sebuah jaminan sumber daya dan juga menjadikan nya kemenangan. Sangat ironis jika model mencari dari keuntungan yang seperti ini dengan cara yang serupa pula dengan struktur perekonomian yang ada di Arab.

Politisasi kelompok sosial sudah terjadi dalam dua bentuk. Pada level ini itu yang kasatmata, dalam kasus yang terjadi pada Islam Politik misalnya, baik itu dari Syiah, Sunni atau juga dari Kristen Maronit, afiliasi sektarian dipolitisasi. Tapi juga ada sebuah fenomena yang sangat samar tidak terlihat, yang dimana rezim Suriah pada saat ini dan juga pada pemerintah Irak pada era Saddam Hussein, belum lagi pada Partai Sosialis Progresif Libanon, yang telah mengusung ideologi yang sudah modern, namun masih banyak yang mengandalkan ikatan sosial sebagai motor penggerak mereka.

Dan disinilah kita memiliki sebuah ikatan pada peperangan yang terjadi pada perang saudara yang ada di Afrika, di mana dari masing-masing suku ini sudah membentuk barisan liberal dan juga sudah membangun demokratis atau progresif nya sendiri yang menandakan bahwa sedang terjadi peperangan antar saudara.

Lantas kenapa Arab ini mengorbankan sebuah perang antar suku malah bukan perang saudara? Atau kenapa bisa identita sipil yang modern ini telah gagal untuk menggeser identitas pada kesukuan yang ada di Arab? Akan ada adaptasi antar identitas sipil semua itu tidak ada pengecualian untuk adanya sebuah kemunculan terjadinya perang kembali. Pada fenomena ini sudah ada banyak sekali yang terjadi pada abad ke-20. Tetapi sangat dilema ketika kalian menghadapi sebuah identitas yang berdasarkan sebuah ikatan kekeluargaan yang akan terjadi perang saudara tanpa hentinya.

Identitas Sipil dan juga Era Liberal

Sudah di penghujung abad yang ke-19 hingga tahun 1940-an, pada era liberal Arab ini mengalami perkembangan dan juga pertumbuhan pada identitas sipilnya. Hal ini itu memiliki beberapa faktor yang sudah menciptakan sebuah fenomena antaranya itu: yang pertama itu dari perekonomian dan juga kemerdekaan yang mulai munculnya industri yang sudah modern yang biasa saja dapat memungkinkan tumbuhnya sebuah aspek lain. Termasuk pada identitas pada kelas lain.

Pergulatan yang muncul itu akan muncul pada saat di dalam roda ekonomi terkristalisasi di sepanjang garis kelas yang melintang dan juga dapat menggeser identitas sipil yang lain. Buruh akan hidup dalam kondisi yang sangat mengenaskan dan mereka akan mulai mengidentifikasikan diri mereka masing-masing sebagai pion dalam perang untuk melawan eksploitasi kapitalis, terlepas itu dari afiliasi yang ada di sektariannya.

Yang kedua itu adalah sistem dari parlementernya, ada sebuah kebebasan pers dan tumbuhnya kelas yang sudah mulai menengah untuk menciptakan ruang publik yang mengadopsi bahasa bersama dan juga untuk menggeser peran yang ada di komunitas atau kelompok sosial yang ada di perang tersebut. Ini tidak akan berarti ada absen dari kelompok sosial yang ada. Sebaliknya itu, mereka akan tetap aktif dan berakar ke di dalam partai-partai atau gerakan politik pada saat era Arab pada masa itu.

Meski demikian, pada kemerdekaan ekonomi dan juga eksistensi memiliki ruang publik untuk membuka jalan bagi terbentuknya area yang sudah terbebas dari ikatan kekeluargaan atau perang keluarga yang sedang terjadi saat itu. Terlebih lagi ada kelompok-kelompok sosial yang mengharuskan untuk mengembangkan citra yang ada dan juga mengembangkan bahasa yang sudah inklusif dan tidak mengisolasinya dari kelompok lain.

Kesenjangan Beda Kehidupan Dunia Barat & Timur Tengah

Kita semua tau kehidupan timur tengah sendiri yang menjadi salah satu bagian yang masih terdapat beberapa perang. Antara kemewahan dengan sebuah kepiluan dan juga kehancuran. Perang di negara timur tengah yang hingga kini tidak menemukan sebuah titik terang dna juga terus berlanjut. Membuat orang-orang yang tinggal khususnya di suriah dna negara terdampak perang sendiri jauh dari kata nyaman dan sejahtera. Dimana mereka selalu hidup dengan rasa takut dengan rasa cemas karena bukan tidak mungkin mereka menjadi korban dari peperangan yang dapat terjadi kapan saja.

Kesenjangan di Timur Tengah

Seperti beberapa karya yang digabungkan dalam dua sisi berbeda membuat seolah ada kesenjangan yang sangat berbeda di antara dunia barat dan juga yang terjadi di Timur Tengah. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa kesenjangan antara kehidupan masyarakat barat dengan juga Timur tengah. Dengan sebuah perbedaan yang sangat kontras orang dapat melihat kesenjangan yang sangat jelas. Seperti halnya beber[a hal di bawah ini

Peperangan Timur Tengah

Anak-anak yang mengalami atau menjadi korban peperangan yang ada di timur tengah tentunya hidupnya akan tak layak tidak seperti anak-anak lainnya. Mereka biasanya harus berjuang untuk dapat bertahan hidup dan menghindari perang agar tetap dapat melanjutkan hidup. Berbeda sekali dengan di wilayah barat dimana anak-anak dapat hidup dengan nyaman dan tenang. Karena wilayah tersebut tidak terdampak perang.

Anak Menjadi Prajurit di Medan Perang

Anak-anak yang hidup dan juga berada di wilayah contohnya seperti Gaza sudah mengambil pilihan untuk dapat menjadi perajurit perang. Anak-anak yang menjadi prajurit di medan perang dengan menggunakan senjata yang mematikan. Dimana mereka harus mengorbankan ka waktu belajar dan juga bermain mereka. Sangat berbeda dengan anak-anak yang ada di negara lain yang dapat melakukan berbagai macam aktifitas yang mereka sukai tanpa adanya hal berbau kekerasan yang dapat mereka rasakan.

Kota yang Menyeramkan

Jika di tempat lainya terdapat hamparan warna-warni dengan berbagai macam keindahan yang ada tanpa adanya hal-hal yang mengerikan dan juga dapat mengancam nyawa. Dibandingkan dengan ribuan senjata api di setiap sudut kota yang dapat mencelakai siapa saja mereka yang lengah atau yang berusaha melawan. Hal ini tentunya akan sangat kontras jika harus dibandingkan. Dimana masyarakat kehilangan kesan kota yang indah dan nyaman menjadi suatu tempat yang mengerikan.

Tempat Bermain yang Nyaman

Ketika beberapa anak di negara yang sedang mengalami dampak perang harus bermain di kondisi yang tidak memungkinanan di bebera bagian kendaraan perang yang digunakan, hal ini tentunya akan sangat berbahaya dan juga sangat mengancam nyawa mereka. Namun, mereka tentunya tidak mempunyai pilihan lainnya sebab mereka sudah kehilangan tempat bermain mereka dan digantikan dengan medan tempur. Berbeda dengan beberapa anak yang dapat duduk dan bermain di tempat yang layak dan juga aman seperti halnya di taman bermain dengan beberapa orang teman.

Hak Pelajar yang Direnggut

Ketika pendidikan menjadi salah satu hal yang penting di setiap negara, dimana beberapa orang dapat merasakan bangga dan dapat meraih pendidikan yang sempurna seperti halnya mendapatkan piala academy award. Sedangkan beberapa anak di negara lain harus bertahan hidup dan mengorbankan pendidikan mereka, bahkan banyak anak-anak di daerah perang tidak dapat membaca, karena putusnya pendidikan di sana diakibatkan oleh perang. Yang anak-anak tersebut dapat lakukan adalah mengacungkan senjata perang sebagai salah satu bentuk perlawanan dan juga kebanggaannya.

Kelaparan

Banyak sekali anak-anak yang negaranya mengalami konflik mengalami masalah kelaparan dan juga kemiskinan. Dimana tidak tercukupinya nutrisi yang seharusnya mereka peroleh dalam masa pertumbuhan anak-anak. Akibatnya hal tersebut menyebabkan mereka tidak dapat tumbuh dengan baik, karena hak mereka di terenggut habis karena sebuah peperangan. Bahkan tinggal di barak pengungsian pun tidak menjadi suatu hal yang baik untuk mereka. Banyak sekali anak-anak yang kekurangan gizi atau tidak tumbuh dengan sempurna. Berbeda dengan anak di tempat lainnya yang dapat mencukupi hidupnya dengan nutrisi dan dapat tumbuh menjadi sempurna.

Liburan yang Tak Pernah Ada

Ketika gambaran sebuah roket yang hendak diluncurkan menjadi suatu hal yang menyedihkan dengan gambaran para imigran yang akan liburan ke negara lain dengan sangat menyenangkan. Hal ini menjadi sebuah kesenjangan yang tentunya sangat jauh untuk dirasakan. Dimana di beberapa negara terdampak perang sendiri jangankan untuk pergi berlibur untuk meninggalkan tempat tersebut pun akan sangat sulit. Berbeda dengan beberapa orang di tempat lain yang dapat pergi kemanapun yang mereka inginkan tanpa terhalang oleh apapun.

Nasib yang Berbeda

Digambarkan seperti beberapa model yang sedang berjalan diatas catwalk dengan memamerkan beberapa kemawawan dan juga keindahan. Bertolak belakang dimana beberapa orang di tempat terpisah memanjang dengan nasib yang begitu memilukan. Disaat beberapa orang dapat menggunakan kebebasan mereka untuk dapat berekspresi dimana hal ini tidak dapat di lakukan di Timur tengah di tengah konflik yang sedang berlangsung saat ini.

Kebebasan Meraih Pendidikan

Kebebasan untuk dapat meraih sebuah pendidikan yang tak bisa dirasakan di negara tempat orang-orang yang tinggal di negara rawan konflik. Sehingga beberapa pernikahan di usia dini dapat saja terjadi, karena tidak adanya lagi pilihan untuk dapat meraih pendidikan selanjutnya. Dimana kebanyakan mimpi mereka harus dikubur dalam-dalam terutama dalam hal untuk meraih sebuah pendidikan. Tentunya hal ini sangat terbalik dengan mereka yang umumnya tinggal di dengar maju dan mempunyai berbagai macam pilihan dan hak untuk dapat mengejar pendidikan yang mereka inginkan tanpa adanya hambatan dan juga intimidasi yang datang.

Melakukan Hal yang Diinginkan

Tentunya gaya hidup orang-orang barat yang akan berbeda dengan orang yang hidup di Timur Tengah. Beberapa orang yang biasanya melakukan banyak hal yang mereka inginkan, umumnya mereka akan bebas menentukan banyak pilihan yang diinginkan. Berbeda dengan beberpa orang yang hidup di daerah yang rawan dengan konflik dalam ketakutan karena mereka akan selalu diawasi dan juga dicurigai tentunya hal tersebut menjadi satu hal yang tidak aman yang mereka dapatkan

Kesimpulan

Beberapa potret di atas adalah suatu cara yang dapat digunakan untuk mendorong perubahan sosial di dunia yang sekarang sedang mengalami sebuah pergolakan. Dimana beberapa orang di Timur Tengah menjalani hidup mereka dengan cara yang sangat memprihatinkan. Semoga dengan pembahasan di atas tentang potret sebuah kesenjangan sosial yang berbeda antara masyarakat Timur tengah dan juga negara-negara yang sedang dilanda konflik bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pada setiap individu untuk lebih peka dengan apa yang terjadi di Timur Tengah yang pada saat ini sedang dilanda perang.