Tag: kensejangan di timur tengah

Konflik yang Harus Diwaspadai di 2020

Negara-negara teman dan juga musuh keduanya bahkan sama-sama tidak mengetahui di mana Amerika Serikat berdiri. Seiring dengan Washington yang menjanjikan banyak hal, namun tidak sedikit negara-negara regional yang mencari solusi sendiri, baik melalui kekerasan maupun sebuah diplomasi. Konflik lokal dapat menggambarkan sebuah tren global. Cara-cara mereka untuk dapat memulai dan juga menyelesaikan sebuah masalah mencerminkan pergeseran dalam hubungan antara negara-negara besar, intensitas kompetisi mereka, dan luasnya ambisi regional.

Konflik yang Harus Diwaspadai di 2020

Hanya waktu saja yang nantinya akan dapat menentukan seberapa besar kekuasaan Amerika Serikat, penghinaan terhadap sekutu, dan persatuan dengan rival tradisional nantinya akan bertahan, dan berapa banyak yang nanti nya akan hilang. Namun, akan sulit juga untuk dapat menyangkal bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi di dunia ini. Pemahaman dan keseimbangan kekuasaan yang ada di dalam tatanan global dulunya dapat diprediksi, namun sekarang tidak lagi berlaku.

Peran negara besar lainnya yang sekarang juga berubah. China menunjukkan kesabaran sebuah negara yang percaya diri akan pengaruhnya, tetapi tidak terburu-buru untuk dapat menggunakannya. Mereka yang lebih memilih melihat pertempurannya, dengan fokus pada prioritas yang diidentifikasi sendiri. Rusia, sebaliknya, menunjukkan ketidaksabaran dan langsung ingin menegaskan kekuatannya sebelum konflik tersebut habis. Berikut ini Konflik-konflik yang terjadi di dunia, sebagian besar diantaranya terjadi di Timur tengah.

AFGHANISTAN

Lebih banyak orang terbunuh akibat sebuah pertempuran di Afghanistan daripada konflik lainnya saat ini di dunia. Namun mungkin ada kemungkinan untuk damai, yang dapat mengakhiri perang yang sudah berlangsung beberapa dekade terakhir. Tingkat pertumpahan darah telah melonjak selama dua tahun terakhir ini.

Serangan terpisah oleh gerilyawan Taliban dan juga mereka militan ISIS telah mengguncang kota-kota di seluruh negeri. Washington dan Kabul yang telah meningkatkan serangan udara dan juga serangan pasukan khusus, dimana para warga sipil kerap kali mengalami kekerasan. Penderitaan di daerah pedesaan juga sangat besar. Di tengah meningkatnya kekerasan, pemilihan presiden berlangsung pada akhir September kemarin.

Hasil awal, diumumkan yautu pada 22 Desember, memberikan petahana pada Presiden Ashraf Ghani, margin yang tipis lebih dari 50 persen yang diperlukan untuk dapat menghindari putaran kedua. Meski begitu, perselisihan dan juga kecurangan dengan lawan utama Ghani, yaity Abdullah Abdullah, kemungkinan akan membayangi para pemimpin Afghanistan hingga akhir 2020.

YAMAN

Pada tahun 2018, intervensi internasional yang agresif di Yaman dilakukan. Untuk mencegah memburuknya kondisi yang disebut sebagai krisis kemanusian. Kondisi krisis kemanusiaan terburuk dan kerugian manusia dalam perang ini sangat jelas. Konflik tersebut secara langsung membunuh sekitar 100.000 orang, dan terus mendorong negara termiskin ini menuju ambang kelaparan. Yaman telah menjadi pusat kritis dalam persaingan yang ada di Timur Tengah antara Iran di satu sisi dan juga Amerika Serikat dan sekutu regionalnya di sisi lain.

LIBIA

Perang yang terjadi di Libya berisiko semakin buruk dalam beberapa bulan mendatang, karena faksi-faksi yang akan bersaing semakin bergantung pada dukungan militer asing untuk dapat mengubah sebuah keseimbangan dari kekuasaan. Ancaman kekerasan besar telah menjulang sejak negara tersebut terpecah menjadi dua pemerintahan paralel setelah pemilu yang diperebutkan pada tahun 2014. Upaya PBB untuk dapat reunifikasi tersendat, dan sejak tahun 2016 Labia telah dibagi antara pemerintah Perdana Menteri Fayez al-Sarraj yang diakui secara internasional di dalam Tripoli dan pemerintah berbasis di Libya timur.

Namun, selama setahun terakhir, Libya yang menghadapi sebuah babak baru yang berbahaya. Pada April 2019, pasukan yang diperintahkan oleh Khalifa Haftar, yang didukung oleh pemerintah di timur, mengepung Tripoli, dan mendorong negara tersebut dan berhasil menyebabkan sebuah perang besar-besaran. Haftar mengaku memerangi teroris. Pada kenyataannya, walau beberapa saingannya adalah Islamis, mereka dalam milisi yang sama yaitu mengalahkan ISIS, dengan dukungan AS dan juga negara Barat lainnya.

AMERIKA SERIKAT, IRAN, ISRAEL, DAN TELUK PERSIA

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran juga meningkat menjadi lebih berbahaya pada tahun 2019. Dimana tahun 2020 membawa kedua negara tersebut dalam persaingan mereka ke titik puncak. Keputusan pemerintahan Trump untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir yang dilakukan pada tahun 2015 dan menjatuhkan sanksi sepihak terhadap Teheran telah menimbulkan bahaya yang signifikan, tetapi sejauh ini tidak menghasilkan sebuah diplomasi yang dicari oleh Washington .

Sebaliknya, Iran telah menanggapi apa yang dianggapnya sebagai serangan habis-habisan dengan meningkatkan program nuklirnya secara bertahap dan melanggar perjanjian. Ketegangan juga meningkat antara Israel dan Iran. Jika siklus ini nantinya tidak terputus, maka risiko konflik yang akan lebih luas juga akan meningkat.

ISRAEL-PALESTINA?

Sejak akhir Perang Dunia Kedua, perjuangan yang cukup sengit antara Israel dan Palestina telah menjadi salah satu dari konflik paling tragis dan tidak terselesaikan di dunia. Ini adalah sebuah kekacauan yang cukup rumit, tetapi pada satu tingkat sangat sederhana. Ini adalah sebuah konflik tentang wilayah. Akar konflik ini dimulai sejak zaman Alkitab. Tetapi dari perspektif yang ada di sejarah modern, akhir 1800-an dan awal 1900-an adalah pusat dari situasi konflik yang ada sekarang ini. Antara 1882 dan 1948, serangkaian Aliyah atau sebuah gerakan besar-besaran Yahudi dari seluruh dunia masuk ke suatu daerah, yang pada saat itu dari 1917 secara resmi dikenal sebagai negara Palestina.

Pada 1917, tidak lama sebelum Inggris menjadi kolonial di Palestina, negara tersebut mengeluarkan Deklarasi Balfour yang menyatakan, Pemerintah Yang Mulia mendukung pendirian rumah nasional untuk rakyat Yahudi yang ada di Palestina, dan akan melakukan upaya terbaik mereka untuk dapat memfasilitasi pencapaian tujuan ini. Masyarakat Palestina yang menolak langkah tersebut, tetapi sejarah tidak menguntungkan mereka. Menyusul kengerian Holocaust di mana hingga enam juta orang Yahudi terbunuh di Eropa, dorongan untuk dapat mendirikan sebuah negara Yahudi menjadi semakin kuat.

PERANG ARAB-ISRAEL

Pada 1947, PBB memilih untuk membagi wilayah yang diperebutkan tersebut menjadi tiga bagian; satu untuk orang Yahudi, satu lagi untuk orang Arab, dan rezim perwalian internasional di Yerusalem. Orang-orang Arab dimana tidak menerima kesepakatan tersebut, dan mengatakan bahwa PBB tidak punya hak untuk mengambil tanah mereka. Perang pun kemudian pecah dan berlangsung semakin keruh, hingga sekarang.

MENGAPA PERDAMAIAN BELUM TERCAPAI?

Setelah bertahun-tahun konflik yang diwarnai kekerasan, kedua belah pihak mencapai sebuah kesepakatan untuk damai pada 1993, di mana Palestina akan mengakui negara Israel dan juga Israel yang akan mengakui Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai sebuah perwakilan yang sah rakyat Palestina. Disebut Perjanjian Oslo, kesepakatan itu juga menciptakan Otoritas Palestina yang memiliki beberapa kekuasaan pemerintahan sendiri yang terbatas di dalam wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza. Itu adalah sebuah kesepakatan sementara, sebelum apa yang seharusnya menjadi perjanjian damai dalam lima tahun.

Demikian itulah beberapa konflik yang terjadi dan harus diwaspadai tahun ini. Negara-negara konflik tersebut, didukung juga oleh negara besar lainnya untuk dapat melancarkan aksinya. Pada akhirnya ketegangan terjadi, saling kuat antara negara sekutu pun tidak terelakan lagi. Akibatnya banyak masyarakat yang terdampak karena konflik yang terjadi.

Fakta Gaza Situasi Wilayah Konflik

Jalur Gaza adalah sebuah wilayah sempit yang sekarang ini sudah terkepung dan telah menjadi sebuah tempat pusat terjadinya konflik di Timur Tengah. Konflik antara Israel-Palestina yang diakibatkan merebutkan dua wilayah yang diduduki ini telah menciptakan sebuah krisis kemanusiaan di Gaza. Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) PBB menjabarkan jika ada enam fakta penting dalam situasi kemanusiaan di wilayah ini, Populasi Gaza berjumlah 1,6 juta jiwa, dengan lebih dari 50 persen warganya yang masih berusia di bawah 18. Dan 38 % persen warga Gaza hidup dalam kondisi kemiskinan. 26 persen diantaranya merupakan tenaga kerja Gaza, termasuk juga dengan 38 persen pemuda, yang saat ini sedang menganggur.

Fakta Gaza Situasi Wilayah Konflik

Upah rata-rata di Gaza akan turun lebih dari 20 persen dalam situs sbobet enam tahun terakhir. 54 persen warga Gaza juga tidak aman, makanan yang tidak tercukupi dan diketahui jika dari 75 persen warga Gaza adalah penerima bantuan. 35 persen berasal dari tanah pertanian Gaza dan 85 persen berasal dari perairan. Tapi perikanan sepenuhnya di Palestina tidak dapat diakses karena tindakan militer yang dilakukan oleh tentara Israel. 50-80 juta liter limbah yang kemudian diolah sebagian dibuang ke laut dalam setiap hari. Lebih dari 90 persen air yang ada dari akuifer Gaza, adalah air yang tidak dapat diminum.

Fakta Gaza Situasi Wilayah Konflik

85 persen sekolah yang berada di Gaza beroperasi dengan menggunakan sistem shift ganda. Sejak awal 2010, sebanyak 64 warga sipil yang datang dari Palestina telah terbunuh dan diketahui bahwa 621 orang terluka oleh pasukan Israel. Juga lebih dari 60 persen korban terjadi di dalam area terbatas akses. 60 warga sipil lainnya jugq tewas dan 137 lainnya mengalami luka-luka akibat kecelakaan terkait sebuah terowongan.

SITUASI KEMANUSIAAN DI JALUR GAZA: POIN-POIN PENTING

Blokade Gaza

Pemblokadean dari beberapa yang berada seperti melalui darat, udara dan laut adalah pengingkaran dari hak asasi manusia atas dasar yang sangat bertentangan dengan hukum internasional dan merupakan sebuah hukum kolektif. Hal ini juga yang sangat membatasi impor dan ekspor. Serta pergerakan orang yang masuk dan keluar dari jalur Gaza, dan akses ke lahan pertanian dan juga perairan perikanan. Warga Gaza sekarang ini tidak mampu memenuhi semua kebutuhan keluarga mereka dengan kualitas infrastruktur yang ada serta layanan vital yang semakin memburuk.

(1) Terlepas dari sebuah tindakan yang diambil untuk meringankan sebuah blokade yang terjadi pada bulan Juni 2010, situasi kemanusian tetap masih sangat rapuh. Sementara kemampuan impor telah meningkat, namun datanya masih dibawah 40% dari tingkat pra 2007. Ekspor tetap sangat terbatas pada produk pertanian ke Eropa dan bisnis Gaza tidak dapat mengakses pasar tradisional mereka di Israel bagian barat. Disana akses ke darat dan laut masih sangat terbatas.

(2) Hanya sebagian kecil dari beberapa proyek yang ditujukan untuk dapat memperbaiki perumahan dan layanan vital yang ada di Gaza. Ahl ini di ajukan untuk sebuah persetujuan oleh komunitas Internasional dan telah disetujui oleh otoritas Israel. Implementasi dari proyek yang disetujui terhambat oleh beberapa hal, diantaranya seperti kekurangan dana. Yang tentunya hal ini akan mempengaruhi agen-agen operasi, serta juga keterbatasan dari jumlah dan kapasitas persimpangan tunggal untuk barang kesenjangan internal Palestina. Itu semua adalah faktor tambahan yang merusak kualitas dari layanan vital yang ada disana.

(3) Kurangnya untuk penghormatan terhadap hukum humaniter internasional. Dan terus mengakibatkan korban sipil berjatuhan, khususnya selama eskalasi dalam hal bentrokan bersenjata yang semata dilakukan untuk menegakan pembatasan akses ke daerah perbatasan.

(4) Ribuan orang, serta banyak dari mereka anak-anak yang mempertaruhkan nyawa mereka dengan cara menyelundupkan barang melalui terowongan dibawah, yang berada di perbatasan dengan mesir setiap harinya. Pembangunan terowongan yang berkembang adalah salah satu bentuk akibat dari pembatasan yang berkelanjutan pada pembangunan, kurangnya kesempatan kerja dan kebutuhan rekonstruksi yang sangat besar di Gaza.

(5) Warga Gaza juga tetap terisolasi dan juga tetap terputus dari sisa wilayah Palestina yang telah diduduki. Masuk ke Tepi Barat, baik itu melalui penyeberangan Erez Israel atau melalui wilayah Jordan, semua hal akan dilarang untuk semua warga Gaza. Jumlah orang yang hanya diizinkan melalui Penyeberangan Rafah Mesir jumlahnya tetap terbatas, dan ratusan orang ditolak setiap minggu.

LEBIH LANJUT TENTANG KONFLIK ISRAEL – PALESTINA

Konflik Israel-Palestina merupakan sebuah konflik yang tragis dan nyaris abadi. Lalu bagaimana konflik tersebut dimulai ? Dan apa yang nantinya sedang menanti Israel dan Palestina di masa yang akan datang ?
Simak pembahasan mengenai awal mula konflik yang terjadi antara Israel-Palestina. Mengapa hingga saat ini konflik tersebut belum juga tercapai perdamaian? Mengapa dunia yang seolah hanya diam dengan dicaploknya tanah-tanah milik rakyat Palestina?

APA YANG DIPERJUANGKAN RAKYAT PALESTINA ?

Rakyat Palestina berjuang untuk melawan perampasan tanah oleh Israel. Untuk melegitimasi perampasan tanah, Israel yang mulai menulis ulang Undang-Undang Tanah Utsmaniyyah dan kemudian menerapkan apa yang mereka sukai, agar nantinya dapat menyatakan bahwa properti pribadi dari rakyat Palestina merupakan tanah milik negara.

TAK HANYA SOAL TANAH, INTI DARI PERJUANGAN PALESTINA MELAWAN ISRAEL

Benarkah awal mula konflik Israel-Palestina adalah sebuah perebutan tanah dan wilayah? Tentu saja. Tapi itu hanya sebagian dari konflik. Namun jika kita mendengar masing-masing dari pihak Israel dan juga dari pihak Palestina, penyebab dari konflik tak hanya soal tanah, namun juga mencakup banyak hal yang rumit.

PENJARA TERBESAR DI DUNIA

Sejarawan dadi Israel Ilan Pappé menuturkan detail mengenai pada pendudukan Israel di Tepi Barat dan juga Jalur Gaza di Palestina, serta formula militer yang Israel gunakan untuk mengendalikan semua kehidupan rakyat Palestina. Inilah perjuangan dari rakyat Palestina yang tak dilaporkan oleh media.

BERDIRINYA ISRAEL, BENCANA BAGI RAKYAT PALESTINA

Pendirian dari negara Israel yang berakar pada kolonialisme modern hingga akhirnya terus menjadikan warga Palestina subjek salam pendukung militer, perampasan tanah dan hak-hak mereka yang tidak setara. Inilah hari yang disebut dengan Nakba atau bencana oleh rakyat Palestina hingga saat ini.

BAGAIMANA ISRAEL LAKUKAN PEMBERSIHAN ETNIS DI WILAYAH PALESTINA

Apa yang disebut dengan pembersihan etnis Palestina ini adalah sebuah hal yang bertujuan untuk mendirikan permukiman-permukiman Yahudi dengan mengubah wilayah palestina yang menjadi tanah tanpa penghuni. Israel telah merebut tanah dari palestina dan mengusir penduduk aslinya.

Demikian itulah beberapa hal yang terjadi di Jalur Gaza. Jalur yang menjadi tempat konflik antara Israel dan Palestina. Konflik yang berlangsung bertahun-tahun lamanya hingga kini. Banyak hak-hal dari Warga Gaza yang dirampas karena konflik ini. Semoga konflik Israel dan Palestina akan segera selesai. Terimakasih

Fakta Unik Tentang Israel Tak Banyak Diketahui

Israel, yang dimana adalah negara yang dimana nasibnya sendiri  tak ubahnya seperti seorang artis yang  dimana sering melakukan sebuah skandal berat dan dimana pada akhirnya menjadi salah satu negara yang punya banyak haters. Indonesia,negara kita ini yang dimana juga jadi salah satu dari pembenci Israel yang dimana bersama dengan negara-negara lain. Buktinya dimana terlihat dari masyarakat kita yang dimana sebagian nantinya akan langsung terpancing amarahnya jika begitu membahas Israel. Ya, negara ini sendiri yang dimana adalah salah satu negara yang memang penuh  dengan kontroversial. Dimulai yaitu sejak mereka menempati sebuah wilayah  yang ada di Palestina sampai dimana  terakhir adalah melakukan  sebuah kekejamannya  terhadap masyarakatnya.

Fakta Unik Tentang Israel Tak Banyak Diketahui

Namun dimana demikian Israel yang dimana juga pernah melakukan beberapa hal-hal baik terutama juga bagi umat muslim. Salah satunya yaitu ketika pengadilan yang ada di negara itu yang  dimana memutuskan untuk menghukum warganya yang dimana ketahuan menggambar sebuah karikatur Nabi Muhammad. Tak hanya ini, ternyata ada banyak sekali fakta-fakta yang sangat menarik tentang agen sbobet terpercaya dan negara kecil satu ini. Fakta-fakta tersebut juga tidak banyak diketahui, Penasaran? Inilah beberapa fakta tentang Israel. 

Arab Bahasa Resmi Kedua Setelah Hebrew

Cukup mengejutkan dimana jika nantinya anda mengetahui tentang fakta yang satu  ini yang dimana ketika anda melihat Israel yang dimana begitu dibenci oleh kebanyakan  orang yang ada di negara-negara di timur tengah. Tapi faktanya ternyata memang demikian. Orang-orang Israel yang ternyata memakai bahasa Arab yang dimana bahas ini sendiri di gunakan sebagai bahasa resmi  mereka selain  bahasa Hebrew. Meskipun bangsa Arab dan juga Israel yang dimana kerap berkonfrontasi, ternyata negara kecil itu  yang dimana juga menggunakan bahasa Arab sebagai salah satu dari  bahasa nasional.

Di Israel sendiri dimana ada semacam sebuah akademi khusus yang dimana tujuannya adalah untuk dapat mempelajari bahasa Arab. Akademi ini sendiri adalah sebuah akademi yang dibangun pada tahun 2007 lalu yang dimana dengan ketua pertamanya yaitu adalah Prof. Mahmoud Ghanayem. Di dalam sebuah praktiknya, bahasa ini  sendiri dipelajari dengan cara yang sangat mendalam. Mulai dari sebuah struktur, sejarah, terminologi, bacaan, ejaan dan juga mengadaptasikannya dengan sebuah teknologi komputer. Tak hanya mempelajari sebuah bahasanya, di sini juga dimana para anak didiknya juga  dimana diharuskan untuk dapat mempelajari kultur Arab yang ada dimana hal ini semua diajarkan lewat literatur. Hal ini sendiri yang akhirnya menyebabkan mereka juga sedikit banyak kemudian mempelajari Islam.

Einstein Ditawari Jadi Pemimpin Israel

Dilihat dari urutan keluarganya,  dimana sudah dipastikan Einstein adalah seorang keturunan Yahudi. Bagaimanapun kita yang memang tidak menyukai bangsa ini, namun  dimana sedikit banyak mereka  yang memang telah menghasilkan orang-orang yang sangat cerdas yang menjadi orang yang penemunya juga ikut kita nikmati saat ini. Einstein sendiri adalah seorang yang sangat berpengaruh di dalam dunia. Berkatnya, dimana berbagai disiplin keilmuan yang sudah berhasil ditemukan.

Membahas sebuah hubungan Einstein yang ada dengan Israel, keduanya yang dimana ternyata punya keterikatan yang yang juga sangat erat. Diketahui, negara ini sendiri yang dimana pernah menginginkan sang ilmuwan yang sangat cerdas tersebut untuk jadi pemimpin alias menjadi seorang presiden. Uniknya, Einstein  yang dimana bisa langsung menjabat tanpa perlu  dipilih lewat pemilu atau juga apa pun, alias dirinya pada saat itu ditawari begitu saja. Namun Einstein menolak tawaran tersebut sekali seumur hidup dengan cara yang  halus dan juga memutuskan untuk tetap tinggal  dan juga berada di Amerika saja.

Pengadilan Israel Menghukum Warganya Menghina Nabi Muhammad

Dari kabar yang  dimana juga sering muncul dan juga ada di televisi atau media yang lain, digambarkan jika Israel  yang dimana adalah salah satu negara yang sangat bertentangan dengan Islam. Keduanya menjadi negara yang dimana  sering berkonfrontasi dalam semua hal apapun. Orang-orang Muslim yang biasanya akan dapat langsung terpancing amarahnya  dimana begitu membahas tentang Israel. Bukti lain juga Israel yang dimana juga sangat tidak menyukai Muslim dan hal tersebut dimana juga bisa dilihat dari sebuah kelakuan mereka yang dimana ada beberapa waktu lalu yang ada terhadap penduduk asli dari Palestina. Keras dan juga tanpa ampun. Meskipun demikian, dimana ternyata Israel sendiri adalah sebuah negara yang pernah melakukan satu hal yang cukup membuat seluruh umat Muslim yang di dunia sedikit menyunggingkan senyum.

Sama seperti halnya orang Muslim yang dimana tak menyukai Israel, orang-orang sana yang dimana juga tak begitu suka dengan Islam. Mereka bahkan juga sempat melakukan sebuah penghinaan yang dimana sangat menyakitkan terhadap Islam. Pada tahun 1997 lalu, dimana  salah seorang Jews yang pada saat itu ketahuan menggambar Nabi Muhammad sebagai salah satu dari aksi kebencian. Alih-alih membiarkan hal ini, dimana kemudian  pengadilan Israel justru menjatuhkan sebuah hukuman yang berat kepada si pelakunya. Entah hal ini menjadi salah satu hal yang hanya sekedar mencari muka atau juga memang beberapa orang di negara tersebut tak suka seseorang menistakan sebuah agama, tapi yang pasti hal ini sendiri menjadi salah satu hal yang patut untuk diapresiasi.

Muslim dan Yahudi Saling Membantu

Sepertinya hal yang dikenal sangat mustahil ternyata  antara Israel dan juga umat Muslim yang dimana bisa hidup yaitu secara berdampingan dan juga saling bertoleransi antara satu hal yang lainnya. Mengingat dimana masing-masing pihak yang juga sudah menunjukkan ketidaksukaannya dengan berbagai cara termasuk juga dengan adanya perang. Sebenarnya apakah orang-orang muslim yang bisa menerima kaum yahudi dan juga sebaliknya. Ternyata yang dimana menjadi salah satu hal yang sangat bisa. Hal tersebut juga menjadi salah satu yang pernah terjadi di zaman Nabi Muhammad dulu. Tak cuma itu, dimana di era abad 19 juga pernah terjadi. Seperti yang yang juga kita tahu, Yahudi yang dimana pernah sangat dibenci pada negara Jerman, ketika pada saat itu Nazi berkuasa.Bahkan sang pemimpin Adolf Hitler yang dimana juga mencetuskan Holocaust atau juga pembantaian yang sangat besar terhadap besaran terhadap kaum Yahudi. 

Sekte di Israel Mendukung Kebebasan Palestina

Faktanya, dimana ternyata di  Israel yang kita kenal sekarang ini sangat getol sekali untuk menyerang Palestina. Tujuannya sendiri yaitu adalah  untuk dapat menguasai secara perlahan-lahan tentang wilayah yang  dimana dianggap sangat suci untuk sebuah tiga umat beragama dan juga  mengusir semua penduduk aslinya. Namun, hal tersebut yang dimana ternyata adalah sebuah hal yang tidak semua dilakukan oleh orang Israel. Ada salah satu dari sekte yang ada di sana yang dimana menentang aksi dari pemerintah yang ingin bersikeras menguasai Palestina. Kelompok ini yang bernama Neturei Karta.

Itulah beberapa fakta-fakta unik tentang negara Israel yang dimana banyak diketahui oleh orang orang. Beberapa fakta tersebut ternyata memberikan kesan yang berbeda dengan negara Israel yang kita ketahui selama ini. 

Ketahui Tentang Perang Suriah Dengan Fakta Ini!

Jauh sebelum awal mula terjadinya sebuah konflik Suriah pertama kali dimulai, dimana pada saat itu banyak orang Suriah yang dimana mengeluh tentang tingginya untuk tingkat pengangguran, korupsi yang dimana menjadi salah satu hal yang meluas, kurangnya tentang kebebasan politik dan juga tentang represi negara yang ada  di bawah Presiden Bashar al-Assad, yang  dimana pada saat itu menggantikan ayahnya, Hafez, yang dimana terjadi pada 2000. Awal mula tentang perang yang dimana terjadi di Suriah yang semuanya terjadi pada bulan Maret 2011, demonstrasi dan pro-demokrasi yang dimana terinspirasi oleh Musim Semi di wilayah Arab (Arab Spring)  yang dimana kemudian meletus di kota selatan Deraa. Awal mula dari perang Suriah yang terjadi setelah penggunaan sebuah kekuatan tentang mematikan pemerintah yang digunakan untuk menghancurkan sebuah perbedaan  yang dimana hal ini menjadi salah satu pendapat yang kemudian segera memicu sebuah demonstrasi nasional yang dimana pada saat itu menuntut pengunduran diri presiden.

Ketahui Tentang Perang Suriah Dengan Fakta Ini!

Awal mula dari penyebab konflik yang ada di Suriah sendiri yang dimana dimulai ketika sebuah kerusuhan yang memang menyebar, tindakan keras  yang juga semakin meningkat. Dimana diketahui Para pendukung oposisi yang mulai mengangkat senjata, pertama untuk membela diri dan juga  kemudian mengusir para pasukan keamanan yang ada dari daerah mereka. Assad  yang kemudian berjanji untuk menghancurkan “terorisme yang  dimana didukung oleh  pihak asing” dan juga memulihkan sebuah kontrol atas negara. Kekerasan yang sangat meningkat dengan cepat dan juga negara tersebut yang kemudian menjadi negara yang  terjerumus ke dalam perang saudara, sekaligus juga hal ini menjadi sebuah awal mula dari terjadinya  perang Suriah karena dimana ratusan brigade  yang  menjadi pemberontak dibentuk untuk dapat melawan sebuah pasukan pemerintah.

MENGAPA PERANG BERLANGSUNG BEGITU LAMA?

Pada awal mula  terjadinya perang Suriah ini  dimana menjadi lebih dari sekedar sebuah pertempuran yang ada  antara mereka yang dimana melawan Assad. Faktor kunci yang dimana telah menjadi salah satu intervensi dari kekuatan regional dan juga dunia, termasuk  juga Iran, Rusia, Arab Saudi dan juga Amerika Serikat. Awal mula tentang terjadinya sebuah perang Suriah  yang dimana hal ini sendiri terjadi dengan adanya sebuah dukungan militer, finansial dan juga politik mereka yang digunakan untuk pemerintah dan juga untuk sebuah oposisi yang dimana  telah memberi sebuah kontribusi yang ada pada sebuah intensifikasi dan juga dimana sebuah kelanjutan awal mula adanya perang Suriah tersebut dimana menjadikan Suriah sendiri sebagai medan dari pertempuran proksi. Berikut ini adalah beberapa hal yang makin memperlama keberlangsungan dari perang Suriah. 

Kepentingan ekonomi dan politik AS di Suriah

Dimana tahun 2009, Presiden Suriah sendiri yang berasal dari Bashar al-Assad  yang dimana diketahui menolak proyek pipa Qatar. Proyek pipa itu, yang dimana juga menjadi salah satu proyek yang disetujui Qatar dan juga Turki, akan mengalirkan sejumlah gas alam dari Qatar ke pasar Eropa. Pipa gas itu yang dimana nantinya akan melalui dari Arab Saudi, Yordania, Turki dan juga tentu saja Suriah. Jika proyek ini dapat berhasil, ketergantungan Eropa yang dimana atas gas alam Rusia yang dimana akan berkurang. Yang  dimana hal ini tentunya menjadi salah satu hal yang juga membuat AS dan juga barat yang dimana mereka makin marah terhadap Assad  yang dimana adalah sebuah keputusannya yang dimana hal ini sendiri menjadi salah satu hal menyetujui proyek pipa Iran.

Bagi barat dan juga beberapa sekutunya, proyek pipa Iran ini yang dimana justru akan memperkaya dan juga akan memperkuat pengaruh negara Syiah yang ada di daerah timur tengah. Secara politik, dimana rezim Bashar Al-Assad  yang dimana adalah rezim nasionalis Ba’ath  yang terakhir ada di timur tengah. Rezim ini yang dimana punya relasi yang baik dengan negara Rusia dan negara-negara nakal  lainnya yang ada di Amerika latin. Boleh dikata, rezim Al-Assad  ini yang dinama merupakan salah satu dari penghalang dominasi AS  yang ada di timur tengah. Karena itu, AS yang dimana punya kepentingan untuk dapat menggulingkan Bashar Al-Assad. Disamping untuk dapat memutus tangan-tangan dari Rusia yang ada di timur tengah, juga hal ini digunakan untuk mengisolir Iran dan juga Hezboullah.

Tujuan AS adalah “regime change” di Suriah

Sejak awal, dimana tujuan tentang campur tangan AS yang dimana ada di Suriah adalah sebuah pergantian rezim  yang dimana menjadi cara  penggulingan Assad. Tidak mengherankan, jika dimana dalam hal ini AS yang dimana juga punya andil  yang cukup besar dalam hal menciptakan  sebuah perang sipil yang ada  di Suriah. AS juga yang dimana merupakan yang paling getol memblokir setiap upaya perundingan  atau damai di negara yang berpenduduk 24 juta jiwa itu.

AS sebagai penyokong kelompok Jihadis di Suriah

Ketika Arab sebagai Spring yang dimana negara tersebut berhasil menggelinding timur tengah, AS yang dimana salah satu negara yang terlibat sebagai negara yang mendorong sebuah situasi yang serupa di Suriah. Tetapi oposisi yang dimana jalannya tidak berjalan sukses.

Akhirnya, AS yang kemudian mendorong perjuangan bersenjata. AS yang dimana kemudian turut membantu tentang lahirnya Tentara Pembebasan dari Suriah atau Free Syrian Army  yang disebut dengan FSA, yang dimana hal ini juga menjadi salah satu hal yang termasuk memberi pelatihan, persenjataan, dan juga dengan sokongan pendanaan. Bahkan, dimana untuk memperhebat serangan yang ada terhadap rezim Assad, AS  yang juga menjadi menyokong kelompok-kelompok  dari jihadis yang ada di Suriah. Termasuk juga dengan Jabhat al-Nusra, yang dimana berafiliasi dengan Al-Qaeda 

Salafis, Ikhwanul Muslimin, dan juga Al-Qaeda yang dimana diketahui  adalah sebuah kekuatan yang utama  yang digunakan untuk mendorong  terjadinya pemberontakan di Suriah, demikian yang ada di  Memo  Departemen Pertahanan AS yang pada saat itu terjadi pada Agustus 2012. Bocoran Wikileaks yang dimana berulang kali membongkar persekongkolan antara AS, Israel, Turki dan juga negara sekutu teluk seperti Saudi Arabia, Qatar, dna juga negara lainnya yang ada dalam usaha menggulingkan Assad. Makanya  dalam hal ini jangan heran, jika AS tidak pernah serius dalam menggempur ISIS.

Serangan AS membunuh warga sipil Suriah

Tanpa mengurangi sebuah keprihatinan  yang ada terhadap korban yang disebabkan oleh serangan senjata kimia yang kalau memang ada, tetapi tentang serangan koalisi yang  dimana juga dipimpin oleh AS telah menjadi salah satu yang membunuh banyak sekali warga sipil yang ada di Suriah. Menurut sebuah data  yang ada dan juga diangkat dari Airwars, dimana sebuah lembaga monitoring  yang dimana berbasis di Inggris, yang ada dan digunakan untuk bulan Maret 2017 saja, di ketahui jika jumlah warga sipil yang  dimana sudah tewas akibat serangan koalisi pimpinan AS yang ada di Suriah dan juga Irak yaitu mencapai 1.472 orang. Sedangkan untuk sepanjang Agustus dari 2014 hingga juga Maret 2017, yaitu jumlahnya yang mencapai 2.831 orang.

Itulah beberapa hal yang bisa anda ketahui tentang awal mula terjadinya perang suriah. Perang Suriah yang sudah berlangsung selama ini adalah salah satu hal yang disebabkan beberapa elit politik dan juga beberapa negara lainnya. Semoga saudara kita yang berada di sana tetap kuat dan konflik yang selesai. Terimakasih. 

Fakta Yang diKetahui Tentang Perang Suriah

Ketika pada saat Amerika Serikat (AS) akan menyerang pangkalan militer Suriah yaitu pada Jumat, 7 April 2017, hal ini tentunya menjadi salah satu hal yang mengikatkan tentang kejadian 2003. Dimana pada saat itu AS menggempur Irak dengan dalih senjata pemusnah massal. Belakangan, ini dimana setelah diketahui 174.000 rakyat Irak yang tewas akibat perang itu, tersibak sebuah fakta bahwa Irak ternyata tidak mengembangkan senjata untuk pemusnah massal. Bayangkan, ketika sebuah kebohongan telah menjadi salah satu hal yang menyebabkan kematian ratusan ribu orang dan juga menyebabkan kehancuran sebuah bangsa. Dan, ironisnya, lagi dalam hal ini tidak ada yang bertanggung-jawab.

Fakta Yang diKetahui Tentang Perang Suriah

Apa hubungannya hal ini dengan sebuah serangan rudal AS yang dilesatkan ke Suriah baru-baru ini? Jadi, pada tanggal 7 April dimana tentara AS menembakkan 60 rudal tomahawk ke arah pangkalan militer Suriah yang berada di dekat kota Homs, Suriah. Serangan militer tersebut yang dimana secara tiba-tiba itu juga punya dalih: sebagai salah satu pembalasan atas serangan senjata kimia yang beracun yang dilakukan oleh militer dari pemerintah Suriah terhadap warga sipil.

Untuk diketahui, yang dimana pada tanggal 4 April lalu, pada saat itu terjadi serangan senjata kimia yang ada di kota Khan Sheikhoun, di sebuah Provinsi Idlib, Suriah yang terjadi di barat laut, yang dimana pada saat itu menewaskan 70-an orang warga sipil. AS yang langsung menuduh pemerintahan Bashar Al-Assad sendiri dimana  sebagai pelaku serangan senjata kimia tersebut.

Sayang, tuduhan itu adalah salah satu dari pemain situs joker123 dan tuduhan yang tidak didukung banyak bukti. Dan juga ternyata ironisnya, meski belum mengantongi sebuah bukti yang kuat, AS sendiri sudah melancarkan sebuah serangan penghukuman kepada suriah. Dan hal ini sendiri menjadi salah satu hal yang tidak menutup kemungkinan, AS yang menggunakan tuduhan yang tidak berdasar itu sebagai salah satu dalih untuk membuat sebuah agresi militer yang dibuat terhadap Suriah.

Berikut ini beberapa fakta terkait dengan perang Suriah:

Satu, tuduhan senjata kimia

Tuduhan dimana ketika pemerintahan Bashar Al Assad yang dituduh menggunakan senjata kimia dalam sebuah perang bukan kali ini saja. Tuduhan hal serupa juga sudah pernah bergulir yaitu pada tahun 2013 lalu. Namun, dari sebuah hasil investigasi tim independen yang dibentuk PBB tidak adanya sebuah bukti atas sebuah tuduhan tersebut. Carla del Ponte, yang dimana merupakan salah satu anggota yang ada dari tim investigasi PBB, yang dimana malah menyebut ketika kelompok oposisi Suriah yang malah menggunakan gas sarin.

Nah, tuduhan bahwa militer dari Assad yang menggunakan senjata kimia yang dilakukan di provinsi Idlib juga ternyata minim bukti. Sebagian sumber yang dimana dipakai oleh AS sendiri hanya berasal dari satu sisi, yakni adalah penentang pemerintahan dari  Assad dan juga media-media mainstream. Dr Shajul Islam, yang dimana dirinya jadi pahlawan dalam sebuah pemberitaan serangan senjata kimia ini, adalah salah satu orang bermasalah. Dia juga ternyata pernah terlibat penculikan dan juga penyiksaan dua jurnalis asing yang ada di Suriah yaitu pada tahun 2012. Dia juga ternyata diduga terkait dengan kelompok teroris jihad yang ada di Suriah.

Dokter inilah yang dimana dirinya melaporkan kejadian serangan gas yang dirinya bilang terjadi lewat kicauan-kicauannya di twitter. Bayangkan, dalam sebuah situasi dan juga serangan gas berbahaya dan juga pada saat situasi serba darurat, si dokter ini masih sempat-sempatnya main twitter. Foto dan juga video yang sempat diunggah oleh dokter dan juga paramedis soal serangan senjata kimia itu juga beberapa janggal. Beberapa foto yang dimana menunjukkan tim penyelamat tidak menggunakan sebuah sarung tangan dan juga menggunakan masker penghalau racun gas. Tentunya hal tersebut menjadi salah satu yang Aneh bukan?

Yang menarik juga dimana hasil dari analisa video yang ada dari Dokter Swedia untuk sebuah Hak Asasi Manusia atau (SWEDE). Menurut penyelidikan dimana analisa mereka, sebagian anak-anak yang sudah ditangani di dalam video itu yang sudah tidak bernyawa. Cara penyelamatannya juga yang non-medis dan juga kontra-produktif. Disamping itu juga dimana analisa suara dalam video tersebut yang juga janggal. Terkesan posisi korban yang juga diatur sedemikian rupa dengan sebuah  keperluan pengambilan gambar video itu.

White Helmet bukan pejuang kemanusiaan

White Helmet (WH), relawan dokter dan juga paramedis yang dimana menjadi pahlawan sekaligus juga seorang mesin propaganda isu serangan gas kimia ini, juga merupakan orang organisasi bermasalah. WH diketahui jiga dimana sangat pro-pemberontak dan juga anti-Assad. InfoWars menyebut WH yang dimana dirinya adalah jaringan Al-Qaeda yang juga didanai oleh George Soros dan juga pemerintah Inggris. WH, atau yang dimana sering juga dinamai Syria Civil Defense (SCD), yang dibentuk oleh seorang bekas militer Inggris, yaitu James Le Mesurier. Le Mesurier yang dirinya sendiri terkait dengan perusahaan militer swasta yang semacam Blackwater dan juga DynCorp.

Organisasi ini sendiri ternyata juga menerima dana 23 juta USD dari AS. Jutaan dollar yang juga didapat dari George Soros, Belanda dan juga Inggris. Juga dimana mereka mendapat sebuah fasilitas perlengkapan dan kendaraan yang mereka dapat dari Turki. Jadi, dimana jangan heran, ketika terjadi sebuah isu serangan senjata kimia yang ada di Idlib, Turki juga ternyata ikut cerewet. Beberapa foto dan juga video menunjukkan yang dimana beberapa personil white helmet yang terkait juga dengan beberapa kelompok jihadis, termasuk juga Front Al-Nusra, dan jaringan Al-Qaeda di Suriah.

Seorang dari anggota WH pernah mengumbar sebuah senyum di depan kamera usai dirinya memenggal leher seorang anak laki-laki. Media-media barat, yang  dimana juga sudah memang sejak awal anti-Assad, yang berperan besar dalam hal membesarkan WH. Sampai-sampai film mereka yang ada di Netflix mendapat sebuah hadiah film dokumenter terbaik di Academy Award dan juga masuk ke dalam nominasi Oscar.

Oposisi Suriah yang akan diuntungkan oleh serangan senjata kimia

Sebelum sebuah kejadian ini, pemerintahan Bashar Al-Assad yang dimana juga sedang di ujung kemenangan. Akhir 2016 lalu, dimana pada saat itu pasukan militer yang memang pemerintah berhasil untuk dapat merebut kembali Aleppo, yang dimana merupakan salah satu dari kota terbesar yang ada di Suriah, dari beberapa tangan pemberontak. Sebaliknya, ketika posisi oposisi dan juga kelompok dalam jihad yang dimana memang makin terjepit. Artinya, untuk dapat memukul habis mereka, pemerintah Al-Assad yang dimana tidak perlu menggunakan sebuah serangan gas kimia yang juga justru dimana akan mengundang sebuah  reaksi kemarahan internasional.

Tentu saja, kalau pemerintah Suriah yang memang benar menggunakan senjata kimia untuk dapat menghabisi lawannya yang dimana sudah lemas dan juga terjepit, itu tindakan yang menang sangat konyol. Sebab, hal tersebut merupakan sebuah tindakan konyol itu justru yang nantinya akan membuat Suriah sendiri akan digebuk ramai-ramai.

Itulah beberapa fakta yang ada tentang konflik yang ada di Timur Tengah, konflik yang berkepanjangan tersebut memang menjadi salah satu konflik yang juga menjadi salah satu yang mendapat banyak perhatian dari dunia. Semoga konflik tersebut dapat segera selesai.

Seperti Apa Wajah Timur Tengah

Pada tahun  2019, konflik lama yang ada di Timur Tengah akan menjadi sebuah konflik yang bertahan dan  juga muncul beberapa konflik baru. Perkembangan besar yang ada di negara Timur Tengah yang terjadi pada tahun 2019 sebagian besar konflik tersebut ditentukan oleh enam beberapa masalah utama seperti halnya: konflik di Suriah dan juga di Yaman, krisis Teluk, konflik Palestina-Israel, dan juga konflik persaingan regional. Ketika kita memulai pada tahun kesepuluh setelah dimulainya semua pemberontakan Arab, sayangnya, dalam hal tersebut hanya ada sedikit harapan bahwa akan terjadi perdamaian, transisi ke demokrasi, dan juga sebuah stabilitas di daerah Timur Tengah.  Tahun 2019 tidak terlalu membawa banyak sekali perubahan yang sedang berlangsung dan tidak mungkin cepat dapat terselesaikan. Beberapa bahkan mungkin juga menjadi lebih buruk dan juga konflik yang baru juga sudah banyak bermunculan. Dalam pergolongan yang sedang berkelanjutan ini Amerika serikat tentunya juga akan memainkan peran yang paling penting. Perselisihan politik di antara Presiden Donald Trump dan juga pemerintah Washington, khususnya, juga untuk kemungkinan-kemungkinan yang akan menentukan sebuah arah dan juga kebijakan luar negeri AS pada kawasan tersebut kawasan tersebut.

Diharapkan pada tahun yang akan datang seperti yang diungkapkan oleh penasihat Robert Mueller sendiri yang menyebut akan lebih banyak hasil yang menyedihkan yang menyedihkan terhadap beberapa dugan dan juga campur tangan antara Rusia khususnya pada pemilihan presiden 2016. Oleh karena itu, Trump  sendiri kemungkinan akan berusaha untuk dapat mengalihkan beberapa perhatian publik dengan cara mengambil sebuah keputusan yang dramatis tentang beberapa kebijakan luar negeri yang ada di Timur Tengah yang nantinya akan menjadi sasaran termudah.

Konflik Timur Tengah & Wajah Timur Tengah Saat Ini

Pada akhir tahun 2018 sendiri ada indikasi yang jelas tentang masalah ini seperti keputusan mengejutkan dari presiden Amerika Serikat pada pertengahan Desember yaitu untuk menarik lebih dari 2000 tentara Amerika Serikat dari laut Suriah secara luas dipandang sebagai salah satu upaya untuk menenangkan basis dukungannya emang kalo mengkonsolidasi sebuah kekuasaan dan juga mengendalikan pemerintah yang tidak setuju dengannya. Terlepas dari hal itu terus berlangsungnya perubahan kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang pada saat itu diprediksi sebagai perkembangan besar di timur tengah pada tahun 2019 sebagian besar hal tersebut akan ditentukan oleh beberapa masalah utama konflik seperti yang terjadi di Suriah dan Yaman, krisis Teluk, konflik Palestina-Israel, dan juga konflik persaingan regional. Dalam artikel ini akan dijabarkan satu persatu konflik yang terjadi di timur tengah kita tahu bahwa kesenjangan yang terjadi di timur tengah adalah salah satu masalah sosial yang hingga saat ini masih belum dapat terselesaikan.

KONFLIK SURIAH

Terlepas dari beberapa kekalahan oposisi Suriah dengan perebutan kembali wilayah oleh para pasukan yang pro rezim pada tahun 2018, konflik di Suriah yang menjadi salah satu situs sbobet sendiri masih jauh dari kata selesai. Bahkan lebih dari 40% wilayah Suriah masih belum di bawah kendali pemerintah Suriah. Penarikan pasukan Amerika serikat dari Suriah timur laut yang kaya akan sekali dengan minyak, gas, dan air kemungkinan nantinya akan memicu persaingan antara kekuatan eksternal utama dalam konflik seperti halnya Turki, Rusia, dan juga Iran. Ini juga kemungkinan akan mempengaruhi perjanjian zona Demiliterisasi yang mencegah serangan serangan besar terhadap beberapa kubu oposisi pada September lalu. Konflik yang terjadi di Suriah mungkin memasuki Fase baru perang proksi di mana Amerika Serikat memberikan Turki tanggung jawab untuk memblokir Iran di wilayah yang ingin dievakuasi. Penarikan pasukan Amerika Serikat juga akan merangsang pendekatan Israel yang lebih agresif kepada Suriah. Setelah terjadinya penarikan tentara Amerika Serikat Israel harus mengandalkan upaya sendiri untuk dapat melawan pengaruh Iran di Suriah dan akan berusaha untuk menekankan kegiatan militernya di wilayah Suriah.

Namun, Israel akan menghadapi satu tantangan besar yaitu Rusia yang mengendalikan wilayah udara Suriah. Pada bulan September sebuah insiden melibatkan jet tempur milik Israel menyebabkan jatuhnya sebuah pesawat Pengintai Rusia kematian anaknya beranggotakan 15 orang. Hal ini tentunya membuat marah Rusia, sejauh ini menolak untuk melanjutkan koordinasi militernya dengan Israel meningkatkannya ketegangan antara pemain asing utama di Suriah kemungkinan juga akan menunda lebih banyak solusi politik dari konflik tersebut. Sejauh ini trio Astana yang terdiri dari Rusia Turki dan juga Iran telah gagal untuk menyepakati pembentukan sebuah komite konstitusi sekarang dengan penarikan pasukan Amerika Serikat dari Suriah peluang untuk terbentuknya kesepakatan telah menjadi lebih sempit. Bahkan seluruh proses Astana bisa runtuh negosiasi perdamaian yang dipimpin oleh PBB Akan menemukan jalan buntu. Dengan penarikan Amerika Serikat juga berarti bahwa secara efektif meninggalkan sekutu Kurdi. Ini kemungkinan akan menghasilkan peningkatan drastis dalam hubungan Turki dan Amerika Serikat dan memulai kembali aliansi mereka di Suriah ini kemungkinan akan mengecewakan Rusia, yang kemungkinan akan meningkatkan ketergantungan pada milisi Iran untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Amerika Serikat Di timur laut Suriah. Penataan kembali juga bisa membawa jpg dengan serangan militer Turki, lebih dekat ke Rusia dibanding rezim Suriah.

PERANG DI YAMAN

Lepas dari kesepakatan gencatan senjata di kota pelabuhan dan juga kemajuan penting yang dibuat dalam negosiasi antara pihak pihak yang bertikai di Swedia, penyelesaian dari konflik empat tahun itu kemungkinan akan lama terwujudnya. Memang dengan melemahnya posisi Houthi setelah mengalami kehilangan Wilayah mereka selama dua tahun terakhir dan tekanan besar yang dihadapi kepemimpinan Saudi dapat menghentikan perang setelah terbunuhnya jurnalis saudi Jamal Khashoggi, mungkin untuk mempermudah utusan PBB, Martin Griffiths, untuk dapat menyatukan pihak-pihak yang bertikai di Swedia.

Namun kedua belah pihak masih yakin bahwa mereka dapat menang secara militer. Kaum Houthi Berfikir bahwa saudara sendiri pada akhirnya harus tunduk kepada tekanan internasional, untuk menghentikan para enam meninggalkan upaya mereka di Yaman. Koalis Yang dipimpin oleh saudi disisi lain juga yakin bahwa kemajuan baru baru ini terutama di Hodeidah pada akhirnya akan memaksakan mereka untuk menerima persyaratan untuk dapat mengakhiri perang. Jalan sendiri juga masih tidak mau membantu untuk mencapai penyelesaian akhir Iran masih berupaya agar sau di dapat menghentikan serangan di Yaman sehingga mereka tidak akan memiliki sumber daya untuk menangani kegiatan fron lain di timur tengah. Iran juga dapat memanfaatkan konflik Yaman ini sebagai salah satu cara untuk tawar menawar dalam kesepakatan besar untuk mencabut aksi Amerika Serikat dan menyelamatkan rencana Rencana Aksi Komprehensif Gabungan lah penarikan yang dilakukan Trump pada Mei lalu.

KRISIS TELUK

Terlepas dari upaya untuk mediasi yang dilakukan Kuwait yang luas dan meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat terhadap Arab Saudi tidak akan ber indikasi bahwa krisis teluk akan berakhir dalam waktu dekat. Pada awal Desember, Arab Saudi sendiri menolak untuk membahas krisis pada KTT GCC terakhir yang di lakukan di Riyadh, dimana Qatar sendiri hanya mengirim sebuah delegasi tingkat rendah. Keempat negara yang memblokade yaitu Arab Saudi, Bahrin dan juga Mesir percaya bahwa waktu di pihak akhirnya bahwa Qatar sendiri akhirnya akan menerima tuntutan mereka Qatar. Keempat negara yang memblokade (Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir) percaya bahwa waktu ada di pihak mereka dan Qatar pada akhirnya akan menerima tuntutan mereka. Qatar Sendiri akhirnya berpikir bahwa hal itu dapat mengatasi blokade dan menunggu keempat negara menyadari bahwa mereka sebenarnya membunuh diri mereka sendiri.

Itulah beberapa konflik kesenjangan yang terjadi di timur tengah hingga tahun 2020 seperti sekarang ini masih banyak konflik dan terus juga bermunculan konflik konflik baru di daerah timur tengah yang belum dapat terselesaikan. Tentunya hal ini bukan hanya sebagai salah satu masalah global tapi juga masalah sosial yang tentunya harus dapat diselesaikan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Terima kasih.